Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » S&P 500 Cetak Rekor, Data Tenaga Kerja Lemah Buka Peluang The Fed Lebih Dovish

S&P 500 Cetak Rekor, Data Tenaga Kerja Lemah Buka Peluang The Fed Lebih Dovish

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pasar saham Amerika Serikat (AS) mengawali pekan dengan sentimen positif setelah Wall Street mencatat penguatan dalam dua pekan berturut-turut. Indeks S&P 500 bahkan berhasil mencetak rekor baru, sementara Nasdaq Composite menjadi salah satu indeks dengan kinerja paling kuat berkat kembali bergairahnya saham-saham teknologi dan semikonduktor.

Pada perdagangan pekan lalu, S&P 500 menguat sekitar 3,6%, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 5,2%. Reli juga didukung oleh saham-saham yang berkaitan dengan teknologi dan kecerdasan buatan (AI), termasuk sektor semikonduktor yang kembali menjadi motor penggerak pasar. Penguatan tersebut terjadi di tengah meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve atau The Fed akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga setelah muncul tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja AS.

Data Tenaga Kerja AS Jadi Perhatian Investor

Sentimen pasar berubah setelah data ketenagakerjaan AS menunjukkan pelemahan yang cukup tajam. Nonfarm payrolls pada Juli 2026 tercatat turun 23.000 pekerjaan, berlawanan dengan ekspektasi ekonom yang memperkirakan penambahan sekitar 80.000 pekerjaan.

Selain penurunan payrolls, data sebelumnya juga mengalami revisi ke bawah. Pertumbuhan pekerjaan pada Mei direvisi dari 129.000 menjadi 63.000, sementara Juni direvisi dari 57.000 menjadi hanya 20.000. Tingkat pengangguran justru turun menjadi 4,1% dari 4,2%, tetapi penurunan tersebut terjadi bersamaan dengan turunnya tingkat partisipasi angkatan kerja.

Data tersebut memberikan sinyal bahwa pasar tenaga kerja AS mulai kehilangan momentum. Bagi investor, kondisi ini justru dapat menjadi katalis positif bagi aset berisiko karena tekanan terhadap The Fed untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat menjadi lebih rendah.

Pasar kini menilai peluang kenaikan suku bunga pada September semakin mengecil. Setelah data pekerjaan dirilis, probabilitas kenaikan suku bunga September di pasar futures turun ke kisaran 44%, dibandingkan sekitar 60% sebelumnya.

Situasi ini mencerminkan fenomena “bad news is good news” bagi pasar saham. Data ekonomi yang lebih lemah dapat menjadi kabar buruk bagi pertumbuhan, tetapi sekaligus meningkatkan harapan bahwa The Fed tidak perlu menaikkan suku bunga lebih tinggi. Penurunan imbal hasil obligasi AS juga berpotensi memberikan dukungan bagi saham-saham teknologi yang sensitif terhadap perubahan suku bunga.

Inflasi Jadi Katalis Berikutnya

Meski demikian, reli pasar belum sepenuhnya aman. Fokus investor kini beralih ke sejumlah indikator ekonomi penting yang akan dirilis sepanjang pekan ini, terutama data inflasi.

Data Consumer Price Index (CPI) Juli akan menjadi perhatian utama karena dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan The Fed selanjutnya. Konsensus pasar memperkirakan inflasi utama berada di sekitar 3,4% secara tahunan, sementara inflasi inti diproyeksikan sekitar 2,5%. Jika data inflasi kembali menunjukkan perlambatan, ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan kebijakan yang lebih dovish dapat semakin menguat.

Selain CPI, investor juga akan mencermati Producer Price Index (PPI), penjualan ritel, serta data sektor perumahan. PPI penting untuk melihat tekanan harga dari sisi produsen, sedangkan penjualan ritel dapat memberikan gambaran mengenai kekuatan konsumsi rumah tangga AS.

Jika kombinasi data tersebut menunjukkan inflasi yang terkendali dan aktivitas ekonomi yang mulai melambat secara terukur, ruang bagi The Fed untuk tidak menaikkan suku bunga akan semakin terbuka. Sebaliknya, apabila inflasi kembali meningkat, pasar dapat kembali mengantisipasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan berpotensi menekan valuasi saham.

Dengan S&P 500 berada di level rekor dan Nasdaq mencatat kenaikan signifikan, investor perlu mencermati apakah reli saat ini dapat berlanjut atau justru memasuki fase konsolidasi. Kinerja laba perusahaan yang kuat masih menjadi fondasi penting bagi pasar, terutama setelah sebagian besar perusahaan S&P 500 melaporkan kinerja kuartal kedua yang melampaui ekspektasi.

Pantau Pergerakan Saham AS, Kripto, dan Emas di Nanovest

Pergerakan Saham Amerika Serikat, aset kripto, dan emas digital saat ini bisa kamu cek melalui aplikasi Nanovest. Bagi kamu yang tertarik mulai berinvestasi di saham AS maupun mengeksplorasi aset kripto dan emas digital, Nanovest menawarkan akses ke berbagai pilihan aset dalam satu platform.

Nanovest memungkinkan pengguna mulai berinvestasi dengan modal dari Rp5.000. Berdasarkan informasi di situs resminya, layanan aset kripto Nanovest disediakan oleh PT Tumbuh Bersama Nano yang telah berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sementara transaksi emas digital dilakukan melalui mitra yang berizin Bappebti.

Dari sisi keamanan, Nanovest juga menyebut adanya perlindungan melalui Asuransi Sinarmas serta fitur keamanan NanoShield untuk membantu melindungi akun dan aset pengguna dari risiko keamanan siber.

Bagi investor pemula, Nanovest dapat menjadi salah satu pilihan untuk mulai mengenal investasi secara bertahap. Aplikasi Nanovest tersedia di Google Play Store dan App Store, sehingga pengguna dapat memantau pasar dan mengelola investasi melalui satu aplikasi.

Informasi lebih lanjut mengenai layanan dan produk Nanovest dapat ditemukan melalui situs resmi Nanovest.

Disclaimer: Investasi memiliki risiko. Investor perlu memahami karakteristik dan risiko setiap aset sebelum mengambil keputusan investasi.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Public

    Emas Kembali Tertekan di Bawah US$4.300, Ini Prediksi XAUUSD Hari Ini

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Harga emas atau XAUUSD masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari Senin (28/9). Pergerakan emas dibayangi oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS), kenaikan harga minyak, serta meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed). Kondisi tersebut membuat aset tanpa imbal hasil seperti emas menghadapi tekanan, meskipun ketegangan geopolitik AS-Iran masih memberikan dukungan […]

  • Panduan Memilih Aplikasi POS Terbaik di Indonesia 2026

    Panduan Memilih Aplikasi POS Terbaik di Indonesia 2026

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Setiap aplikasi kasir memiliki keunggulan berbeda. POST menawarkan harga yang transparan dengan fitur QRIS dan mode offline, Moka POS dan Majoo unggul di sisi ekosistem dan fitur, sedangkan Qasir serta Pawoon menjadi alternatif bagi UMKM yang mulai beralih ke sistem digital. Memilih aplikasi POS terbaik bukan hanya soal mencari harga termurah atau fitur terbanyak. Setiap […]

  • Tim Mini Soccer BRI Region 6 Raih Juara 1 Geothermal League 2026, Manajer Tim Ungkap Rasa Bangga dan Kebahagiaan.

    Tim Mini Soccer BRI Region 6 Raih Juara 1 Geothermal League 2026, Manajer Tim Ungkap Rasa Bangga dan Kebahagiaan.

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Tim Mini Soccer BRI Region 6 dengan berhasil meraih gelar Juara 1 pada ajang Geothermal League 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat, disiplin, dan kerja sama tim mampu menghasilkan […]

  • Public

    Pemerintah Soroti Keadilan Pajak di Tengah Pertumbuhan Industri Kripto

    • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    ” /> Jakarta, 20 Oktober 2026 — Pemerintah Indonesia menyoroti pentingnya sistem perpajakan yang adil di tengah pertumbuhan ekonomi digital dan industri aset kripto. Kebijakan pajak yang proporsional dinilai perlu menjaga kepatuhan sekaligus mendukung daya saing pelaku usaha dan keberlanjutan industri aset digital di dalam negeri. Wakil Menteri Keuangan, Nurkholisoh Ibnu Aman, mengatakan perkembangan teknologi […]

  • Dukung Program Mandiri Energi Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Siapkan 10 Ribu Hektare Lahan Singkong di Lampung

    Dukung Program Mandiri Energi Nasional, Holding Perkebunan Nusantara Siapkan 10 Ribu Hektare Lahan Singkong di Lampung

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Bandar Lampung – PTPN I Regional 7, bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), membuka peluang kerja sama bagi investor untuk pengembangan budidaya singkong di Provinsi Lampung. Sebanyak lebih dari 10 ribu hektare lahan tersedia di Unit Kerja Kebun Kedaton, Bergen, Way Berulu, Way Lima, Tulungbuyut, dan Bungamayang guna mendukung implementasi Program Mandiri Energi […]

  • Pekan Halal Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Ekosistem Halal, Pendidikan, dan Gaya Hidup dalam Satu Ruang

    Pekan Halal Indonesia 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan Ekosistem Halal, Pendidikan, dan Gaya Hidup dalam Satu Ruang

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta, 28 Agustus 2026 — Pekan Halal Indonesia (PHI) 2026 In Conjunction with EduNation Festival resmi dibuka hari ini, Jumat (28/8), di Jakarta International Convention Center (JICC). Mengusung semangat mempertemukan industri halal, pendidikan, komunitas, dan masyarakat dalam satu ekosistem, gelaran perdana ini akan berlangsung hingga 30 Agustus 2026 di Hall A dan Cenderawasih JICC. Penyelenggaraan […]

expand_less