Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

Suku Bunga AS dan Jepang Naik, Bitcoin Justru Menguat: Ada Apa?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 18 Sep 2026
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 18 September 2026 — Bitcoin menghadapi babak baru di tengah perubahan arah kebijakan moneter global setelah dua bank sentral utama dunia mengambil langkah menaikkan suku bunga dalam pekan yang sama.

The Fed Amerika Serikat pada 16 September 2026 menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran 3,75–4,00 persen. Keputusan tersebut menjadi kenaikan pertama The Fed sejak 2023. Sementara itu, Bank of Japan (BOJ) pada 18 September menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1,25 persen, level tertinggi dalam sekitar 31 tahun.

Kedua keputusan tersebut menjadi perhatian pasar karena suku bunga berhubungan erat dengan likuiditas, biaya pendanaan, nilai mata uang, dan selera investor terhadap aset berisiko seperti Bitcoin.

Menariknya, kenaikan suku bunga tidak serta-merta membuat Bitcoin tertekan. BTC justru sempat kembali menembus level US$77.000 setelah keputusan BOJ, menunjukkan bahwa respons pasar tidak hanya ditentukan oleh arah suku bunga, tetapi juga oleh seberapa jauh keputusan tersebut sesuai dengan ekspektasi investor.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menjelaskan bahwa investor perlu melihat kebijakan bank sentral sebagai bagian dari gambaran likuiditas global, bukan sekadar melihat apakah suku bunga naik atau turun.

“Sederhananya, suku bunga itu seperti harga dari uang. Ketika harga uang naik, investor biasanya menjadi lebih selektif dalam menempatkan modal karena ada alternatif instrumen yang menawarkan imbal hasil. Karena itu, kenaikan suku bunga secara teori dapat membuat aset berisiko seperti Bitcoin menghadapi tekanan,” kata Yudho.

Namun, menurut Yudho, reaksi pasar dapat berbeda apabila kenaikan suku bunga tersebut sudah diperkirakan sebelumnya.

“Hal ini sering dilupakan adalah pasar bergerak berdasarkan ekspektasi. Kalau kenaikan suku bunga sudah diperkirakan, pasar bisa saja tidak lagi bereaksi negatif ketika keputusan itu benar-benar diumumkan. Fokus investor kemudian bergeser ke pertanyaan yang lebih penting: setelah keputusan ini, apakah likuiditas global akan semakin ketat atau justru ada ruang untuk kembali membaik?” jelasnya.

The Fed dan Likuiditas Dolar AS

Kebijakan The Fed menjadi salah satu faktor utama yang perlu diperhatikan investor Bitcoin karena dolar AS memiliki peran besar dalam sistem keuangan global.

Kenaikan suku bunga membuat imbal hasil aset berbasis dolar menjadi lebih menarik dan dapat memperketat kondisi keuangan. Dalam kondisi tertentu, hal tersebut dapat mengurangi minat terhadap aset berisiko.

Dalam keputusan 16 September, The Fed menyatakan inflasi masih berada pada level tinggi dan kenaikan suku bunga dilakukan untuk mendukung kembalinya inflasi menuju target 2 persen.

Proyeksi terbaru The Fed juga menunjukkan bahwa arah kebijakan moneter masih menjadi perhatian pasar. Investor akan mencermati apakah bank sentral AS masih melihat kebutuhan untuk mempertahankan atau bahkan memperketat kebijakan dalam beberapa bulan mendatang.

Bagi Bitcoin, kondisi tersebut membuat data inflasi, pasar tenaga kerja, pernyataan pejabat The Fed, serta perubahan ekspektasi suku bunga menjadi sejumlah katalis penting.

BOJ dan Risiko Yen Carry Trade

Di sisi lain, keputusan BOJ membawa dimensi berbeda bagi pasar global.

Jepang selama bertahun-tahun dikenal dengan tingkat suku bunga yang sangat rendah. Kondisi tersebut membuat yen menjadi salah satu sumber pendanaan murah bagi investor melalui strategi yen carry trade.

Dalam strategi ini, investor dapat meminjam dana dalam yen dengan biaya relatif rendah dan mengalokasikannya ke aset dengan potensi imbal hasil lebih tinggi.

Ketika BOJ menaikkan suku bunga, biaya pendanaan dalam yen meningkat. Jika kenaikan suku bunga juga diikuti penguatan yen, investor dapat memiliki insentif untuk mengurangi posisi carry trade dan mengembalikan dana ke aset berbasis yen.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi aset berisiko secara lebih luas, termasuk pasar kripto.

Meski demikian, kenaikan BOJ ke 1,25 persen pada 18 September tidak langsung memicu aksi jual besar pada Bitcoin. Salah satu faktornya adalah keputusan tersebut telah banyak diantisipasi oleh pasar. Reuters melaporkan bahwa kenaikan tersebut dipandang luas sebagai langkah yang telah diperhitungkan investor, sementara sinyal kebijakan BOJ belum menunjukkan pengetatan yang agresif dalam waktu dekat.

Bitcoin Tidak Hanya Bergerak karena Berita Kripto

Pergerakan Bitcoin setelah keputusan kedua bank sentral tersebut menunjukkan semakin pentingnya faktor makroekonomi bagi pasar kripto.

Menurut CEO FLOQ ini, investor Bitcoin tidak cukup hanya memperhatikan perkembangan ekosistem kripto.

“Bitcoin sekarang berada di dalam sistem keuangan global. Artinya, apa yang terjadi pada dolar, yen, suku bunga, obligasi, sampai arus likuiditas global bisa ikut memengaruhi harga BTC. Jadi, membaca Bitcoin juga berarti membaca bagaimana modal bergerak di pasar global,” kata Yudho.

Ia menambahkan bahwa perbedaan antara keputusan bank sentral dan ekspektasi pasar dapat menjadi faktor penting dalam menentukan respons harga jangka pendek.

“Investor sebaiknya tidak hanya bertanya ‘The Fed naikkan bunga atau tidak?’ atau ‘BOJ naikkan bunga atau tidak?’. Pertanyaan yang lebih relevan adalah apakah keputusan tersebut lebih hawkish atau dovish dibandingkan yang sudah dihargai pasar. Di situlah sering muncul kejutan pergerakan harga,” ujar Yudho.

Empat Faktor yang Perlu Dipantau Investor Bitcoin

Ke depan, terdapat sejumlah indikator yang dapat menjadi perhatian investor untuk memahami arah Bitcoin di tengah perubahan kebijakan moneter global.

Pertama, arah kebijakan The Fed. Pasar akan mencermati apakah suku bunga AS akan tetap berada pada level tinggi atau terdapat perubahan arah kebijakan dalam pertemuan berikutnya.

Kedua, pergerakan dolar AS. Penguatan dolar dapat memengaruhi daya tarik aset berisiko, sementara pelemahan dolar dapat menciptakan ruang yang berbeda bagi aset seperti Bitcoin.

Ketiga, kebijakan BOJ dan pergerakan yen. Kenaikan suku bunga Jepang yang lebih cepat dari perkiraan dapat meningkatkan perhatian terhadap potensi pembalikan posisi yen carry trade.

Keempat, likuiditas global. Perubahan kondisi likuiditas menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan seberapa besar ruang investor untuk mengambil risiko di pasar keuangan.

Keputusan The Fed dan BOJ menjadi pengingat bahwa pergerakan Bitcoin semakin berkaitan dengan dinamika makroekonomi global. Meskipun kenaikan suku bunga secara teori dapat memberikan tekanan terhadap aset berisiko, respons aktual Bitcoin tetap bergantung pada ekspektasi pasar, kondisi likuiditas, nilai tukar, serta arah kebijakan bank sentral berikutnya.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bittime: Perkembangan Regulasi Berpotensi Jadi Penopang Pasar Kripto pada Semester II 2026

    Bittime: Perkembangan Regulasi Berpotensi Jadi Penopang Pasar Kripto pada Semester II 2026

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Jakarta, 06 Juli 2026 – Platform pedagang aset keuangan digital (PAKD) berizin dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bittime menilai pasar aset kripto masih akan menghadapi berbagai tantangan pada semester kedua 2026. Ketegangan geopolitik, konflik di sejumlah kawasan, fluktuasi harga minyak, hingga arah kebijakan suku bunga bank sentral diperkirakan masih akan mempengaruhi pergerakan pasar keuangan, termasuk […]

  • Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya

    Berapa Persen Cicilan dari Gaji yang Ideal? Begini Cara Menghitungnya

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    Besaran cicilan yang ideal umumnya disesuaikan dengan kemampuan finansial agar kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Salah satu cara yang sering digunakan untuk mengukurnya adalah melalui Debt Service Ratio (DSR) atau rasio cicilan terhadap pendapatan.  Dengan memahami debt service ratio adalah apa dan bagaimana cara menghitungnya, kamu dapat mengambil keputusan finansial yang lebih bijak sebelum mengajukan pinjaman. […]

  • Petugas LRT Jabodebek Gagalkan Upaya Pencurian Kabel Grounding di Stasiun Cawang

    Petugas LRT Jabodebek Gagalkan Upaya Pencurian Kabel Grounding di Stasiun Cawang

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Petugas keamanan LRT Jabodebek pada Rabu (12/8) malam pukul 21.50 wib, berhasil menggagalkan upaya pencurian terhadap aset LRT Jabodebek di Stasiun Cawang. Seorang terduga pelaku berhasil diamankan oleh petugas LRT Jabodebek. Kejadian tersebut diketahui melalui pemantauan CCTV oleh petugas dan mendeteksi kabel grounding yang telah putus tampak bergerak seperti sedang ditarik. Mengetahui hal tersebut, petugas […]

  • Media x Space 2026: Menggali Masa Depan dan Inovasi Berkelanjutan di Museum Macan

    Media x Space 2026: Menggali Masa Depan dan Inovasi Berkelanjutan di Museum Macan

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Jakarta, 7 Juli 2026 – Arcolabs bekerja sama dengan School of Design (SoD) BINUS University dengan bangga mempersembahkan rangkaian acara  menuju festival media internasional,  Media x Space 2026: Future, Time, & Ecology: Ancestral Knowledge Echoing to the Future. Acara inkubasi kecil yang diselenggarakan di Museum Macan hari ini menjadi langkah strategis dalam menghadirkan sinergi antara […]

  • Public

    Lewat BRILiaN Culture Festival, BO Segitiga Senen Tumbuhkan Semangat Kebersamaan dan Budaya Kerja

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperkuat implementasi budaya kerja dalam aktivitas sehari-hari, BRI Branch Office (BO) Segitiga Senen menyelenggarakan BRILiaN Culture Festival (BCF) yang dilaksanakan di Bandung dan diikuti oleh seluruh pekerja BO Segitiga Senen. Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kegembiraan. BCF menjadi momentum bagi seluruh pekerja untuk membangun kedekatan, mempererat engagement, sekaligus menumbuhkan semangat […]

  • Kumpulkan 51 Kg Sampah Organik di Invirotech 2026, Jadi Input untuk Program Lingkungan Grup MIND ID

    Kumpulkan 51 Kg Sampah Organik di Invirotech 2026, Jadi Input untuk Program Lingkungan Grup MIND ID

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Net
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Invirotech 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia sukses menjadi ajang yang memberi dampak positif pada perubahan perspektif masyarakat dalam penjagaan lingkungan. Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID melalui booth bertajuk “MINERALive: Tambang yang Menghidupkan” milik MIND ID berhasil menarik 1.722 pengunjung dalam ajang tersebut. Tingginya jumlah pengunjung menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap […]

expand_less