Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa

Telkom AI Center Dukung AI Hackathon Aceh 2026, Dorong Inovasi Digital Berbasis AI di Kalangan Mahasiswa

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
  • visibility 32
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sebanyak 11 tim mahasiswa mengikuti AI Hackathon Aceh 2026 untuk mengembangkan aplikasi, menguji ide, dan memperkuat kolaborasi talenta digital bersama Telkom AI Center Aceh.

BANDA ACEH – Sebanyak 11 tim mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi mengikuti AI Hackathon Aceh 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Informatika (HMIF) Universitas Syiah Kuala, Telkom AI Center Aceh, dan Pemerintah Kota Banda Aceh. Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Oktober 2026 ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide, membangun aplikasi berbasis teknologi, dan menguji gagasan mereka melalui kompetisi.

Dari total 24 tim yang mendaftar, panitia melakukan proses kurasi untuk menentukan tim yang mengikuti kegiatan final secara langsung di Banda Aceh. Peserta yang terpilih berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry, Politeknik Negeri Lhokseumawe, Universitas Serambi Mekkah, Universitas Samudra Langsa, Universitas Sumatera Utara, dan perguruan tinggi lainnya.

Keterlibatan mahasiswa dari berbagai daerah tersebut memperlihatkan besarnya minat generasi muda terhadap pengembangan teknologi dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI). Lebih dari sekadar kompetisi, AI Hackathon Aceh 2026 memberikan ruang bagi peserta untuk mengubah gagasan yang berkembang di lingkungan kampus menjadi produk digital yang dapat dipresentasikan dan dinilai secara langsung.

Dua Puluh Jam Membangun Aplikasi, Dua Puluh Menit Meyakinkan Juri

Salah satu peserta dari Universitas Sumatera Utara (USU) menyampaikan bahwa AI Hackathon Aceh merupakan kali kedua dirinya mengikuti kegiatan tersebut. Ia menilai pengalaman mengikuti kompetisi ini sangat menarik, terutama karena peserta ditantang bekerja secara intensif bersama anggota tim dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.

Dalam kompetisi ini, peserta menjalani tantangan pengembangan aplikasi selama 20 jam. Dalam rentang waktu tersebut, setiap tim perlu menyusun ide, membagi peran, mengembangkan aplikasi, dan mempersiapkan hasil pekerjaannya. Setelah proses pengembangan selesai, masing-masing tim memperoleh waktu 20 menit untuk melakukan pitching di hadapan dewan juri.

Bagi peserta, format kompetisi tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dari proses pembelajaran di kelas. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami aspek teknis pengembangan aplikasi, tetapi juga mengelola waktu, berkolaborasi, mengambil keputusan, dan mengomunikasikan solusi yang dibangun secara terstruktur.

Pengalaman ini sekaligus menjadi kesempatan bagi peserta untuk menguji kemampuan dalam menghadapi keterbatasan waktu, menyelesaikan persoalan secara kolaboratif, serta mempertanggungjawabkan gagasan yang mereka ajukan.

Validasi Ide Kampus Melalui Kompetisi

Peserta dari UIN Ar-Raniry menilai kegiatan seperti AI Hackathon Aceh penting untuk memberikan arah dan motivasi bagi ide-ide yang lahir di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, gagasan mahasiswa perlu memperoleh ruang untuk diuji, dikembangkan, dan divalidasi melalui kompetisi agar memiliki tolok ukur yang lebih konkret.

Kompetisi teknologi dapat menjadi salah satu jalur untuk mempertemukan proses pembelajaran akademik dengan tantangan pengembangan produk di dunia nyata. Melalui proses tersebut, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk melihat sejauh mana ide yang dikembangkan dapat diterjemahkan menjadi aplikasi, sekaligus menerima penilaian dan masukan atas solusi yang mereka tawarkan.

Pendekatan ini juga mendorong mahasiswa untuk tidak berhenti pada tahap konseptual. Ide yang muncul dari tugas perkuliahan, riset, maupun pengamatan terhadap persoalan di masyarakat dapat dikembangkan lebih lanjut melalui proses eksperimen, kolaborasi, dan pengujian.

Telkom AI Center Aceh Dukung Ruang Tumbuh Talenta Digital

Telkom AI Center Aceh mendukung berbagai kegiatan kreatif digital di Aceh melalui penyediaan ruang kolaborasi, fasilitasi pelatihan, serta perluasan eksposur bagi tim dan talenta lokal agar dapat menunjukkan karya serta inovasinya kepada khalayak yang lebih luas.

Dukungan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem digital yang tidak hanya berorientasi pada pengenalan teknologi, tetapi juga mendorong masyarakat, komunitas, mahasiswa, dan pengembang muda untuk menghasilkan karya yang dapat dikembangkan lebih lanjut.

“Telkom AI Center Aceh ingin menjadi bagian dari ekosistem yang memberikan ruang bagi talenta muda untuk belajar, berkolaborasi, dan menghasilkan karya. Dukungan kami tidak hanya melalui penyediaan tempat untuk berkegiatan, tetapi juga pelatihan dan kesempatan bagi tim untuk mendapatkan eksposur, memperluas jejaring, serta memperkenalkan inovasi yang mereka kembangkan,” ujar Jurnalis Hius, Business and Community Lead Telkom AI Connect Aceh.

Menurutnya, pengembangan ekosistem digital membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari perguruan tinggi, komunitas, pemerintah, hingga industri. Kolaborasi tersebut diperlukan agar potensi talenta muda dapat berkembang melalui pengalaman praktis, akses terhadap pengetahuan dan teknologi, serta kesempatan untuk mempertemukan inovasi dengan kebutuhan yang lebih luas.

AI Hackathon Aceh 2026 menjadi salah satu bentuk kolaborasi tersebut. Keterlibatan mahasiswa lintas perguruan tinggi menunjukkan pentingnya menyediakan ruang yang memungkinkan talenta dari berbagai latar belakang untuk bertemu, bertukar gagasan, dan mengembangkan solusi bersama.

Melalui kegiatan seperti ini, penguatan ekosistem digital Aceh diharapkan dapat berjalan secara berkelanjutan, dengan perguruan tinggi sebagai sumber gagasan dan talenta, komunitas sebagai penggerak kolaborasi, serta dukungan pemerintah dan industri sebagai bagian dari upaya memperluas kesempatan pengembangan inovasi.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • XAUUSD Gagal Tembus 4.355, Harga Emas Berisiko Lanjut Melemah

    XAUUSD Gagal Tembus 4.355, Harga Emas Berisiko Lanjut Melemah

    • calendar_month Selasa, 15 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Harga emas dunia atau XAUUSD masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari Selasa (15/9). Berdasarkan analisis Dupoin Futures, pergerakan harga emas pada time frame Daily menunjukkan kecenderungan bearish yang masih cukup kuat. Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai tekanan jual berpotensi berlanjut apabila harga belum mampu menembus sekaligus bertahan di atas level resistance penting 4.355. Menurut […]

  • Public

    Bbasam, Restoran Korea yang Perkenalkan Samgyeopsal dengan Butter-Aged 144 Jam, Resmi Hadir di Bali

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    BALI, INDONESIA — Bbasam, restoran asal Seoul, Korea Selatan, resmi membuka lokasi internasional pertamanya di Kerobokan, Bali, dengan membawa pengalaman Korean BBQ yang berbeda melalui teknik butter-aging yang menjadi ciri khasnya. Berbeda dari sajian samgyeopsal pada umumnya, Bbasam menggunakan proses aging selama 144 jam untuk menghasilkan cita rasa dan tekstur yang khas sebelum daging dipanggang […]

  • Sanggabiz Pimpin Transformasi Digital Dthree Melalui Implementasi AI dalam Program SFI 2026 Kemenperin RI

    Sanggabiz Pimpin Transformasi Digital Dthree Melalui Implementasi AI dalam Program SFI 2026 Kemenperin RI

    • calendar_month Sabtu, 12 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 14
    • 0Komentar

    PT Sangga Bisnis Anda (Sanggabiz) mengukuhkan posisinya sebagai inovator teknologi industri dengan terpilih menjadi penyedia teknologi (tech provider) utama bagi PT Dthree Sukses Mulia (Dthree). Penunjukan ini merupakan bagian dari program Startup for Industry (SFI) 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Perindustrian Republik Indonesia (Kemenperin RI), di mana Sanggabiz dipercaya untuk mengimplementasikan ekosistem kecerdasan buatan (AI) […]

  • Mugen 2026: Hadirkan Model Context Protocol (MCP), RevComm Ciptakan Inovasi Voice Analytics untuk Bisnis

    Mugen 2026: Hadirkan Model Context Protocol (MCP), RevComm Ciptakan Inovasi Voice Analytics untuk Bisnis

    • calendar_month Selasa, 11 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jakarta, 11 Agustus 2026 – Di era pengembangan Artificial Intelligence (AI) yang semakin marak digunakan oleh bisnis dan profesional, RevComm sukses menggelar event Mugen 2026 bertajuk “Unlocking MiiTel Data Through MCP (Model Context Protocol)” di Uptown Serviced Office, Kuningan, Jakarta Selatan (5/8). Istilah ‘Mugen’ ini berdasarkan filosofi Jepang Mugen (無限) yang berarti “tanpa batas” dengan harapan akan memberikan kontribusi nyata untuk pasar global. Pada gelaran ini, RevComm mengumumkan langkah strategis […]

  • MoraRepublic Pastikan Konektivitas Tetap Terjaga, Salurkan Dukungan Logistik untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

    MoraRepublic Pastikan Konektivitas Tetap Terjaga, Salurkan Dukungan Logistik untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

    • calendar_month Minggu, 23 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta, 22 Agustus 2026 — Di tengah proses pemulihan pascagempa yang melanda Nusa Tenggara Timur (NTT), MoraRepublic memastikan layanan konektivitasnya di wilayah tersebut tetap berjalan sekaligus turut memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak melalui penyaluran bantuan sembako. Gempa yang melanda wilayah NTT pada 15 Agustus 2026 berdampak pada masyarakat dan infrastruktur di sejumlah wilayah. Di tengah […]

  • Kripto Makin Populer, OJK Ingatkan Investor Tak Sekadar Kejar Cuan

    Kripto Makin Populer, OJK Ingatkan Investor Tak Sekadar Kejar Cuan

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Jakarta, 31 Agustus 2026 – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi masyarakat di tengah pesatnya perkembangan industri aset digital dan kripto di Indonesia, termasuk meningkatnya minat terhadap aset seperti Bitcoin. Terbaru, OJK menerbitkan Buku Saku Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto 2.0 sebagai panduan bagi masyarakat untuk memahami ekosistem, regulasi hingga berbagai risiko yang mengiringi […]

expand_less