Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

Presiden Prabowo Dorong Kedaulatan Emas Nasional

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mendorong penguatan kedaulatan emas nasional melalui pengembangan ekosistem emas dari hulu hingga hilir. Pemerintah ingin emas yang ditambang di Indonesia tidak sekadar menjadi komoditas yang keluar dari dalam negeri, tetapi dapat disimpan, diperdagangkan, dan dikembangkan nilai tambahnya di dalam negeri.

“Kita ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini, tapi disimpan, diperdagangkan, dan diberi nilai tambah di negeri sendiri,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah untuk memperkuat pengelolaan emas nasional adalah membangun ekosistem bank emas atau bullion bank.

Dalam waktu sekitar satu tahun, ekosistem bank emas nasional telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar 20 miliar dolar AS. Capaian tersebut disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026.

“Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, Indonesia punya bank emas (bullion), yang sekarang sudah mengelola 153 ton emas,” kata Prabowo.

Prabowo menilai keberadaan bank emas menjadi salah satu kekuatan ekonomi baru Indonesia. Pengelolaan emas melalui ekosistem keuangan nasional dinilai dapat memperkuat tabungan, pembiayaan, sekaligus memperdalam pasar keuangan domestik.

“Ini juga kekuatan ekonomi yang dilihat oleh dunia juga dan saya percaya di tahun-tahun mendatang ini akan juga meningkat,” ujarnya.

Dorongan kedaulatan emas tersebut tidak hanya menyangkut kepemilikan emas, tetapi juga bagaimana Indonesia menguasai rantai nilai komoditas tersebut.

Prabowo menegaskan emas Indonesia harus memberikan nilai ekonomi sebesar-besarnya bagi perekonomian nasional. Karena itu, emas yang dihasilkan dari pertambangan domestik perlu masuk ke dalam sistem penyimpanan, perdagangan, pembiayaan, hingga investasi di dalam negeri.

Dengan demikian, penguatan ekosistem emas menjadi bagian dari agenda hilirisasi mineral. Tantangannya bukan sekadar meningkatkan produksi tambang, tetapi memastikan semakin banyak nilai tambah dari komoditas tersebut yang tercipta dan berputar di dalam negeri.

Merujuk data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Indonesia memiliki modal kuat untuk memperkuat ekosistem emas nasional. Kapasitas pemurnian tidak hanya berasal dari perusahaan di bawah MIND ID, tetapi juga ditopang sejumlah pelaku usaha swasta.

Selain fasilitas refinery ANTAM berkapasitas 150 ton per tahun dan Smelter Manyar milik PT Freeport Indonesia dengan kapasitas pemurnian emas hingga 50 ton per tahun, terdapat smelter PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMAN) yang memiliki kapasitas pengolahan emas sekitar 18 ton per tahun.

Potensi produksi bijih emas nasional juga berasal dari sejumlah perusahaan tambang. PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) memiliki potensi produksi sekitar 2,4-2,7 ton per tahun, PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) sekitar 2,9 ton, PT Archi Indonesia Tbk (ARCI) sekitar 2,6 ton, PT Agincourt Resources (PTAR) sekitar 5,9-6,8 ton, serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) sekitar 2,2 ton per tahun.

Besarnya kapasitas produksi dan pemurnian tersebut menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem emas nasional yang lebih terintegrasi. Indonesia tidak hanya memiliki sumber daya emas, tetapi juga kapasitas untuk menambang, memurnikan, mengolah, memperdagangkan hingga menjadikan emas sebagai instrumen investasi.

Penguatan ekosistem tersebut bahkan berpotensi memberikan manfaat lebih luas terhadap perekonomian, termasuk memperkuat posisi emas sebagai salah satu aset yang dapat mendukung cadangan devisa bank sentral.

Prabowo mengatakan capaian pengelolaan 153 ton emas dalam sekitar satu tahun menunjukkan Indonesia mulai memiliki kemampuan membangun ekosistem bullion dalam skala besar.

“Jadi kita ternyata diam-diam, kita telah mencapai prestasi-prestasi yang berskala dunia. Saya kira boleh dicek, bank emas mana yang memiliki, yang mengelola 153 ton emas dalam satu tahun,” kata Prabowo.

Penguatan rantai emas tersebut sekaligus memperluas makna hilirisasi mineral. Jika sebelumnya nilai ekonomi emas terutama diperoleh dari kegiatan pertambangan dan pemurnian, pemerintah kini mendorong agar emas dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih panjang melalui perdagangan, penyimpanan, investasi dan pembiayaan di dalam negeri.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan melalui BRI KKB Expo 2026 di Jakarta dan Sekitarnya

    BRI Finance Perkuat Akses Pembiayaan Kendaraan melalui BRI KKB Expo 2026 di Jakarta dan Sekitarnya

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Jakarta, 7 Juli 2026 – Masyarakat Jakarta dan sekitarnya kini memiliki kesempatan lebih mudah untuk mewujudkan rencana memiliki kendaraan melalui penyelenggaraan BRI KKB Expo 2026 yang berlangsung pada 6–10 Juli 2026. Sebagai bagian dari BRI Group, PT BRI Multifinance Indonesia (“BRI Finance”) turut mendukung penyelenggaraan expo yang digelar secara serentak di 131 Unit Kerja BRI […]

  • Dia Tak Bisa Melihat Tulisan di Papan Tulis, 1.720 Orang dalam Program #MelihatMasaDepan Memilih untuk Mengubah Itu

    Dia Tak Bisa Melihat Tulisan di Papan Tulis, 1.720 Orang dalam Program #MelihatMasaDepan Memilih untuk Mengubah Itu

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Program hibah berbasis komunitas yang membuktikan bahwa kepercayaan publik bisa menjadi kompas pendanaan kesehatan mata di Indonesia. 22 Juni 2026 — Seorang anak perempuan berusia sembilan tahun di Nusa Tenggara Timur menerima kacamata pertamanya di awal tahun ini. Bertahun-tahun ia kesulitan menerima pembelajaran di sekolah. Gurunya mengira ia tidak serius. Orang tuanya mengira ia lamban […]

  • Barantum, Solusi Broadcast WhatsApp Resmi untuk Bisnis

    Barantum, Solusi Broadcast WhatsApp Resmi untuk Bisnis

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Barantum menyatukan CRM, AI Agent, Omnichannel dan WhatsApp Business API dalam satu dashboard, memudahkan bisnis mengelola semua percakapan pelanggan, meningkatkan efisiensi, serta mempercepat respon. Hasilnya, kepuasan pelanggan meningkat dan penjualan bisnis lebih optimal. Broadcast WhatsApp menjadi salah satu cara paling efektif untuk menjangkau pelanggan secara cepat dan personal. Namun, jika menggunakan layanan yang tidak sesuai […]

  • Penumpang Stasiun Araskabu Terus Meningkat, KAI Bandara Perkuat Mobilitas Masyarakat dengan Tarif Mulai Rp5.000

    Penumpang Stasiun Araskabu Terus Meningkat, KAI Bandara Perkuat Mobilitas Masyarakat dengan Tarif Mulai Rp5.000

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    PT Railink (KAI Bandara) terus menunjukkan komitmennya dalam menyediakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terjangkau. Hal tersebut tercermin dari meningkatnya jumlah penumpang yang memanfaatkan layanan KA Srilelawangsa melalui Stasiun Araskabu sepanjang tahun 2026. Berdasarkan data semester I tahun 2026, jumlah penumpang yang menggunakan layanan KA Srilelawangsa relasi Medan–Araskabu mencapai 558.862 penumpang, […]

  • Tinggalkan Resepsi 2 Jam: Tren ‘Wedding Weekend’ Meningkat, Pasangan Urban Pilih Konsep Stay-and-Celebrate

    Tinggalkan Resepsi 2 Jam: Tren ‘Wedding Weekend’ Meningkat, Pasangan Urban Pilih Konsep Stay-and-Celebrate

    • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Wedding Trend Survey Report 2025 dari platform industri Bridestory terhadap 5.000 calon pengantin mencatat pergeseran signifikan ke arah pernikahan yang lebih terkurasi: sebanyak 42% pasangan kini memilih jumlah tamu menengah (101–300 orang) guna menciptakan suasana yang lebih hangat (intimate), dan 13,6% responden secara spesifik merencanakan destination/staycation wedding di kawasan penyangga seperti Bogor, Bandung, dan Bali. […]

  • Kompetisi Nasional Pertama di Indonesia yang Mengangkat Oleh-Oleh sebagai Media Cerita Destinasi Umumkan Pemenang

    Kompetisi Nasional Pertama di Indonesia yang Mengangkat Oleh-Oleh sebagai Media Cerita Destinasi Umumkan Pemenang

    • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Jakarta, 27 Agustus 2026 –  Oleh-oleh selama ini identik sebagai buah tangan yang membawa pulang kenangan perjalanan. Namun di balik produk yang dibawa wisatawan ke berbagai penjuru dunia, kisah tentang destinasi, budaya, dan masyarakat yang melahirkannya sering kali tidak ikut tersampaikan. Melihat peluang tersebut, Nusantara Packaging Experience Awards (NPEA) 2026 hadir untuk mendorong lahirnya cara […]

expand_less