Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » 58% Konsumen Gunakan AI untuk Riset Pembelian, Brand Mulai Berebut Visibilitas di Jawaban AI

58% Konsumen Gunakan AI untuk Riset Pembelian, Brand Mulai Berebut Visibilitas di Jawaban AI

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
  • visibility 11
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Cara konsumen mencari dan mempertimbangkan sebuah produk mulai berubah. Jika sebelumnya perjalanan pembelian banyak dimulai dari mesin pencari dan berlanjut ke berbagai situs, kini semakin banyak konsumen menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk melakukan riset sebelum membeli.

Laporan The B2C Buyer Experience Report 2026 dari Invoca menemukan bahwa 58% konsumen di Amerika Serikat menggunakan generative AI untuk meneliti pembelian berisiko tinggi pada 2026, meningkat dari 41% pada tahun sebelumnya. Sementara itu, riset Boston Consulting Group (BCG) terhadap lebih dari 13.000 konsumen di 12 pasar menemukan bahwa 31% konsumen global sudah menggunakan AI setidaknya sesekali dalam perjalanan pembelian mereka.

Perubahan tersebut membuat cara brand mendapatkan perhatian konsumen ikut bergeser. Konsumen tidak lagi selalu mencari daftar situs untuk dibandingkan satu per satu. Mereka dapat langsung bertanya kepada AI mengenai produk, kategori, atau rekomendasi, lalu menggunakan jawaban tersebut sebagai titik awal untuk menentukan pilihan.

Dampaknya terhadap brand cukup besar. Data Net Conversion pada 2026 menunjukkan bahwa 74% konsumen yang menggunakan AI untuk melakukan riset mengatakan bahwa rekomendasi AI memperluas jumlah brand yang mereka pertimbangkan. BCG juga menemukan bahwa AI memperkenalkan konsumen kepada brand yang sebelumnya tidak akan mereka pertimbangkan dalam sekitar 63% perjalanan pembelian yang dibantu AI.

Artinya, AI bukan sekadar tempat untuk mencari informasi. Sistem AI fmulai berperan dalam menentukan brand mana yang masuk ke consideration set konsumen.

Dari Mendapatkan Klik ke Masuk dalam Jawaban

Perubahan ini terjadi bersamaan dengan menurunnya ketergantungan konsumen terhadap klik dari hasil pencarian tradisional. Analisis SparkToro menggunakan data Similarweb menunjukkan bahwa 68,01% pencarian Google di Amerika Serikat berakhir tanpa klik ke situs eksternal pada periode Januari hingga April 2026.

Kemunculan AI-generated answers memperkuat perubahan tersebut. Ketika informasi yang dibutuhkan sudah dirangkum langsung di dalam halaman pencarian atau diberikan melalui chatbot, pengguna tidak selalu memiliki alasan untuk mengunjungi setiap sumber yang digunakan sistem.

Bagi brand, kondisi ini menciptakan bentuk persoalan baru. Visibilitas tidak lagi hanya ditentukan oleh apakah sebuah halaman berhasil mendapatkan posisi tinggi di hasil pencarian, tetapi juga oleh apakah brand tersebut muncul ketika konsumen meminta jawaban atau rekomendasi dari AI.

“Dulu kita bisa melihat visibility dengan cukup sederhana. Brand muncul di Google, orang klik, lalu kita bisa mengukur traffic-nya. Di AI, prosesnya berbeda. Konsumen bisa mendapatkan jawaban tanpa pernah mengunjungi situs kita,” ujar Alexandro Wibowo, Partner of Avonetiq.

Menurut Alexandro, perubahan ini tidak berarti SEO menjadi tidak relevan. Situs dan fondasi pencarian tetap dibutuhkan, tetapi brand perlu memahami bahwa ada lapisan baru dalam perjalanan discovery yang tidak bisa diukur hanya dari ranking dan trafik organik.

“Sekarang pertanyaannya bukan hanya apakah brand kita bisa ditemukan, tetapi apakah ketika seseorang bertanya kepada AI, brand kita menjadi bagian dari jawabannya,” tambahnya.

Brand Perlu Memahami Apa yang AI Ketahui tentang Mereka

Pergeseran tersebut kemudian melahirkan kebutuhan baru bagi tim marketing. Mereka perlu mengetahui bukan hanya bagaimana brand tampil di search engine, tetapi juga bagaimana brand direpresentasikan dan direkomendasikan oleh berbagai sistem AI.

Avonetiq menjawab kebutuhan tersebut melalui AVO AI, sebuah platform yang membantu bisnis mengukur dan meningkatkan cara brand mereka ditemukan, dipahami, dan direkomendasikan oleh berbagai platform AI.

Melalui AVO AI, bisnis dapat mengukur Visibility Score brand di berbagai platform seperti ChatGPT, Perplexity, Google AI Overviews, Claude, Gemini, dan DeepSeek. Pengukuran ini dilakukan berdasarkan pertanyaan atau prompt yang relevan dengan kategori dan perjalanan konsumen, sehingga bisnis dapat melihat apakah brand mereka muncul ketika calon pelanggan mencari informasi atau rekomendasi menggunakan AI.

AVO AI juga membantu bisnis memahami mengapa sebuah brand muncul atau tidak muncul dalam jawaban AI. Bisnis dapat menentukan fokus atau topik yang ingin diasosiasikan dengan brand, menyusun Prompt Book berdasarkan pertanyaan yang mungkin diajukan konsumen, lalu memantau bagaimana brand dan kompetitornya muncul dalam berbagai jawaban AI.

Dari hasil tersebut, AVO AI dapat menunjukkan area yang masih perlu diperkuat, mulai dari visibilitas brand hingga aspek otoritas dan informasi yang mendukung bagaimana brand dipahami oleh AI. Dengan begitu, tim marketing tidak hanya mengetahui bahwa brand mereka belum muncul, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai apa yang perlu dioptimalkan.

“Yang perlu dilihat bukan hanya berapa kali nama brand muncul. Kita perlu memahami apakah AI mengenali brand sesuai dengan positioning yang ingin dibangun, dalam pertanyaan yang relevan dengan perjalanan konsumen,” jelas Alexandro.

Dengan pendekatan tersebut, AVO AI membantu bisnis melihat perubahan discovery digital dari sisi yang sebelumnya sulit diukur: bukan hanya apakah konsumen bisa menemukan brand melalui search engine, tetapi apakah brand tersebut menjadi bagian dari jawaban ketika konsumen bertanya kepada AI.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Public

    Dari BINUS @Bekasi ke Australia, Fidel Temukan Kemandirian Lewat Study Abroad

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    BEKASI, 12 Oktober 2026 – Pengalaman belajar di luar negeri tidak hanya membuka kesempatan untuk mengenal sistem pendidikan yang berbeda, tetapi juga menjadi proses untuk membangun kemandirian, kemampuan beradaptasi, dan keberanian menghadapi lingkungan baru. Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut dapat menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia yang semakin terhubung secara global. Pengalaman […]

  • CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

    CLARITY Act Tertahan di Senat AS, Bittime Soroti Peluang di Tengah Perkembangan Regulasi Aset Digital Global

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    Bittime menyoroti perkembangan CLARITY Act setelah Senat AS gagal memajukan RUU regulasi aset digital tersebut. Di tengah dinamika regulasi dan pasar kripto global, Bittime Futures turut menjadi bagian dari ekosistem Bittime untuk perdagangan kontrak futures aset kripto dengan posisi long maupun short. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang menghadirkan ekosistem 3-in-1 berupa Spot, Staking, […]

  • MoraRepublic Dorong Generasi Muda Ciptakan Konten Berdampak Lewat Workshop “Create with IMPACT” Bersama Jerome Polin

    MoraRepublic Dorong Generasi Muda Ciptakan Konten Berdampak Lewat Workshop “Create with IMPACT” Bersama Jerome Polin

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 33
    • 0Komentar

    MyRepublic menggelar workshop “Create with IMPACT: Etika Bermedia Sosial untuk Content Creator” sebagai bagian dari program Roketin Generasi Tunas Digital (RGTD) Jakarta, 3 Juli 2026 – Di tengah derasnya arus konten di media sosial, mengejar viralitas sering kali menjadi tujuan utama banyak content creator. Padahal, konten yang mampu memberikan manfaat, membangun kepercayaan, dan menginspirasi audiens […]

  • BP Tapera dan Kementerian Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Penyediaan Perumahan bagi Buruh

    BP Tapera dan Kementerian Ketenagakerjaan Perkuat Sinergi Penyediaan Perumahan bagi Buruh

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Audiensi ini menjadi langkah awal dalam memperkuat koordinasi antara BP Tapera dan Kementerian Ketenagakerjaan untuk menyusun langkah-langkah strategis dalam memperluas akses kepemilikan rumah bagi pekerja. Melalui sinergi tersebut, diharapkan Program FLPP dapat menjangkau lebih banyak buruh di berbagai daerah sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan pekerja melalui penyediaan hunian yang layak, terjangkau, dan berkelanjutan. […]

  • Public

    Harga Emas Berpotensi Naik ke 4.163, Ini Analisis Dupoin Futures

    • calendar_month Kamis, 8 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Harga emas atau XAUUSD berpotensi mengalami penguatan dalam jangka pendek sebelum kembali menghadapi tekanan jual. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan harga emas pada timeframe Daily menunjukkan bahwa XAUUSD tengah melakukan koreksi naik setelah sebelumnya berhasil breakout dari level support kuat di 4.100. Dupoin Futures melihat koreksi tersebut berpotensi membawa harga emas menuju area 4.163 sebelum […]

  • Public

    Rumah Digital untuk Silsilah Keluarga

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Lestarikan Kekerabatan keluarga di Era Digital, SilsilahKeluarga.id Resmi Meluncur sebagai Platform Pohon Silsilah Keluarga yang Kolaboratif & Privat Di tengah percepatan era digital, catatan sejarah keluarga besar sering kali masih bergantung pada memori lisan sesepuh atau tumpukan kertas usang yang rentan hilang ditelan waktu. Menjawab tantangan tersebut, SilsilahKeluarga.id meluncurkan aplikasi web (web app) pencatatan silsilah keluarga modern […]

expand_less