Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Prabowo dan PM Modi Tegaskan Ikatan Peradaban Indonesia-India di Candi Prambanan

Prabowo dan PM Modi Tegaskan Ikatan Peradaban Indonesia-India di Candi Prambanan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Yogyakarta — Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India tidak hanya dibangun melalui kerja sama politik, ekonomi, dan pertahanan, tetapi juga berakar pada ikatan peradaban yang telah terjalin selama lebih dari 1.000 tahun. Pesan tersebut mengemuka saat kedua pemimpin mengunjungi Kompleks Candi Prambanan di Yogyakarta, Rabu (8/7/2026), sekaligus meluncurkan kolaborasi konservasi warisan budaya yang menjadi simbol baru diplomasi budaya kedua negara.

Kunjungan ke situs Warisan Dunia UNESCO tersebut menjadi agenda penutup dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi ke Indonesia. Setelah berbagai kesepakatan strategis di Jakarta, kedua pemimpin memilih Prambanan sebagai lokasi untuk menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India tidak hanya ditopang oleh kepentingan strategis masa kini, tetapi juga oleh warisan sejarah dan budaya yang telah menghubungkan kedua bangsa selama lebih dari satu milenium.

Prambanan Simbol Hubungan Peradaban

Dalam pernyataan bersama di Kompleks Candi Prambanan, Presiden Prabowo mengatakan kunjungan tersebut memiliki makna yang sangat istimewa karena Prambanan bukan hanya simbol kejayaan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat akan kuatnya hubungan peradaban Indonesia dan India.

Menurut Presiden, hubungan kedua negara dibangun di atas fondasi yang jauh lebih dalam daripada kepentingan politik atau ekonomi semata. Nilai-nilai budaya, ilmu pengetahuan, spiritualitas, dan sikap saling menghormati telah menghubungkan kedua bangsa selama berabad-abad dan jejaknya masih dapat disaksikan hingga kini.

“Kunjungan ini memiliki makna yang sangat istimewa. Candi Prambanan bukan hanya simbol kejayaan sejarah dan kebudayaan Indonesia, tetapi juga menjadi pengingat akan kuatnya hubungan peradaban yang telah terjalin antara Indonesia dan India selama lebih dari 1.000 tahun,” kata Prabowo.

Prabowo menambahkan bahwa Candi Prambanan merupakan simbol peradaban besar Nusantara yang menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, seni, spiritualitas, dan kemanusiaan. Relief kisah Ramayana yang menghiasi dinding candi, menurutnya, menjadi bukti nyata kedekatan budaya antara Indonesia dan India sejak masa lampau.

PM Modi juga mengungkapkan makna pribadi dari kunjungannya ke Prambanan. Ia mengatakan sepanjang perjalanan hidupnya selalu mendapat kesempatan untuk terhubung dengan berbagai situs suci yang didedikasikan bagi Dewa Siwa, mulai dari Hatkeshwar Mahadev di kampung halamannya di Vadnagar, Somnath Jyotirlinga di Gujarat, Kashi Vishwanath di Varanasi, hingga proyek revitalisasi Kedarnath dan Mahakal di Ujjain.

“Saya merasa beruntung karena selalu mendapat kesempatan untuk terhubung dengan Dewa Siwa. Kunjungan ke Prambanan dan dimulainya kerjasama konservasi ini merupakan sebuah kehormatan besar bagi saya,” ujar Modi.

Indonesia dan India Resmikan Kolaborasi Konservasi

Puncak kunjungan ditandai dengan peluncuran kolaborasi konservasi warisan budaya antara Indonesia dan India untuk Kompleks Candi Prambanan. Presiden Prabowo dan PM Modi secara simbolis menyingkap plakat bertuliskan “Indonesia-India Collaborative Cultural Heritage Conservation for Prambanan Temple”, yang menandai dimulainya kerjasama pelestarian salah satu situs budaya paling penting di Asia Tenggara.

Kolaborasi tersebut merupakan tindak lanjut dari Letter of Intent yang diumumkan dalam pertemuan bilateral sehari sebelumnya. Pemerintah Indonesia dan India akan bekerja sama dalam konservasi dan restorasi kawasan Prambanan, termasuk revitalisasi candi-candi perwara yang hingga kini masih berupa reruntuhan.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menjelaskan bahwa program tersebut tidak hanya berfokus pada konservasi bangunan utama, tetapi juga diarahkan untuk menghidupkan kembali kompleks candi pendamping sebagai bagian dari pelestarian warisan budaya dunia.

Modi menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang telah menjaga warisan budaya tersebut selama berabad-abad. Menurutnya, selama tiga hari berada di Indonesia, ia merasakan kedekatan budaya yang mengingatkannya pada India.

“Selama tiga hari berada di Indonesia, saya merasakan harum budaya dalam kehidupan masyarakat, dalam percakapan, bahkan di udara. Harum budaya itu sama seperti yang kami rasakan setiap hari di India. Warisan budaya inilah yang menghubungkan kita satu sama lain.”

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Indonesia dan seluruh pemimpin Indonesia yang telah menjaga peninggalan budaya tersebut. Menurut Modi, jejak peradaban India dapat ditemukan di berbagai belahan dunia, tetapi Asia Tenggara merupakan salah satu kawasan yang paling kuat memperlihatkan kedekatan budaya kedua bangsa.

Modi mengatakan keberadaan arca Dewa Siwa, Dewi Durga, dan Dewa Ganesha di Prambanan menjadi bukti bahwa hubungan spiritual dan budaya Indonesia-India telah hidup dan berkembang selama berabad-abad.

Menyusuri Jejak Sejarah di Prambanan

Sebelum tiba di kompleks candi, Presiden Prabowo menyambut PM Modi di Bandara Internasional Yogyakarta. Kedua pemimpin kemudian menaiki helikopter kepresidenan Super Puma menuju Lanud Adisutjipto, bahkan sempat mengitari Kompleks Candi Prambanan sebanyak dua kali dari udara sebelum melanjutkan perjalanan darat menuju kawasan candi.

Setibanya di Prambanan, keduanya disambut Tari Rama Shinta yang diangkat dari epos Ramayana, sebuah kisah yang menjadi bagian penting dari warisan budaya India maupun Indonesia. Setelah menyaksikan pertunjukan tersebut, Prabowo dan Modi berfoto bersama dengan latar Candi Prambanan sebelum mendengarkan paparan mengenai program konservasi yang disampaikan Menteri Kebudayaan Fadli Zon.

Kedua pemimpin kemudian berkeliling kawasan candi menggunakan kendaraan buggy menuju area inti Prambanan. Dalam kesempatan itu, PM Modi juga menyempatkan diri menyapa sejumlah umat Hindu yang tengah bersembahyang di kompleks candi sebelum melanjutkan peninjauan ke lokasi konservasi.

Budaya Jadi Jembatan Persahabatan

Presiden Prabowo berharap kunjungan bersama ke Prambanan semakin mempererat persahabatan antara rakyat Indonesia dan India yang telah terjalin selama lebih dari seribu tahun.

Menurutnya, budaya memiliki kekuatan untuk menyatukan bangsa-bangsa, memperkuat saling pengertian, serta membangun kepercayaan dalam menghadapi tantangan masa depan bersama. Karena itu, kerja sama konservasi Prambanan diharapkan menjadi simbol bahwa hubungan Indonesia dan India akan terus berkembang, tidak hanya melalui diplomasi politik dan ekonomi, tetapi juga melalui pelestarian warisan budaya bersama.

Modi menutup sambutannya dengan nada optimistis. Ia mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo memintanya berjanji agar proyek konservasi Prambanan dapat diselesaikan sebelum 2029.

“Presiden telah meminta saya berjanji bahwa proyek ini harus selesai sebelum 2029 dan saya harus kembali ke sini. Saya berjanji akan datang lagi setelah konservasi selesai dan merayakannya bersama Anda semua,” kata Modi.

Sementara itu, Prabowo menyampaikan harapannya agar kolaborasi tersebut menjadi fondasi yang semakin mempererat hubungan kedua bangsa.

“Semoga persahabatan Indonesia dan India semakin kokoh, semakin erat, dan terus menghasilkan kerja sama yang nyata serta saling menguntungkan bagi kedua negara dan kedua rakyat kita,” ujar Prabowo.

Kunjungan ke Candi Prambanan menjadi penutup yang sarat makna dalam lawatan kenegaraan PM Narendra Modi ke Indonesia. Setelah rangkaian agenda di Istana Merdeka, pertemuan bilateral, pidato bersejarah di DPR RI, dan pertemuan bersama diaspora India, kedua pemimpin memilih menutup kunjungan di sebuah situs yang menjadi simbol persinggungan sejarah dan peradaban kedua bangsa. Di tengah relief Ramayana dan kemegahan arsitektur Prambanan, Indonesia dan India kembali menegaskan bahwa fondasi hubungan mereka tidak hanya dibangun oleh kepentingan strategis, tetapi juga oleh warisan budaya yang telah menghubungkan kedua negara selama lebih dari satu milenium.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pelindo Dukung Produk Kereta Nasional Menembus Pasar Selandia Baru

    Pelindo Dukung Produk Kereta Nasional Menembus Pasar Selandia Baru

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Surabaya, Agustus 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak dalam pengelolaan terminal nonpetikemas, mendukung kelancaran proses ekspor 120 unit Flat Top Wagon 40 foot produksi PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA ke Selandia Baru melalui Branch Jamrud Nilam Mirah, Surabaya. Pengiriman tersebut merupakan pengiriman ketiga untuk memenuhi […]

  • Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Jalan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Beton di Jalan Tol JORR Non S dan Jalan Tol Pondok Aren–Ulujami

    Tingkatkan Kenyamanan Pengguna Jalan, PT Jasamarga Tollroad Maintenance Laksanakan Rekonstruksi Beton di Jalan Tol JORR Non S dan Jalan Tol Pondok Aren–Ulujami

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, 23 Agustus 2026 — PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) melalui Maintenance Service Area (MSA) JORR melaksanakan pekerjaan preservasi berupa rekonstruksi beton 24 jam di sejumlah titik Jalan Tol JORR Non S. Pekerjaan ini merupakan bagian dari upaya JMTM dalam menjaga kualitas dan keandalan jalan tol serta mendukung keamanan dan kenyamanan pengguna jalan. Pekerjaan rekonstruksi […]

  • DPR Telah Rampungkan 28 Undang-Undang, RUU Perampasan Aset Dapat Atensi Perkuat Substansi

    DPR Telah Rampungkan 28 Undang-Undang, RUU Perampasan Aset Dapat Atensi Perkuat Substansi

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    PARLEMENTARIA, Jakarta – Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menegaskan bahwa setiap pembentukan undang-undang harus menghadirkan keberpihakan kepada rakyat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Menurutnya, kualitas legislasi tidak hanya diukur dari jumlah undang-undang yang dihasilkan, tetapi dari manfaat yang dirasakan rakyat. Hal tersebut disampaikan Puan saat memimpin Rapat Paripurna Pembukaan Masa Persidangan I […]

  • Industri Akuakultur Pakistan, Asia Selatan hingga Timur Tengah Bersiap Terapkan Solusi Terlengkap dari Indonesia

    Industri Akuakultur Pakistan, Asia Selatan hingga Timur Tengah Bersiap Terapkan Solusi Terlengkap dari Indonesia

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Kerja sama FisTx Indonesia dan Pak Gharo Agri & Livestock Farms hadirkan lima solusi akuakultur terintegrasi, dari teknologi sterilisasi air hingga pendampingan lapangan, untuk mendukung budidaya berkelanjutan di kawasan. YOGYAKARTA, 2026 — Pelaku industri akuakultur di Pakistan, dan kawasan Asia Selatan serta Timur Tengah pada umumnya, selama ini menghadapi tantangan serupa: kualitas air tambak yang […]

  • Rayakan KAI Expo 2026, KAI Bandara Hadirkan Promo Tiket hingga 30 Persen

    Rayakan KAI Expo 2026, KAI Bandara Hadirkan Promo Tiket hingga 30 Persen

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Jakarta, 04 September 2026 – Dalam rangka memeriahkan KAI Expo 2026, KAI Bandara menghadirkan promo spesial berupa diskon hingga 30% bagi masyarakat yang ingin menggunakan layanan kereta api bandara di wilayah operasional Yogyakarta dan Sumatera Utara. Promo ini menjadi bagian dari semangat KAI Bandara untuk memberikan nilai tambah sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin mudah, […]

  • Sudah Respon Cepat, Tapi Pelanggan Masih Kecewa? Ini Alasannya

    Sudah Respon Cepat, Tapi Pelanggan Masih Kecewa? Ini Alasannya

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 28
    • 0Komentar

    Dalam pelayanan pelanggan (customer service), perusahaan memantau berbagai metrik, salah satunya adalah Average Handling Time (AHT) dan memastikan setiap panggilan telepon diangkat dalam hitungan detik. Namun, apakah respons cepat benar-benar menjamin kepuasan pelanggan? Belum tentu. Kecepatan tanpa kualitas interaksi hanya akan menghasilkan penyelesaian masalah secara dangkal. Untuk mencapai service excellence sejati, bisnis harus melangkah lebih jauh dari sekadar respons […]

expand_less