Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures

Harga Minyak WTI Tertekan Prospek Gencatan Senjata, Ini Analisis Dupoin Futures

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
  • visibility 9
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berpotensi melanjutkan pelemahan setelah gagal menembus area resistance US$90,14. Berdasarkan analisis teknikal Dupoin Futures, kegagalan tersebut diikuti pembentukan Swing High baru yang mengindikasikan meningkatnya tekanan jual setelah harga mengalami penguatan dalam tren sekunder.

Geraldo Kofit, analis Dupoin Futures, melihat kondisi teknikal tersebut membuka peluang terjadinya koreksi harga minyak. Dalam grafik harian, WTI berpotensi membentuk pola ABC Correction, yaitu pola koreksi yang dapat muncul setelah pergerakan harga mengalami kenaikan sebelumnya. Apabila tekanan bearish berlanjut, harga minyak berpeluang menguji area support US$86,82 hingga US$84,34.

Menurut analisis Dupoin Futures, level resistance US$90,14 menjadi area penting yang perlu diperhatikan untuk menilai kekuatan pergerakan harga selanjutnya. Kegagalan menembus resistance tersebut menunjukkan bahwa momentum kenaikan belum cukup kuat untuk membawa harga bergerak lebih tinggi. Selama harga masih berada di bawah area resistance, risiko koreksi tetap perlu diwaspadai.

Dari sisi fundamental, harga minyak WTI turut dipengaruhi perkembangan hubungan Rusia dan Ukraina. Harapan tercapainya gencatan senjata di sektor energi memunculkan kemungkinan meningkatnya pasokan minyak dan energi ke pasar. Jika risiko gangguan pasokan berkurang, ekspektasi ketersediaan energi yang lebih besar dapat menekan harga minyak mentah.

Pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026, harga WTI dilaporkan berada di sekitar US$90,55 per barel setelah mengalami penurunan. Meski demikian, perkembangan terkait gencatan senjata masih perlu dicermati karena pengumuman dan pelaksanaannya belum sepenuhnya memberikan kepastian. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar tetap memperhitungkan kemungkinan perubahan sentimen dalam waktu singkat.

Dupoin Futures juga menyoroti risiko geopolitik di Timur Tengah yang dapat membatasi penurunan harga minyak. Konflik regional dan laporan serangan terhadap kapal tanker di sekitar Selat Hormuz menimbulkan kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi energi. Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis bagi perdagangan minyak global, sehingga gangguan di kawasan tersebut berpotensi meningkatkan kekhawatiran pasokan dan memicu kenaikan harga.

Situasi ini membuat pergerakan WTI menghadapi dua sentimen yang berlawanan. Di satu sisi, prospek gencatan senjata Rusia-Ukraina berpotensi mengurangi kekhawatiran pasokan dan memperkuat tekanan bearish. Di sisi lain, risiko gangguan distribusi minyak di Timur Tengah dapat menjadi faktor pendukung harga dan mendorong pemulihan apabila situasi memburuk.

Dalam analisis Dupoin Futures, skenario penurunan menuju US$86,82–US$84,34 perlu diperhatikan selama tekanan jual masih mendominasi dan harga belum mampu melewati resistance US$90,14. Namun, perkembangan geopolitik yang meningkatkan risiko pasokan dapat mengubah arah pergerakan harga dan melemahkan skenario koreksi tersebut.

Oleh sebab itu, Dupoin Futures menilai pemantauan level teknikal dan berita fundamental tetap penting dalam membaca prospek minyak WTI. Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan Rusia-Ukraina, situasi di Timur Tengah, serta kondisi distribusi energi global karena kombinasi faktor tersebut dapat meningkatkan volatilitas harga minyak.

Analisis ini merupakan gambaran skenario pasar berdasarkan kondisi teknikal dan fundamental, bukan kepastian arah harga. Keputusan perdagangan tetap perlu mempertimbangkan risiko, volatilitas, serta perubahan informasi yang dapat memengaruhi pasar minyak mentah.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pendiri BioMom Swiluva Ma Jajaki Kolaborasi dengan Kemendukbangga untuk Cegah Stunting

    Pendiri BioMom Swiluva Ma Jajaki Kolaborasi dengan Kemendukbangga untuk Cegah Stunting

    • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Audiensi Pendiri BioMom Swiluva Ma dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga membuka peluang kerja sama antarlembaga untuk memperkuat gizi keluarga dan mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia. JAKARTA, 16 Juli 2026 — Pendiri BioMom, Swiluva Ma, melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Republik Indonesia, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, di Kantor […]

  • Public

    Hilirisasi Nikel Perkuat Transformasi Ekonomi di Sulawesi

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA — Perkembangan industri pengolahan mineral turut membentuk lanskap ekonomi baru di sejumlah wilayah Sulawesi. Ekspansi aktivitas pengolahan nikel memperpanjang rantai nilai mineral di dalam negeri dan membuka ruang bagi berkembangnya aktivitas industri, investasi, tenaga kerja, serta kegiatan ekonomi pendukung di daerah. Di Sulawesi Selatan, misalnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian pada triwulan II […]

  • PT Akarsa Garment Indonesia dan Alas Kaki Tangguh Sepakati Kemitraan Manufaktur Terintegrasi untuk Pasar B2B

    PT Akarsa Garment Indonesia dan Alas Kaki Tangguh Sepakati Kemitraan Manufaktur Terintegrasi untuk Pasar B2B

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 12
    • 0Komentar

    JAKARTA, 15 September 2026 – PT Akarsa Garment Indonesia secara resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan produsen sepatu nasional, Alas Kaki Tangguh, untuk menghadirkan konsolidasi layanan manufaktur perlengkapan kerja terpadu (one-stop B2B procurement). Kesepakatan kemitraan bertempo dua tahun ini ditandatangani di Jakarta guna menjawab meningkatnya permintaan pengadaan seragam dan sepatu kerja industri di Indonesia. Sinergi […]

  • Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Peningkatan Pertumbuhan Arus Curah Kering pada Semester I 2026

    Pelindo Multi Terminal Belawan Catat Peningkatan Pertumbuhan Arus Curah Kering pada Semester I 2026

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Medan, Juli 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, Anak Usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, mencatat peningkatan arus bongkar muat komoditas curah kering di Branch Belawan selama Semester I Tahun 2026. Hingga akhir Juni 2026, total arus curah kering yang dilayani mencapai 2,95 juta ton, meningkat sekitar 7,66 persen […]

  • Dari Ide ke Solusi, Enam Inovasi AI Tampil di Demo Day AI Connect Innovation Lab

    Dari Ide ke Solusi, Enam Inovasi AI Tampil di Demo Day AI Connect Innovation Lab

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    AI Connect Makassar menggelar Demo Day dengan menampilkan enam inovasi AI, mulai dari layanan publik, pertanian, bisnis, ekspor UMKM, hingga fashion. Makassar, 6 Agustus 2026 – Setelah melalui rangkaian pengembangan dan pembekalan, enam tim peserta AI Connect Innovation Lab mempresentasikan solusi berbasis kecerdasan buatan yang mereka kembangkan dalam kegiatan “AI Connect Innovation Lab: Showcasing the […]

  • Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Akselerasi Peremajaan Sawit Petani di Riau Perkuat Implementasi Program B50

    Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo Akselerasi Peremajaan Sawit Petani di Riau Perkuat Implementasi Program B50

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Pekanbaru – PTPN IV PalmCo, Subholding Perkebunan Nusantara terus mengakselerasi peremajaan sawit petani di Riau sebagai bagian mendukung implementasi program B50 atau kebijakan mandatori pemerintah Indonesia yang mewajibkan campuran bahan bakar solar dengan 50 persen biodiesel berbahan baku minyak sawit. Hingga akhir 2025, PTPN IV PalmCo tercatat telah melangsungkan peremajaan sawit petani Riau mencapai 12.600 […]

expand_less