Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Gelar IRRDB Socio-Economic Seminar 2026

Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Kolaborasi Global, PT RPN Gelar IRRDB Socio-Economic Seminar 2026

  • account_circle Net
  • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PT Riset Perkebunan Nusantara melalui Pusat Penelitian Karet, entitas dari Holding Perkebunan Nusantara, bekerja sama dengan International Rubber Research and Development Board (IRRDB) menyelenggarakan IRRDB Socio-Economic Seminar 2026 pada 30 Juni–2 Juli 2026 di Hotel Aryaduta, Kuta, Bali.

Mengusung tema “Strengthening Economic Resilience and Value Addition in the Global Natural Rubber Supply Chain”, seminar ini menjadi forum internasional yang mempertemukan para peneliti, pembuat kebijakan, pelaku industri, akademisi, dan pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk membahas tantangan serta peluang dalam pengembangan industri karet alam global.

Seminar ini dihadiri oleh sejumlah tamu yang mewakili pemerintah, asosiasi industri, dan organisasi internasional, di antaranya Wakil Sekretaris Jenderal IRRDB, Dr. Wan Abdul Rahaman, Direktur Hasil Hutan dan Industri Perkebunan Direktorat Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian RI, Direktur Sabah Rubber Industry Board (Malaysia), Ketua International Rubber Consortium (IRCo), Ketua Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO), dan Ketua Asosiasi Produsen Ban Indonesia (APBI). Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut semakin menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor dan lintas negara dalam mendorong kemajuan industri karet alam yang berdaya saing dan berkelanjutan.

Seminar dibuka dengan sambutan dari Direktur PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN), Dr. Iman Yani Harahap, yang menyoroti berbagai tantangan global yang saat ini memengaruhi industri karet, mulai dari ketidakpastian geopolitik hingga meningkatnya biaya produksi.

Dalam sambutannya, Dr. Iman Yani Harahap menyampaikan bahwa meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah telah memberikan dampak nyata terhadap pasar energi dunia, yang berujung pada kenaikan harga minyak serta meningkatnya biaya produksi di berbagai sektor.

“Sebagai produsen karet alam terbesar kedua di dunia, Indonesia menghadapi tantangan berupa meningkatnya biaya logistik, transportasi, serta harga pupuk yang semakin membebani sektor perkebunan karet. Melalui seminar ini, kami berharap lahir berbagai gagasan, rekomendasi, dan solusi praktis untuk menjawab tantangan sosial ekonomi yang terus berkembang dalam industri karet global,” ujar Dr. Iman Yani Harahap.

Seminar ini diikuti lebih dari 80 peserta yang berasal dari negara Jepang, Malaysia, Thailand, India, Singapura, Sri Lanka, Vietnam dan Indonesia. Peserta berasal dari berbagai kalangan, termasuk lembaga penelitian, perusahaan perkebunan dan industri karet, asosiasi petani, organisasi internasional, lembaga pembangunan, perguruan tinggi, serta instansi pemerintah dan perbankan. Kehadiran beragam institusi tersebut mencerminkan kuatnya sinergi kolaborasi lintas negara dan lintas sektor dalam mendukung pengembangan industri karet alam yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berdaya saing.

Selama tiga hari pelaksanaan seminar, peserta mengikuti pemaparan materi utama, sesi teknis, diskusi ilmiah, dan berbagi pengalaman yang menghadirkan para pakar dari negara-negara anggota IRRDB, organisasi internasional, akademisi, serta pelaku industri karet.

Melalui penyelenggaraan seminar ini, IRRDB bersama PT Riset Perkebunan Nusantara berharap dapat memperkuat sinergi internasional dalam merumuskan strategi yang mampu meningkatkan ketahanan ekonomi, keberlanjutan, nilai tambah, serta daya saing industri karet alam di tingkat global.

Press Release ini juga sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: Net

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

    Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Indonesia Health Development Center (IHDC) menyelenggarakan Seri Diskusi Publik bertajuk “Ideologi Kesehatan Indonesia” pada tanggal 15 Agustus 2026 di Panglima Polim, Jakarta Selatan. Acara yang dibuka oleh Ketua Dewan Pembina IHDC, Prof. DR. Dr. Nila Moeloek, Sp.M (K), ini mempertemukan berbagai pakar lintas sektor dan tokoh masyarakat untuk membahas empat dimensi utama, yakni Kedaulatan, Tata […]

  • Public

    Managed SOC Semakin Dibutuhkan untuk Memperkuat Deteksi dan Respons Ancaman Siber 24/7

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    JAKARTA, INDONESIA – Oktober 2026 – Ancaman siber tidak mengikuti jam kerja. Ketika tim IT sedang tidak bertugas, infrastruktur perusahaan tetap dapat menghadapi serangan, sementara log dan alert keamanan terus muncul dari endpoint, jaringan, cloud, aplikasi, dan perangkat yang terhubung. Kondisi tersebut membuat perusahaan tidak cukup hanya memiliki perangkat keamanan. Mereka juga membutuhkan kemampuan untuk […]

  • Predictive Call Barantum untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional

    Predictive Call Barantum untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Barantum adalah solusi aplikasi all in one CRM terbaik untuk bisnis yang menyediakan WhatsApp CRM, broadcast, chatbot, AI Agent, omnichannel, dan call center dalam satu platform terintegrasi. Kelola dan optimalkan seluruh perjalanan customer, mulai dari customer masuk, closing, dan repeat order. Banyak perusahaan masih mengandalkan proses panggilan manual untuk aktivitas penjualan, collection, dan layanan pelanggan. […]

  • Satu Tahun Aksi Bersama: Dari Ruang Titian Jakarta Hingga Peresmian Jembatan Kemerleng di Aceh Tengah

    Satu Tahun Aksi Bersama: Dari Ruang Titian Jakarta Hingga Peresmian Jembatan Kemerleng di Aceh Tengah

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Menandai satu tahun perjalanannya dalam memperjuangkan kedaulatan akses di pelosok Indonesia, gerakan komunitas Aksi Bersama menyelenggarakan forum publik bertajuk “Ruang Titian: Titik Sambung“ di Shoemaker Studios, Cikini, Jakarta Pusat. Mengusung tema besar “Menggerakkan Perubahan dari Akar Rumput”, forum ini menghadirkan ruang refleksi kritis, bedah data ekonomi-sosiologis, hingga ekspresi seni interaktif untuk meredefinisi pembangunan fisik menjadi sebuah gerakan solidaritas […]

  • Perkuat Angkutan Komoditas Pangan, KAI Logistik dan PT Bogantara Indo Transport Tandatangani Kerja Sama Pengiriman Hasil Bumi, Pangan, Ternak dan Pendukungnya dengan Kereta Api

    Perkuat Angkutan Komoditas Pangan, KAI Logistik dan PT Bogantara Indo Transport Tandatangani Kerja Sama Pengiriman Hasil Bumi, Pangan, Ternak dan Pendukungnya dengan Kereta Api

    • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    KAI Logistik Bersama PT Bogantara Indo Transport menandatangani Perjanjian Kerja Sama tentang Pengiriman Komoditas Hasil Bumi, Pangan, Ternak dan Pendukungnya menggunakan Kereta Api pada Selasa (15/09). Penandatanganan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pemanfaatan angkutan kereta api untuk mendukung distribusi komoditas pangan sekaligus memperluas konektivitas logistik antardaerah. Perjanjian ditandatangani oleh Aniek Dwi Deviyanti, Direktur Pengembangan […]

  • Public

    BP Tapera Perkuat Sinergi Kementerian Kehutanan melalui Program KPR Subsidi FLPP

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Per 29 September 2026, BP Tapera mencatat realisasi penyaluran FLPP sebanyak 161.746 unit dengan nilai pembiayaan mencapai Rp20,139 triliun.Melalui audiensi ini, BP Tapera dan Kementerian Kehutanan diharapkan dapat terus memperkuat koordinasi dalam penyampaian informasi program KPR Subsidi FLPP, sehingga semakin banyak pegawai yang memenuhi kriteria dapat memperoleh kesempatan untuk mewujudkan kepemilikan rumah pertama. Jakarta, 29 […]

expand_less