Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Sektor Jasa Keuangan dan Korporasi Indonesia Terancam Denda 2 Persen dari Pendapatan Saat Aturan AI Mulai Ditegakkan. Sebagian Besar Belum Mampu Membuktikan Apa yang Dikerjakan AI Mereka

Sektor Jasa Keuangan dan Korporasi Indonesia Terancam Denda 2 Persen dari Pendapatan Saat Aturan AI Mulai Ditegakkan. Sebagian Besar Belum Mampu Membuktikan Apa yang Dikerjakan AI Mereka

  • account_circle vritimes
  • calendar_month -1 jam yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Penegakan UU PDP kini berlaku aktif bagi seluruh sektor, OJK telah menyampaikan secara spesifik bagaimana tata kelola AI perbankan akan dinilai, dan Perpres tentang Etika AI nasional diperkirakan ditandatangani tahun ini. BSSN mencatat 3,64 miliar serangan siber dan lebih dari 56 juta data terekspos hingga tahun lalu. Veranthios hadir di Indonesia bersama mitra lokal PT Digivla Indonesia untuk membantu perusahaan menata kelola AI sebelum regulator, atau penyerang, lebih dulu menemukan celahnya.

JAKARTA. Tata kelola AI di Indonesia bergeser dari sekadar panduan
menjadi penegakan pada tahun ini. Masa transisi Undang-Undang Nomor 27 Tahun
2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) berakhir pada Oktober 2024.
Regulator kini aktif melakukan audit, dan sanksi denda hingga 2 persen dari
pendapatan tahunan, ditambah ancaman pidana hingga enam tahun penjara, berlaku
bagi setiap organisasi yang memproses data pribadi di Indonesia, tanpa
memandang sektor.

Sektor jasa keuangan memikul pengawasan sektoral tambahan di atas
ketentuan tersebut. Pada April 2025, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menerbitkan
AI Governance Handbook bagi perbankan Indonesia, yang menetapkan siklus hidup
AI dalam enam tahap dan menilainya berdasarkan tiga prinsip: akuntabilitas,
pengawasan manusia, dan keandalan. Peraturan OJK Nomor 1 Tahun 2026 tentang
tata kelola teknologi informasi bagi bank umum mulai berlaku pada Maret lalu.
Sementara itu, rancangan Peraturan Presiden tentang Etika dan Keamanan AI, yang
diperkirakan ditandatangani tahun ini dan berlaku lintas sektor ekonomi, akan
memperkenalkan registri model AI nasional serta kewajiban penilaian risiko bagi
sistem berisiko tinggi. Bank Indonesia mengawasi penggunaan AI pada sistem
pembayaran, Komdigi menegakkan kewajiban pendaftaran PSE dan aturan lokalisasi
data berdasarkan PP 71/2019, dan BSSN menetapkan standar keamanan siber.

Hasilnya, setiap perusahaan memikul eksposur UU PDP, sementara lembaga
keuangan berhadapan dengan sedikitnya empat regulator tambahan yang
masing-masing memiliki kewenangan penegakan tersendiri atas sistem AI yang
sama.

Pada saat yang sama, eksposurnya sudah berskala besar. BSSN mencatat 3,64
miliar serangan siber dan lebih dari 56 juta data terekspos yang berdampak pada
461 organisasi. Secara global, 68 persen perusahaan melaporkan keberadaan
Shadow AI, yaitu penggunaan perangkat AI oleh karyawan tanpa persetujuan tim
IT, dan sebagian besar di antaranya tidak mampu menyediakan jejak audit yang
sewaktu-waktu diminta regulator.

Perusahaan kini menghadapi kesenjangan dua sisi yang juga terlihat di
negara lain di kawasan, dan diperuncing oleh lanskap multiregulator Indonesia.
Di satu sisi, mereka tidak dapat membuktikan kepada Komdigi, atau bagi
perbankan juga kepada OJK dan Bank Indonesia, bahwa sistem AI mereka memenuhi standar
yang diharapkan masing-masing otoritas. Di sisi lain, mereka tidak dapat
melihat risiko AI yang terbentuk di dalam perimeter mereka sendiri dengan cukup
cepat untuk mendahului tenggat notifikasi insiden 72 jam.

Veranthios menjawab keduanya. Platform ini menemukan perangkat dan agen
AI yang beroperasi di seluruh organisasi, baik yang telah disetujui maupun
tidak. Seiring perusahaan mengadopsi AI agentik, Veranthios dirancang untuk
menata kelolanya pada lapisan protokol (MCP dan A2A) sehingga dapat membakukan
apa yang sebenarnya dikerjakan setiap agen, koneksi yang dimilikinya, dan
topologi multiagen yang terbentuk di antaranya: melampaui pemeriksaan lapisan
identitas yang selama ini menjadi batas sebagian besar perangkat tata kelola.
Setiap klaim kepatuhan dibuktikan melalui bukti berpenanda kriptografis yang
mengungkap setiap upaya manipulasi, bukan sekadar log yang masih dapat diubah.
Veranthios memetakan bukti tersebut langsung ke AI Governance Handbook OJK dan
UU PDP, di samping cakupan bawaan untuk kerangka utama lain di kawasan: MAS
FEAT (Singapura), IMDA AI Verify (Singapura), BNM RMiT (Malaysia), panduan
METI/FSA Jepang, ISO/IEC 42001, dan EU AI Act. Dengan demikian, satu paket
bukti dapat memenuhi kebutuhan seluruh regulator tempat perusahaan melapor di
kawasan Asia Pasifik.

Tata kelola tidak berhenti pada tahap penerapan. Veranthios
menjalankan pemantauan risiko berkelanjutan atas setiap sistem dan agen AI di
lingkungan produksi: deteksi drift secara real-time, observabilitas saat
runtime, serta guardrail otomatis yang menilai risiko secara terus-menerus,
bukan hanya pada satu titik waktu audit. Ketika perilaku, akses data, atau
koneksi protokol suatu agen bergeser keluar dari batas yang disetujui,
Veranthios menandai dan mendokumentasikannya saat itu juga. Paket bukti pun
sudah tersusun dan siap disampaikan kepada regulator jauh sebelum tenggat
notifikasi insiden 72 jam yang diwajibkan UU PDP, bukan disusun terburu-buru
setelah kejadian.

Untuk menghadirkan solusi ini bagi perusahaan Indonesia, Veranthios
menggandeng PT Digivla Indonesia yang berbasis di Jakarta Selatan,
memadukan platform tata kelola Veranthios dengan keahlian Digivla di bidang
regulasi dan implementasi di pasar jasa keuangan dan korporasi Indonesia.

“Arah regulasi di Indonesia kini sudah sangat jelas. Tantangannya
bukan lagi memahami apa yang diwajibkan aturan, melainkan membuktikan, kapan
pun diminta, bahwa sistem AI perusahaan berjalan secara berkelanjutan di dalam
koridor tersebut. Banyak organisasi masih belum memiliki visibilitas menyeluruh
atas penggunaan AI, terlebih ketika AI agentik makin banyak dipakai. Kemitraan
kami dengan Veranthios memungkinkan perusahaan Indonesia menerapkan tata kelola
AI dengan bukti yang dapat diverifikasi, sehingga memperkuat kepatuhan, menekan
risiko operasional, dan mempercepat adopsi AI yang bertanggung jawab,”
ujar Reza Maulana, Direktur Utama PT Digivla Indonesia.

Veranthios kini tersedia di Indonesia melalui PT Digivla Indonesia.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    Inspirational Tales of Gadgets Changing Lives for the Better

    • calendar_month Rabu, 21 Feb 2024
    • account_circle B01
    • visibility 283
    • 0Komentar

    As the timeline of technology perpetually accelerates, 2023 emerges as a testament to human creativity and ingenuity. The realm of gadgets is no longer restricted to mere utility; it’s about amplifying human potential and redefining boundaries. With each passing day, these handheld marvels become an even more integrated part of our daily lives, intertwining with […]

  • Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.168

    Harga Emas Berpeluang Lanjut Menguat, Dupoin Futures Bidik Resistance 4.168

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Harga emas diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Kamis (2/7). Berdasarkan hasil analisis teknikal Dupoin Futures yang disampaikan analis Geraldo Kofit, arah pergerakan Gold dalam jangka pendek masih didominasi sentimen positif setelah harga berhasil bertahan di atas area support penting. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa minat beli mulai kembali meningkat sehingga peluang […]

  • Kolaborasi SUCOFINDO–ABPEDNAS Hadirkan Akses Air Bersih bagi Desa Pulau Semambu

    Kolaborasi SUCOFINDO–ABPEDNAS Hadirkan Akses Air Bersih bagi Desa Pulau Semambu

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Ogan Ilir, 2 Juli 2026 – PT SUCOFINDO (PERSERO) bersama Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) meresmikan fasilitas sumur air bersih bagi masyarakat Desa Pulau Semambu, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Jumat (27/6). Kehadiran fasilitas tersebut menjadi wujud kolaborasi kedua pihak dalam mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih sekaligus memperkuat kualitas hidup […]

  • Prospek Karier Kreatif dan Lukratif Product Design Engineering

    Prospek Karier Kreatif dan Lukratif Product Design Engineering

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Di tengah pesatnya perkembangan era digital, kebutuhan industri terhadap lulusan Product Design Engineering terus meningkat. Sebab, perusahaan kini membutuhkan produk yang fungsional, inovatif, user-friendly, dan berbasis teknologi. Karena menggabungkan desain kreatif, engineering, dan problem solving, lulusan jurusan ini memiliki prospek karier luas dan skill yang relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Skill yang Dipelajari di […]

  • Prabowo Sambut PM Narendra Modi di Istana Merdeka, Tegaskan Eratnya Hubungan Indonesia-India

    Prabowo Sambut PM Narendra Modi di Istana Merdeka, Tegaskan Eratnya Hubungan Indonesia-India

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Jakarta — Presiden Prabowo Subianto menyambut Perdana Menteri India Narendra Modi dalam upacara penyambutan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Penyambutan berlangsung khidmat sekaligus meriah, menandai dimulainya agenda utama kunjungan kenegaraan Modi ke Indonesia yang dijadwalkan berlangsung hingga 8 Juli. PM Modi tiba di kawasan Istana sekitar pukul 10.20 WIB dengan iring-iringan pasukan pengawal bermotor […]

  • Beredar Rumor Tak Sedap, Jawaban Direksi BSG Hari Ini Bikin Semua Terdiam

    Beredar Rumor Tak Sedap, Jawaban Direksi BSG Hari Ini Bikin Semua Terdiam

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle B01
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Sulut, BATALYONWARTA.COM Di era keterbukaan informasi saat ini, literasi digital masyarakat terus diuji. Seringkali, narasi-narasi lama atau isu yang masih dalam tahap dugaan sengaja didaur ulang seolah-olah menjadi krisis baru, seperti halnya isu seputar dana CSR yang kembali diangkat ke permukaan. Menghadapi pola komunikasi yang cenderung memprovokasi opini publik ini, langkah paling bijak adalah melihat […]

expand_less