Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Bitcoin Masuki Pekan Penentuan, Mampukah Kembali Tembus US$85.000?

Bitcoin Masuki Pekan Penentuan, Mampukah Kembali Tembus US$85.000?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 7 Sep 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 7 September 2026 – Bitcoin (BTC) masih bergerak di sekitar level US$79.000 setelah reli menuju US$82.000 belum mampu berlanjut. Meski momentum jangka pendek cenderung tertahan, peluang Bitcoin untuk kembali menguji US$85.000 masih terbuka seiring pasar bersiap menghadapi sejumlah agenda ekonomi penting Amerika Serikat (AS) dalam beberapa hari ke depan.

Data internal FLOQ menunjukkan Bitcoin diperdagangkan sekitar US$79.522, dengan rentang perdagangan 24 jam antara US$79.081 hingga US$80.494. Sementara itu, dalam tujuh hari terakhir, BTC sempat bergerak hingga US$82.108 sebelum kembali terkoreksi.

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai kondisi saat ini menempatkan Bitcoin pada fase konsolidasi penting. Menurutnya, area US$82.000 menjadi salah satu level yang perlu ditembus agar momentum kenaikan menuju US$85.000 kembali mendapatkan konfirmasi.

“Bitcoin saat ini berada dalam fase menunggu katalis baru. Area US$82.000 menjadi level yang cukup penting karena beberapa kali menjadi resistance. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan volume dan permintaan yang kuat, peluang untuk melihat Bitcoin kembali menguji US$85.000 akan semakin terbuka,” ujar Yudho.

Jalan Menuju US$85.000 Masih Terbuka

Secara teknikal, Bitcoin masih menghadapi resistance di kisaran US$80.000 hingga US$82.000. Kemampuan BTC merebut kembali area tersebut akan menjadi salah satu sinyal penting untuk menentukan apakah tren pemulihan dapat berlanjut.

Sentimen pasar terhadap kemungkinan kenaikan juga masih relatif positif. Laporan mencatat pasar prediksi pergerakan Bitcoin sebelumnya memberikan probabilitas sekitar 77% bahwa BTC akan melewati US$85.000 sebelum 2 Oktober 2026. Meski demikian, probabilitas di prediction market bersifat dinamis dan bukan merupakan proyeksi harga yang pasti.

Yudho mengatakan target US$85.000 masih realistis apabila beberapa katalis makro bergerak sesuai harapan pasar.

“Untuk menuju US$85.000, Bitcoin tidak hanya membutuhkan faktor teknikal. Pasar juga membutuhkan dukungan dari sisi likuiditas dan sentimen makro. Karena itu, pergerakan minggu ini penting untuk melihat apakah investor kembali meningkatkan eksposur terhadap aset berisiko atau justru memilih lebih defensif menjelang keputusan The Fed,” jelasnya.

Arus Dana ETF Masih Jadi Penopang

Di tengah volatilitas harga, permintaan institusional terhadap Bitcoin masih menunjukkan sinyal positif.

ETF Bitcoin di AS membukukan net inflow sekitar US$175 juta pada 4 September, menandai tiga sesi berturut-turut arus dana positif. BlackRock IBIT menyumbang sekitar US$117 juta, sedangkan Fidelity mencatat arus masuk sekitar US$57,22 juta. Sehari sebelumnya, total inflow ETF Bitcoin bahkan mencapai sekitar US$731 juta.

Menurut Yudho, kesinambungan arus dana ETF menjadi faktor yang perlu diperhatikan karena dapat menunjukkan bahwa investor institusional masih memiliki minat terhadap Bitcoin meskipun volatilitas jangka pendek meningkat.

“ETF inflow menjadi salah satu indikator yang menarik karena memperlihatkan bahwa permintaan institusional masih ada ketika Bitcoin mengalami konsolidasi. Apabila tren arus masuk ini berlanjut, tekanan dari sisi permintaan bisa membantu Bitcoin mempertahankan struktur kenaikannya dan kembali mencoba resistance yang lebih tinggi,” katanya.

Bitcoin Hadapi Tiga Ujian Besar Pekan Ini

Selain pergerakan harga, perhatian investor pekan ini akan tertuju pada serangkaian agenda ekonomi AS yang berpotensi mengubah ekspektasi terhadap kebijakan The Fed.

Ujian pertama datang dari pasar obligasi AS. Departemen Keuangan AS dijadwalkan melelang kembali Treasury Note tenor 10 tahun pada 9 September 2026, dengan settlement pada 15 September. Hasil lelang menjadi penting karena permintaan yang lemah berpotensi mendorong imbal hasil obligasi lebih tinggi, sementara permintaan yang kuat dapat membantu menahan kenaikan yield.

Pada hari yang sama, kebijakan baru Treasury untuk meningkatkan kapasitas program buyback obligasi berjangka panjang juga mulai berlaku. Treasury meningkatkan batas maksimum operasi liquidity-support buyback dari US$2 miliar menjadi setidaknya US$4 miliar per operasi untuk sejumlah surat utang berjangka panjang. Kebijakan ini berlaku mulai 9 September hingga awal November.

Setelah itu, pasar kripto akan menghadapi dua laporan inflasi utama. Bureau of Labor Statistics (BLS) dijadwalkan merilis Producer Price Index (PPI) Agustus pada 10 September, disusul Consumer Price Index (CPI) Agustus pada 11 September. CPI AS terakhir tercatat meningkat 3,4% secara tahunan pada Juli.

Data tersebut menjadi semakin penting setelah laporan ketenagakerjaan AS menunjukkan nonfarm payroll bertambah 162.000 pada Agustus, sementara tingkat pengangguran bertahan di 4,1%. Kondisi pasar tenaga kerja yang masih relatif kuat membuat pelaku pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kebijakan moneter yang lebih ketat.

“PPI dan CPI akan menjadi dua data yang sangat penting. Jika inflasi menunjukkan tanda-tanda mereda, pasar bisa kembali melihat ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif ke depan. Sebaliknya, inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi dapat mendorong yield dan dolar AS naik, yang biasanya menjadi tantangan bagi aset berisiko termasuk Bitcoin,” jelas Yudho.

FOMC Jadi Penentu Arah Berikutnya

Puncak perhatian pasar kemudian akan tertuju pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada 15–16 September 2026. Federal Reserve dijadwalkan mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada 16 September, disertai pembaruan proyeksi ekonomi dan jalur suku bunga dari para pejabat The Fed.

Menurut Yudho, keputusan suku bunga saja belum tentu menjadi faktor terpenting. Panduan The Fed mengenai prospek inflasi, ekonomi, dan arah suku bunga berikutnya juga berpotensi menentukan sentimen pasar hingga akhir September.

“Pasar pada akhirnya tidak hanya melihat apakah The Fed menaikkan atau mempertahankan suku bunga. Investor akan membaca bagaimana The Fed melihat inflasi dan arah kebijakan beberapa bulan ke depan. Nada yang lebih dovish dapat menjadi katalis positif bagi likuiditas pasar, sementara sikap yang tetap hawkish berpotensi membuat Bitcoin bertahan dalam fase konsolidasi lebih lama,” ujar Yudho.

Dengan kondisi tersebut, US$82.000 menjadi resistance penting yang perlu diperhatikan dalam jangka pendek. Keberhasilan Bitcoin menembus dan mempertahankan level tersebut dapat membuka kembali peluang menuju US$85.000.

Sebaliknya, apabila tekanan makro kembali meningkat, Bitcoin masih berpotensi bergerak volatil di sekitar area US$79.000 dan menguji support yang lebih rendah.

Namun, kombinasi antara arus dana ETF yang masih positif, minat institusional, serta rangkaian katalis makro dalam beberapa hari ke depan membuat September berpotensi menjadi periode penting dalam menentukan fase berikutnya bagi Bitcoin.

“Kami melihat September sebagai periode yang akan memberikan lebih banyak kejelasan mengenai arah pasar. US$85.000 masih sangat mungkin dicapai, tetapi jalannya tidak akan linear. Investor perlu memperhatikan data makro, arus dana institusional, dan bagaimana Bitcoin merespons level-level penting, bukan hanya mengejar pergerakan harga dalam satu atau dua hari,” tutup Yudho.

Disclaimer: Materi ini disampaikan untuk tujuan informasi dan edukasi, bukan merupakan rekomendasi atau ajakan untuk membeli maupun menjual aset kripto.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemendagri Akselerasi Penyusunan Permendagri ITKPDN, Targetkan Pengundangan Sebelum 1 Oktober 2026

    Kemendagri Akselerasi Penyusunan Permendagri ITKPDN, Targetkan Pengundangan Sebelum 1 Oktober 2026

    • calendar_month Jumat, 31 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    JAKARTA, 30 Juli 2026 — Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri menyelenggarakan Rapat Percepatan Pembentukan Rancangan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Rpermendagri) tentang Indeks Tata Kelola Pemerintahan Dalam Negeri (ITKPDN) di Hotel Horison Ultima Menteng, Jakarta, pada Kamis (30/7/2026). Pertemuan strategis ini dilaksanakan guna menyepakati format regulasi, opsi keterkaitan antar-indeks penyusun, serta merumuskan […]

  • AKSELERASI INOVASI TEKNOLOGI, SUCOFINDO GELAR IMPACT PERKUAT TRANSFORMASI LAYANAN TIC BERTEKNOLOGI TINGGI

    AKSELERASI INOVASI TEKNOLOGI, SUCOFINDO GELAR IMPACT PERKUAT TRANSFORMASI LAYANAN TIC BERTEKNOLOGI TINGGI

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta, 10 Juli 2026 – PT SUCOFINDO (PERSERO) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya inovasi sebagai fondasi utama untuk mendorong pertumbuhan dan transformasi bisnis perusahaan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan IMPACT (Innovation Makers’ Program Catalyst for Transformation), sebuah program strategis yang dirancang untuk menumbuhkan pola pikir inovatif, memperkuat kolaborasi, serta mengakselerasi lahirnya solusi-solusi yang mampu […]

  • Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Kramat Jati Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Merah Putih

    Sambut HUT ke-81 RI, BRI BO Kramat Jati Semarakkan Kantor dengan Dekorasi Merah Putih

    • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    emangat kemerdekaan mulai terasa di lingkungan BRI Branch Office (BO) Kramat Jati dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Berbagai dekorasi bernuansa merah putih menghiasi lingkungan kantor, menciptakan suasana yang semarak, penuh keceriaan, dan sarat dengan semangat nasionalisme. Ornamen khas kemerdekaan tampak menghiasi sejumlah area kantor BRI BO Kramat Jati. Perpaduan warna […]

  • Perkuat Kualitas Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenenance Laksanakan Preservasi Ruas Tol Jakarta–Tangerang

    Perkuat Kualitas Jalan Tol, PT Jasamarga Tollroad Maintenenance Laksanakan Preservasi Ruas Tol Jakarta–Tangerang

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Jakarta, 30 Agustus 2026 – PT Jasamarga Tollroad Maintenance (JMTM) sebagai bagian dari Jasa Marga Group terus berkomitmen menjaga kualitas dan keandalan infrastruktur jalan tol melalui pelaksanaan pekerjaan preservasi pada Ruas Tol Jakarta–Tangerang. Pekerjaan preservasi berupa rekonstruksi perkerasan dan plat jembatan akan dilaksanakan secara bertahap mulai Senin, 31 Agustus hingga Selasa, 8 September 2026. Kegiatan […]

  • Para Insinyur Akan Membangun Babak Baru Kemitraan Indonesia–India: Dari Peradaban Bersama Menuju Inovasi Bersama

    Para Insinyur Akan Membangun Babak Baru Kemitraan Indonesia–India: Dari Peradaban Bersama Menuju Inovasi Bersama

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 16
    • 0Komentar

    Oleh Dr. Ilham A. Habibie* Jakarta — Ketika berbicara mengenai Indonesia dan India, kebanyakan orang akan memulai dari sejarah. Mereka mengingat jalur perdagangan kuno, peradaban yang saling terhubung, kisah Ramayana, kerajaan-kerajaan maritim, serta pertukaran budaya yang telah menyatukan kedua bangsa selama lebih dari dua milenium. Kisah-kisah tersebut memang layak untuk terus dikenang karena mengingatkan kita bahwa kerja […]

  • Mitra10 Resmikan Gerai Ke-61 di Bandung, Perluas Akses Solusi Home Improvement

    Mitra10 Resmikan Gerai Ke-61 di Bandung, Perluas Akses Solusi Home Improvement

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    BANDUNG – Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap pembangunan, renovasi rumah, dan penyempurnaan hunian, Mitra10 terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi home improvement yang lebih mudah dijangkau melalui pengembangan jaringan gerai di berbagai wilayah Indonesia. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Mitra10 resmi membuka Mitra10 Pasir Kaliki, gerai ke-61 di Indonesia sekaligus gerai kedua di Kota Bandung. […]

expand_less