Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Prabowo dan PM Modi Tegaskan Ikatan Peradaban Indonesia-India di Candi Prambanan

Prabowo dan PM Modi Tegaskan Ikatan Peradaban Indonesia-India di Candi Prambanan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 33
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yogyakarta — Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India tidak hanya dibangun melalui kerja sama politik, ekonomi, dan pertahanan, tetapi juga berakar pada ikatan peradaban yang telah terjalin selama lebih dari 1.000 tahun. Pesan tersebut mengemuka saat kedua pemimpin mengunjungi Kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta, Rabu (8/7/2026), sekaligus meluncurkan kolaborasi konservasi warisan budaya yang menjadi simbol baru diplomasi budaya kedua negara.

Kunjungan ke situs Warisan Dunia UNESCO tersebut menjadi agenda penutup dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia. Setelah berbagai kesepakatan strategis di Jakarta, kedua pemimpin memilih Prambanan sebagai lokasi untuk menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India tidak hanya ditopang oleh kepentingan strategis masa kini, tetapi juga oleh warisan sejarah dan budaya yang telah menghubungkan kedua bangsa selama lebih dari satu milenium.

Prambanan Simbol Hubungan Peradaban

Dalam pernyataan bersama di Kompleks Candi Prambanan, Presiden Prabowo mengatakan kunjungan tersebut memiliki makna yang sangat istimewa karena Prambanan bukan hanya simbol kejayaan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat akan kuatnya hubungan peradaban Indonesia dan India.

Menurut Presiden, hubungan kedua negara dibangun di atas fondasi yang jauh lebih dalam daripada kepentingan politik atau ekonomi semata. Nilai-nilai budaya, ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan sikap saling menghormati telah menghubungkan kedua bangsa selama berabad-abad dan jejaknya masih dapat disaksikan hingga kini.

“Kunjungan ini memiliki makna yang sangat istimewa. Candi Prambanan bukan hanya simbol kejayaan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat akan kuatnya hubungan peradaban yang telah terjalin antara Indonesia dan India selama lebih dari 1.000 tahun,” kata Prabowo.

Prabowo menambahkan bahwa Candi Prambanan merupakan simbol peradaban besar Nusantara yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, seni, spiritualitas, dan kemanusiaan. Relief kisah Ramayana yang menghiasi dinding candi, menurutnya, menjadi bukti nyata kedekatan budaya antara Indonesia dan India sejak masa lampau.

PM Modi juga mengungkapkan makna pribadi dari kunjungannya ke Prambanan. Ia mengatakan sepanjang perjalanan hidupnya selalu mendapat kesempatan untuk terhubung dengan berbagai situs suci yang didedikasikan bagi Dewa Siwa, mulai dari Hatkeshwar Mahadev di kampung halamannya di Vadnagar, Somnath Jyotirlinga di Gujarat, Kashi Vishwanath di Varanasi, hingga proyek revitalisasi Kedarnath dan Mahakal di Ujjain.

“Saya merasa beruntung karena selalu mendapat kesempatan untuk terhubung dengan Dewa Siwa. Kunjungan ke Prambanan dan dimulainya kerjasama konservasi ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya,” ujar Modi.

Indonesia dan India Resmikan Kolaborasi Konservasi

Puncak kunjungan ditandai dengan peluncuran kolaborasi konservasi warisan budaya antara Indonesia dan India untuk Kompleks Candi Prambanan. Presiden Prabowo dan PM Modi secara simbolis menyingkap plakat bertuliskan “Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation for Prambanan Temple”, yang menandai dimulainya kerjasama pelestarian salah satu situs budaya paling penting di Asia Tenggara.

Kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Letter of Intent yang diumumkan dalam pertemuan bilateral sehari sebelumnya. Pemerintah Indonesia dan India akan bekerja sama dalam konservasi dan restorasi kawasan Prambanan, termasuk revitalisasi candi-candi perwara yang hingga kini masih berupa reruntuhan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada konservasi bangunan utama, tetapi juga diarahkan untuk menghidupkan kembali kompleks candi pendamping sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya dunia.

Modi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang telah menjaga warisan budaya tersebut selama berabad-abad. Menurutnya, selama tiga hari berada di Indonesia, ia merasakan kedekatan budaya yang mengingatkannya pada India.

“Selama tiga hari berada di Indonesia, saya merasakan harum budaya dalam kehidupan masyarakat, dalam percakapan, bahkan di udara. Harum budaya itu sama seperti yang kami rasakan setiap hari di India. Warisan budaya inilah yang menghubungkan kita satu sama lain.”

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia dan seluruh pemimpin Indonesia yang telah menjaga peninggalan budaya tersebut. Menurut Modi, jejak peradaban India dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, tetapi Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan yang paling kuat memperlihatkan kedekatan budaya kedua bangsa.

Modi mengatakan keberadaan arca Dewa Siwa, Dewi Durga, dan Dewa Ganesha di Prambanan menjadi bukti bahwa hubungan spiritual dan budaya Indonesia-India telah hidup dan berkembang selama berabad-abad.

Menyusuri Jejak Sejarah di Prambanan

Sebelum tiba di kompleks candi, Presiden Prabowo menyambut PM Modi di Bandara Internasional Yogyakarta. Kedua pemimpin kemudian menaiki helikopter kepresidenan Super Puma menuju Lanud Adisutjipto, bahkan sempat mengitari Kompleks Candi Prambanan sebanyak dua kali dari udara sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju kawasan candi.

Setibanya di Prambanan, keduanya disambut Tari Rama Shinta yang diangkat dari epos Ramayana, sebuah kisah yang menjadi bagian penting dari warisan budaya India maupun Indonesia. Setelah menyaksikan pertunjukan tersebut, Prabowo dan Modi berfoto bersama dengan latar Candi Prambanan sebelum mendengarkan paparan mengenai program konservasi yang disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Kedua pemimpin kemudian berkeliling kawasan candi menggunakan kendaraan buggy menuju area inti Prambanan. Dalam kesempatan itu, PM Modi juga menyempatkan diri menyapa sejumlah umat Hindu yang tengah bersembahyang di kompleks candi sebelum melanjutkan peninjauan ke lokasi konservasi.

Budaya Jadi Jembatan Persahabatan

Presiden Prabowo berharap kunjungan bersama ke Prambanan semakin mempererat persahabatan antara rakyat Indonesia dan India yang telah terjalin selama lebih dari seribu tahun.

Menurutnya, budaya memiliki kekuatan untuk menyatukan bangsa-bangsa, memperkuat saling pengertian, serta membangun kepercayaan dalam menghadapi tantangan masa depan bersama. Karena itu, kerja sama konservasi Prambanan diharapkan menjadi simbol bahwa hubungan Indonesia dan India akan terus berkembang, tidak hanya melalui diplomasi politik dan ekonomi, tetapi juga melalui pelestarian warisan budaya bersama.

Modi menutup sambutannya dengan nada optimistis. Ia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memintanya berjanji agar proyek konservasi Prambanan dapat diselesaikan sebelum 2029.

“Presiden telah meminta saya berjanji bahwa proyek ini harus selesai sebelum 2029 dan saya harus kembali ke sini. Saya berjanji akan datang lagi setelah konservasi selesai dan merayakannya bersama Anda semua,” kata Modi.

Sementara itu, Prabowo menyampaikan harapannya agar kolaborasi tersebut menjadi fondasi yang semakin mempererat hubungan kedua bangsa.

“Semoga persahabatan Indonesia dan India semakin kokoh, semakin erat, dan terus menghasilkan kerja sama yang nyata serta saling menguntungkan bagi kedua negara dan kedua rakyat kita,” ujar Prabowo.

Kunjungan ke Candi Prambanan menjadi penutup yang sarat makna dalam lawatan kenegaraan PM Narendra Modi ke Indonesia. Setelah rangkaian agenda di Istana Merdeka, pertemuan bilateral, pidato bersejarah di DPR RI, dan pertemuan bersama diaspora India, kedua pemimpin memilih menutup kunjungan di sebuah situs yang menjadi simbol persinggungan sejarah dan peradaban kedua bangsa. Di tengah relief Ramayana dan kemegahan arsitektur Prambanan, Indonesia dan India kembali menegaskan bahwa fondasi hubungan mereka tidak hanya dibangun oleh kepentingan strategis, tetapi juga oleh warisan budaya yang telah menghubungkan kedua negara selama lebih dari satu milenium.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BINUS UNIVERSITY Rayakan 30th Creative Digital English, Teguhkan Komitmen Ciptakan Generasi Muda Bertalenta

    BINUS UNIVERSITY Rayakan 30th Creative Digital English, Teguhkan Komitmen Ciptakan Generasi Muda Bertalenta

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, 12 September 2026 — Di tengah berkembangnya digitalisasi dan industri kreatif, kemampuan berbahasa kini tidak lagi berhenti pada kecakapan berkomunikasi. Transformasi kebutuhan inilah yang menjadi bagian dari perjalanan BINUS University melalui program Creative Digital English di bawah naungan Faculty of Humanities selama tiga dekade dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia profesional yang terus berubah. Creative […]

  • BRI Finance Sambut Insentif Pajak Kendaraan Listrik, Optimistis Pembiayaan EV Terus Tumbuh

    BRI Finance Sambut Insentif Pajak Kendaraan Listrik, Optimistis Pembiayaan EV Terus Tumbuh

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Jakarta, 5 Juni 2026 – Perkembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren yang positif seiring meningkatnya dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah. Berbagai kebijakan yang memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan industri pendukung, termasuk sektor pembiayaan. PT BRI Multifinance Indonesia […]

  • Public

    Merasa Sehat? Belum Tentu Tulangmu Kuat Osteoporosis Bukan Cuma untuk Lansia

    • calendar_month Selasa, 13 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Bayangkan suatu hari aktivitas sederhana seperti berjalan, menaiki tangga, atau menggendong cucu tiba-tiba terasa lebih sulit dilakukan. Bukan karena tubuh sedang sakit, melainkan karena tulang yang selama ini menopang berbagai aktivitas ternyata sudah mengalami pengeroposan. Inilah yang membuat osteoporosis kerap disebut sebagai silent disease. Penurunan kepadatan tulang dapat berlangsung tanpa gejala yang jelas dan baru […]

  • PTPN Group Kirim 17 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

    PTPN Group Kirim 17 Ton Bantuan untuk Korban Bencana di NTT

    • calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Labuan Bajo, 25 Agustus 2026 – Holding Perkebunan Nusantara (PTPN Group) mengirimkan sekitar 17 ton bantuan kemanusiaan untuk masyarakat terdampak bencana gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Labuan Bajo pada Minggu (23/8/2026) pukul 04.00 WIB. Bantuan diangkut menggunakan satu unit truk tronton dengan kapal KM […]

  • BRI Finance Perkuat Kualitas Pembiayaan, NPF Turun Menjadi 1,82% hingga Juli 2026

    BRI Finance Perkuat Kualitas Pembiayaan, NPF Turun Menjadi 1,82% hingga Juli 2026

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta, 11 Agustus 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) terus memperkuat kualitas portofolio pembiayaan di tengah dinamika industri multifinance dan perkembangan profil risiko nasabah. Hingga Juli 2026, BRI Finance mencatatkan penurunan tingkat non-performing financing (NPF) sebesar 29 basis poin (bps) secara tahunan menjadi 1,82%. Perbaikan tersebut mencerminkan konsistensi BRI Finance dalam menjaga kualitas […]

  • Public

    Mulai dari Satu Orang Terdekat: Sanct, Sosial Media Buatan Founder Indonesia, Hadir di App Store 30 September

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Sanct, sosial media untuk sahabat dekat dan keluarga yang didirikan founder asal Indonesia, Sion Abednego, hadir di App Store Indonesia pada Rabu (30/9), bersamaan dengan Malaysia, dan sudah bisa dipra-pesan sekarang: aplikasinya terunduh otomatis ke iPhone pada hari hadir. Sanct sudah lebih dulu tersedia di Singapura sejak Senin (28/9). Di Sanct, teman pertama ditambahkan dengan […]

expand_less