Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Kasus Proyek AMI, CYEA Ingatkan Penilaian Publik Harus Berdasarkan Fakta, Bukan Opini

Kasus Proyek AMI, CYEA Ingatkan Penilaian Publik Harus Berdasarkan Fakta, Bukan Opini

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 8 Jul 2026
  • visibility 28
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

CYEA mengajak masyarakat memahami proyek AMI atau Smart Meter PLN secara utuh dan berimbang berdasarkan fakta, manfaat, serta implementasinya bagi pelanggan.

Jakarta, 6 Juli 2026 – Center for Youth Energy Appreciation (CYEA) menanggapi berkembangnya berbagai narasi mengenai proyek Advanced Metering Infrastructure (AMI) atau Smart Meter PT PLN (Persero). Menurut CYEA, masyarakat perlu memperoleh informasi yang utuh dan berimbang mengenai implementasi proyek tersebut, sehingga penilaian terhadap program strategis nasional tidak hanya didasarkan pada tuduhan atau opini yang berkembang di ruang publik, tetapi juga pada fakta pelaksanaan serta manfaat yang telah dirasakan pelanggan.

CYEA menegaskan bahwa proyek Smart Meter AMI merupakan bagian dari transformasi digital PT PLN (Persero) yang telah diimplementasikan secara bertahap sejak 2023. Program tersebut bukan lagi sekadar rencana, melainkan telah diterapkan di berbagai wilayah Indonesia dan memberikan manfaat nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan yang lebih modern, efisien, transparan, dan berbasis digital.

Transformasi tersebut dinilai tidak terlepas dari arah kepemimpinan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang mendorong digitalisasi sebagai fondasi perubahan menyeluruh di tubuh perusahaan. Digitalisasi tidak hanya diterapkan pada layanan pelanggan, tetapi juga mencakup sistem pembangkitan, transmisi, distribusi, hingga tata kelola perusahaan sehingga membentuk ekosistem kelistrikan yang lebih terintegrasi dan berbasis data. Di bawah kepemimpinannya, transformasi PLN juga mencakup restrukturisasi organisasi, penguatan platform digital, percepatan transisi energi, serta modernisasi layanan publik melalui berbagai inovasi teknologi.

Salah satu implementasi nyata transformasi tersebut adalah proyek Smart Meter AMI yang mulai dijalankan di berbagai wilayah Indonesia sejak 2023. Teknologi ini memungkinkan pencatatan konsumsi listrik dilakukan secara otomatis dan real time, sehingga meningkatkan akurasi pencatatan, mempercepat penanganan gangguan, mengurangi potensi kesalahan pencatatan manual, serta menghadirkan pelayanan yang lebih modern, efisien, dan transparan bagi pelanggan.

Sejak dimulainya implementasi pada tahun 2023, PLN telah melakukan penggantian meteran konvensional kepada sekitar 1,2 juta pelanggan yang tersebar di delapan Unit Induk Distribusi (UID), yakni Sumatera Utara, Banten, Jakarta Raya, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, serta Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat. Capaian tersebut menunjukkan bahwa implementasi AMI telah berjalan secara luas dan menjadi salah satu tonggak penting dalam modernisasi sistem pelayanan kelistrikan nasional. Keberhasilan implementasi di berbagai daerah juga menunjukkan bahwa manfaat Smart Meter telah dirasakan secara langsung oleh pelanggan melalui peningkatan kualitas layanan dan efisiensi operasional.

Direktur Center for Youth Energy Appreciation (CYEA), Jefferson, mengatakan bahwa setiap dugaan atau informasi yang berkembang mengenai suatu proyek strategis nasional perlu disikapi secara objektif dengan mengedepankan fakta implementasi dan menghormati proses hukum yang berlaku.

“Kami menghormati setiap proses hukum apabila terdapat dugaan pelanggaran dalam suatu proyek. Namun, di sisi lain publik juga perlu melihat fakta bahwa implementasi Smart Meter AMI telah berjalan sejak 2023 dan telah menjangkau sekitar 1,2 juta pelanggan di delapan Unit Induk Distribusi. Program ini telah memberikan manfaat nyata melalui peningkatan akurasi pencatatan konsumsi listrik, percepatan penanganan gangguan, peningkatan efisiensi pelayanan, serta transparansi penggunaan energi bagi pelanggan. Fakta-fakta tersebut penting menjadi bagian dari informasi yang diterima masyarakat agar tidak terjadi pembentukan opini yang mengabaikan realitas implementasi di lapangan,” ujar Jefferson.

Menurut Jefferson, transformasi digital yang dijalankan PLN selama beberapa tahun terakhir menunjukkan perubahan paradigma dalam pengelolaan sistem kelistrikan nasional. Digitalisasi tidak lagi sekadar menghadirkan layanan berbasis aplikasi, melainkan menjadi instrumen utama dalam meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat tata kelola perusahaan, mempercepat pengambilan keputusan berbasis data, serta meningkatkan keandalan pasokan listrik kepada masyarakat.

CYEA menilai keberhasilan proyek Smart Meter AMI merupakan salah satu pencapaian penting dalam modernisasi sistem kelistrikan nasional. Melalui sistem digital tersebut, pelanggan dapat memperoleh data penggunaan listrik yang lebih akurat, memantau konsumsi energi secara lebih mudah, memperoleh informasi pemakaian secara real time, serta mendapatkan layanan yang lebih cepat apabila terjadi gangguan pada jaringan listrik.

Di sisi lain, proyek AMI juga memberikan nilai tambah bagi PLN melalui peningkatan efisiensi operasional, pengurangan kehilangan energi (technical maupun non-technical losses), percepatan identifikasi gangguan jaringan, optimalisasi pemeliharaan sistem distribusi, hingga mendukung pengambilan keputusan berbasis data (data-driven decision making). Seluruh manfaat tersebut menjadi fondasi penting dalam mewujudkan sistem kelistrikan nasional yang modern, adaptif, dan berkelanjutan.

CYEA berpandangan bahwa setiap informasi yang berkembang mengenai proyek strategis nasional hendaknya disikapi secara proporsional dengan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menghormati proses penegakan hukum. Di saat yang sama, fakta mengenai implementasi program dan manfaat yang telah dirasakan masyarakat juga perlu menjadi bagian dari ruang informasi publik agar masyarakat memperoleh gambaran yang utuh dan berimbang.

Sebagai organisasi yang memiliki perhatian terhadap pengembangan sektor energi nasional, CYEA meyakini bahwa inovasi teknologi merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari dalam menghadapi tantangan transisi energi dan digitalisasi. Pemanfaatan teknologi informasi di sektor ketenagalistrikan akan meningkatkan efisiensi, memperkuat tata kelola perusahaan, serta menciptakan pelayanan publik yang lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

CYEA berharap keberhasilan implementasi AMI menjadi pijakan bagi PLN untuk terus melanjutkan transformasi digital secara konsisten dengan tetap mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola perusahaan yang baik, sehingga Indonesia memiliki sistem kelistrikan yang semakin andal, cerdas (smart electricity system), dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Biaya WhatsApp Naik? Ini 7 Cara Bisnis Menekannya

    Biaya WhatsApp Naik? Ini 7 Cara Bisnis Menekannya

    • calendar_month Jumat, 11 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Ketika balasan WhatsApp mulai diperhitungkan, bisnis tidak cukup hanya melihat tarif per pesan. Hal […]

  • Public

    Bittime Soroti Regulasi Stablecoin dan Perkembangan Aset Digital

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Bittime menyoroti persiapan regulasi stablecoin di Indonesia yang ditargetkan memiliki arah awal pada Januari 2027, mencakup tata kelola, cadangan aset, mekanisme penukaran, dan perlindungan konsumen. Di tengah pertumbuhan pasar aset digital, stablecoin dan tokenisasi dinilai memiliki potensi dalam perkembangan keuangan digital, tetapi tetap memiliki karakteristik dan risiko yang perlu dipahami. Bittime menekankan pentingnya kejelasan regulasi, […]

  • Di Balik Duka Yahukimo, Koops TNI Habema Perkuat Perlindungan Warga Agar Kekerasan Tak Kembali Merenggut Nyawa

    Di Balik Duka Yahukimo, Koops TNI Habema Perkuat Perlindungan Warga Agar Kekerasan Tak Kembali Merenggut Nyawa

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 30
    • 0Komentar

    Yahukimo, Papua Pegunungan, 23 Juli 2026 – Di balik duka yang kembali menyelimuti Yahukimo, Komando Operasi (Koops) TNI Habema memperkuat komitmennya untuk melindungi masyarakat Papua dari ancaman kekerasan. Bagi Koops TNI Habema, menjaga keamanan bukan sekadar menjalankan tugas negara, melainkan memastikan setiap warga dapat menjalani kehidupan dengan aman, bekerja dengan tenang, serta membangun masa depan […]

  • Nyaman Sejak Langkah Pertama: KAI Perkuat Keandalan Fasilitas Stasiun Seiring Pertumbuhan Pengguna LRT Jabodebek

    Nyaman Sejak Langkah Pertama: KAI Perkuat Keandalan Fasilitas Stasiun Seiring Pertumbuhan Pengguna LRT Jabodebek

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    KAI terus tingkatkan keandalan & keselamatan fasilitas stasiun LRT Jabodebek sepanjang 2026. Pekerjaan meliputi optimalisasi penerangan di JPO Stasiun Pancoran, entrance & JPO Kuningan, JPO+lift Rasuna Said, serta tambah AC area concourse Dukuh Atas. Peremajaan lift & eskalator dilakukan di Jatimulya, Bekasi Barat, Jatibening Baru, dan Cikunir 1 dengan ganti komponen utama. Waterproofing atap juga […]

  • Public

    Tiga Bulan Jelang PSPK 1 & 2 Berlaku, Emiten Perlu Siapkan Sistem Data Keberlanjutan Sekarang

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    PSPK 1 dan 2, standar pengungkapan risiko dan peluang keberlanjutan, termasuk iklim, yang mengadopsi IFRS S1 dan S2, berlaku efektif 1 Januari 2027. Dalam seminar daring TruCarbon dan Asosiasi Emiten Indonesia (AEI), Rabu (30/9), AEI, IAI, BCA, dan TruCarbon mendorong emiten memanfaatkan sisa tiga bulan untuk membangun dan menguji sistem data keberlanjutan yang terhubung dengan […]

  • Terapkan Sirkular Ekonomi, MIND ID Daur Ulang Lebih dari 1 Juta Ton Material Sisa

    Terapkan Sirkular Ekonomi, MIND ID Daur Ulang Lebih dari 1 Juta Ton Material Sisa

    • calendar_month Selasa, 7 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    JAKARTA — MIND ID Grup memperkuat penerapan ekonomi sirkular di sektor pertambangan dengan memanfaatkan lebih dari 1 juta ton material sisa melalui skema penggunaan kembali (reuse), daur ulang (recycle), dan pemulihan (recovery). Langkah tersebut turut mendorong penurunan timbulan limbah padat sebesar 11,3 persen secara tahunan. Berdasarkan Laporan Keberlanjutan MIND ID 2025, sebanyak 82.876 ton limbah […]

expand_less