Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Lovina untuk Slow Traveler: Hot Springs, Vihara, dan Alasan Orang Tidak Mau Buru-Buru Pulang

Lovina untuk Slow Traveler: Hot Springs, Vihara, dan Alasan Orang Tidak Mau Buru-Buru Pulang

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 1 Jul 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Inilah yang Lovina tawarkan di luar tur lumba-lumba, dan kenapa pelancong slow travel mulai menaruh perhatian pada bagian Bali ini.

Tanya kebanyakan wisatawan yang pertama kali ke Lovina kenapa mereka datang, dan jawabannya biasanya lumba-lumba. Perjalanan perahu di pagi buta, air yang tenang, melihat lumba-lumba bergerak di teluk saat matahari terbit, itu adalah pengalaman yang benar-benar bagus dan daya tarik paling dikenal di kawasan ini.

Tapi sesuatu terjadi pada banyak pengunjung setelah perahu-perahu itu kembali. Sisa hari terbuka begitu saja, ritme Lovina mulai terasa, dan jenis perjalanan yang berbeda pun menjadi mungkin. Tidak ada beach club di sini, tidak ada kemacetan lalu lintas, tidak ada tekanan untuk mengisi setiap jam. Ritme Bali Utara berbeda dari selatan, dan perbedaan itulah yang sebenarnya membuat orang memilih untuk tinggal lebih lama.

Inilah yang Lovina tawarkan di luar tur lumba-lumba, dan kenapa pelancong slow travel mulai menaruh perhatian pada bagian Bali ini.

Lovina Setelah Perahu Pagi Kembali

Perahu lumba-lumba berangkat sebelum matahari terbit dan kembali sekitar pukul 08.00. Setelah itu, Lovina kembali ke ritmenya yang alami. Pantai di sini berpasir hitam dengan air yang tenang karena swell Samudra Hindia dipatahkan oleh karang di lepas pantai, membuat airnya jauh lebih jinak dibanding Bali Selatan.

Pertengahan pagi adalah saat kawasan ini paling jujur menampilkan dirinya. Warung lokal sudah buka, aktivitas jalanan mencerminkan kehidupan sehari-hari bukan pariwisata, dan beberapa kafe di sepanjang jalan utama cukup sepi untuk berpikir jernih. Bagi wisatawan yang datang dari Seminyak atau Ubud, ketiadaan tingkat kebisingan dan kepadatan komersial tertentu langsung terasa.

Ini bukan tempat untuk orang yang membutuhkan stimulasi. Ini adalah tempat untuk orang yang membutuhkan sebaliknya.

Pemandian Air Panas Banjar

Air Panas Banjar, sekitar 10 hingga 12 kilometer dari pusat Lovina, adalah rangkaian kolam air panas alami bertingkat yang terletak di lereng bukit yang rindang. Suhu air secara konsisten hangat dari aktivitas vulkanik alami, dan kolam-kolamnya menarik secara arsitektur: pancuran batu berukir mengalirkan air ke kolam atas, yang kemudian meluap ke tingkat bawah melalui bebatuan tradisional Bali.

Sebuah pura Buddha berdiri di samping mata air, menambahkan lapisan makna budaya yang membuat kunjungan ini terasa lebih dari sekadar objek wisata.

Pemandian paling baik dikunjungi di pagi hari sebelum rombongan tur tiba. Tiket masuk terjangkau. Bawa pakaian ganti dan luangkan setidaknya 90 menit.

Vihara Brahmavihara-Arama

Brahmavihara-Arama adalah satu-satunya biara Buddha di Bali. Letaknya di lereng bukit di atas desa Banjar, dengan pemandangan ke lanskap sekitarnya, dan memuat perpaduan unik antara arsitektur Bali dan Buddha.

Biara ini aktif digunakan: para biksu tinggal dan berlatih di sini. Pengunjung dapat menjelajahi area kompleks yang mencakup taman meditasi, mural berwarna-warni yang menggambarkan ajaran Buddha, dan sebuah patung emas besar. Suasananya tenang dan kontemplatif, jarang terasa seperti pura wisata biasa.

Brahmavihara-Arama dan Air Panas Banjar jaraknya cukup dekat untuk digabung menjadi satu ekskursi setengah hari. Kunjungi biara dulu, baru pemandian air panas. Urutannya cocok.

Singaraja sebagai Hari Wisata Budaya

Singaraja, sekitar 10 hingga 15 kilometer di timur Lovina, pernah menjadi ibu kota kolonial Bali dan memiliki karakter yang sangat berbeda dari bagian Bali lainnya. Gedong Kirtya adalah perpustakaan di Singaraja yang menyimpan salah satu koleksi manuskrip lontar penting di dunia, teks-teks Bali dan Jawa kuno yang ditulis di atas daun lontar yang dipreparasi. Perpustakaan ini terbuka untuk pengunjung dan merupakan salah satu dari sedikit pengalaman benar-benar bernilai akademis di Bali.

Kawasan pelabuhan lama Singaraja masih menyimpan jejak periode kolonial Belanda: gudang-gudang tua, bangunan administratif, dan perpaduan arsitektur ruko Cina yang mencerminkan sejarah kota ini sebagai pelabuhan dagang. Klenteng-klenteng di bagian kota ini layak untuk dijelajahi sekitar satu jam.

Singaraja juga memiliki budaya pasar harian yang terasa otentik lokal, bukan diatur untuk wisatawan.

Pantai dalam Mode yang Berbeda

Pantai Lovina bukan pantai untuk foto kartu pos. Pasirnya berwarna hitam vulkanik, airnya tenang bukan dramatis, dan kesan visualnya butuh sedikit penyesuaian jika datang dengan ekspektasi pantai berpasir putih seperti Bali Selatan.

Yang ditawarkan sebagai gantinya adalah ketenangan yang sungguh-sungguh. Pantai di sore hari, setelah perahu-perahu tur sudah ditambatkan dan pengunjung pagi sudah pergi, menjadi salah satu ruang publik paling sepi di Bali. Perahu nelayan bersandar di tengah teluk. Keluarga lokal menggunakan garis pantai untuk aktivitas keseharian mereka. Matahari terbenam dari bagian Bali Utara ini tidak terburu-buru, sebuah kualitas yang jarang ditemukan bahkan di momen paling indah dari sunset Bali Selatan.

Kenapa Seririt Menjadi Basecamp yang Tepat

Liberta Home Lovina berlokasi di Jalan Udayana II No. 61, Seririt, Buleleng. Seririt adalah kota kecil di sebelah barat pusat Lovina, lebih tenang dari strip Lovina utama tapi masih dalam jangkauan mudah ke titik keberangkatan perahu lumba-lumba, Banjar, dan Singaraja.

Menginap di Seririt daripada di pusat Lovina berarti mundur satu langkah lagi dari infrastruktur pariwisata. Kawasan ini terasa lebih seperti kota Bali daripada destinasi wisata. Bagi pelancong slow travel, itulah intinya. 

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

    Merajut Ulang Keadilan Sosial: IHDC Lanjutkan Seri Diskusi Publik “Ideologi Kesehatan Indonesia” Bersama Prof. Nila Moeloek dan Pakar Lintas Sektor

    • calendar_month Sabtu, 15 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Indonesia Health Development Center (IHDC) menyelenggarakan Seri Diskusi Publik bertajuk “Ideologi Kesehatan Indonesia” pada tanggal 15 Agustus 2026 di Panglima Polim, Jakarta Selatan. Acara yang dibuka oleh Ketua Dewan Pembina IHDC, Prof. DR. Dr. Nila Moeloek, Sp.M (K), ini mempertemukan berbagai pakar lintas sektor dan tokoh masyarakat untuk membahas empat dimensi utama, yakni Kedaulatan, Tata […]

  • LRT Jabodebek Jadi Rujukan ASDP untuk Pengembangan Layanan Transportasi Publik

    LRT Jabodebek Jadi Rujukan ASDP untuk Pengembangan Layanan Transportasi Publik

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) melakukan kunjungan benchmarking ke Divisi LRT Jabodebek pada Kamis (2/7) untuk mempelajari sistem operasional, proses bisnis, pemanfaatan teknologi, serta strategi pelayanan yang diterapkan LRT Jabodebek sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan angkutan penumpang. Manager Public Relations LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antaroperator transportasi […]

  • Nyaris Kehilangan Rp200 Juta, Satu Keputusan Ini Mengubah Segalanya!

    Nyaris Kehilangan Rp200 Juta, Satu Keputusan Ini Mengubah Segalanya!

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Bayangkan, Kamu baru saja didiagnosis untuk menjalani operasi. Dokter menyebutkan angka biaya yang membuat jantung berdegup, puluhan juta rupiah. Beberapa waktu kemudian penyakit lain datang lagi total tagihan lebih dari Rp200 juta. Bagi kebanyakan orang, angka itu bisa berarti tabungan anak sekolah lenyap, dana pensiun terkuras habis, atau bahkan terlilit utang. Tapi bagi Joko Mulyono, […]

  • Momen Warga Lampung Dapat Mobil dari Stik Es Krim di Aice Got You! Season 2

    Momen Warga Lampung Dapat Mobil dari Stik Es Krim di Aice Got You! Season 2

    • calendar_month Senin, 20 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Lampung – Aice Got You! Panggung Crispymu! Season 2 sukses menutup rangkaian acara keduanya di Lapangan PKOR Bandar Lampung pada 10-12 Juli 2026. Selama tiga hari, panggung ikonik berbentuk Show Truck milik Aice dipenuhi penampilan beragam bakat dari warga Lampung yang unjuk kebolehan di hadapan dewan juri dan ribuan pengunjung. Sejumlah penampilan musisi ternama pun […]

  • Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia

    Paviliun Indonesia Debut di INNOPROM 2026, Perkuat Diplomasi Industri di Pasar Rusia dan Eurasia

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Di tengah meningkatnya kebutuhan dunia akan rantai pasok yang lebih tangguh dan kemitraan manufaktur baru, Indonesia mencatat sejarah sebagai negara pertama dari Asia Tenggara yang dipercaya menjadi Official Partner Country pada INNOPROM 2026, pameran industri terbesar di kawasan Eurasia yang berlangsung pada 6-9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Momentum bersejarah tersebut menandai semakin kuatnya posisi […]

  • LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus

    LRT Jabodebek Perpanjang Layanan hingga Tengah Malam pada 17 Agustus

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    PT Kereta Api Indonesia (Persero) memperpanjang layanan LRT Jabodebek pada HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8). Perjalanan dari Stasiun Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia menuju Jati Mulya dan Harjamukti akan dilayani hingga lewat tengah malam untuk mengakomodasi mobilitas masyarakat selama perayaan Kemerdekaan RI. Pada 17 Agustus 2026, LRT Jabodebek akan mengoperasikan 430 perjalanan dengan pola […]

expand_less