Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Bitcoin Terancam Merah Dua Bulan Beruntun, Peluang Rebound Masih Terbuka?

Bitcoin Terancam Merah Dua Bulan Beruntun, Peluang Rebound Masih Terbuka?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month 36 menit yang lalu
  • visibility 1
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 28 Oktober 2026 – Harga Bitcoin (BTC) menghadapi potensi penurunan bulanan kedua berturut-turut pada Oktober 2026. Meski terkoreksi 4,10% sejak awal bulan, sejumlah indikator teknikal, perilaku investor, dan kondisi makroekonomi masih memberikan harapan bagi prospek jangka panjang aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Laporan internal FLOQ, mengidentifikasi empat sinyal yang masih mendukung prospek positif Bitcoin. Namun, indikator tersebut belum memastikan bahwa harga telah mencapai titik terendah.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai koreksi harga perlu dilihat bersama indikator pasar lainnya untuk memahami arah pergerakan Bitcoin.

“Penurunan harga tidak selalu berarti tren jangka panjang telah berakhir. Namun, investor juga tidak sebaiknya terburu-buru menyimpulkan bahwa pasar sudah mencapai titik terendah. Penting untuk melihat apakah tekanan jual mulai mereda dan Bitcoin mampu mempertahankan level harga penting,” ucap Yudho.

Empat Sinyal yang Menopang Prospek Bitcoin

Sinyal pertama berasal dari analisis teknikal. Bitcoin tercatat diperdagangkan di sekitar US$79.935, atau sekitar 5% di atas rata-rata pergerakan harga 50 minggu yang berada di US$75.812. Level ini menjadi salah satu indikator untuk menilai apakah tren jangka panjang Bitcoin masih bertahan.

Kedua, pergerakan dana institusional menunjukkan gambaran yang beragam. Posisi net long manajer aset pada kontrak berjangka Bitcoin di CME turun sekitar 57% dari periode ketika Bitcoin mencapai rekor harga tertingginya. Namun, ETF Bitcoin spot Amerika Serikat dilaporkan telah menambah sekitar 87.000 BTC sejak titik terendah harga pada Juni 2026.

Ketiga, data on-chain menunjukkan perubahan perilaku investor. Glassnode mencatat sekitar 70% suplai Bitcoin milik pemegang jangka pendek masih berada dalam posisi untung, lebih rendah dibandingkan akhir September. Sementara itu, Santiment melaporkan jumlah dompet Bitcoin nonkosong berkurang sekitar 30.000 sejak 16 Oktober. Kondisi ini dapat mengindikasikan berkurangnya minat sebagian investor ritel, meski belum cukup untuk memastikan tekanan jual telah berakhir.

Keempat, kondisi fiskal Amerika Serikat turut menjadi perhatian. Utang pemerintah federal AS mencapai US$40,44 triliun pada 20 Oktober 2026, dengan defisit anggaran tahun fiskal 2026 sebesar US$1,99 triliun. Dalam jangka panjang, kekhawatiran terhadap inflasi dan daya beli mata uang fiat dapat memperkuat daya tarik Bitcoin sebagai aset dengan suplai terbatas. Namun, faktor ini tidak secara otomatis mendorong kenaikan harga dalam waktu dekat.

Menurut Yudho, keempat indikator tersebut perlu dibaca secara bersamaan, bukan dijadikan dasar tunggal untuk mengambil keputusan investasi.

“Prospek Bitcoin dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari struktur harga, arus dana institusional, perilaku investor, hingga kebijakan ekonomi global. Ketika beberapa indikator mulai membaik, itu bisa menjadi sinyal yang perlu dicermati, tetapi konfirmasi dari pergerakan pasar tetap penting,” jelasnya.

November Jadi Penentu Momentum Berikutnya

Secara historis, November cenderung menjadi bulan positif bagi Bitcoin. Data CoinGlass yang menunjukkan Bitcoin mencatatkan kenaikan pada sekitar 63% bulan November sejak 2010, dengan median kenaikan sebesar 10,26%.

Namun, pola tersebut tidak selalu berlaku setelah Oktober berakhir negatif. Dalam lima tahun ketika Bitcoin mengalami penurunan pada Oktober, harga hanya naik pada dua November berikutnya. Pada tahun sebelumnya, penurunan 3,95% pada Oktober bahkan diikuti koreksi 17,49% pada November.

Dalam jangka pendek, Santiment menilai penurunan berkelanjutan di bawah US$79.000 dapat menunda konfirmasi terbentuknya dasar harga. Sebaliknya, kenaikan kembali di atas US$82.500 dapat memperkuat indikasi pemulihan.

“Bitcoin masih memiliki sejumlah indikator yang mendukung prospek jangka panjang, tetapi risiko koreksi tetap ada. Investor perlu memperhatikan kemampuan harga bertahan di area dukungan serta perkembangan kondisi makroekonomi sebelum menilai apakah momentum pemulihan benar-benar terbentuk,” tutup Yudho.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • GameMarket.gg Expands Secure Global Marketplace for Game Currency and Boosting Services

    GameMarket.gg Expands Secure Global Marketplace for Game Currency and Boosting Services

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    GameMarket.gg continues to enhance the gaming experience by providing a trusted platform for game currency, boosting services, top-ups, in-game items, and gaming accounts, supported by verified sellers, secure transactions, competitive pricing, and fast global delivery. GameMarket.gg provides gamers worldwide with a secure marketplace for buying and selling game currency, boosting services, top-ups, in-game items, and […]

  • Bittime Sambut Roadmap IAKD OJK, Jadi Langkah Strategis Perkuat Industri Aset Digital

    Bittime Sambut Roadmap IAKD OJK, Jadi Langkah Strategis Perkuat Industri Aset Digital

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 31
    • 0Komentar

    Bittime menyambut positif penyusunan Roadmap IAKD 2026–2031 oleh OJK sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem aset digital Indonesia. Roadmap ini dinilai memberikan kepastian regulasi yang mendorong inovasi, perlindungan investor, dan daya saing industri, sejalan dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap tokenisasi aset. Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD), Bittime menyambut positif langkah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang tengah […]

  • Public

    Kolaborasi Bersama HRI Team Management, IPCC Turut Mendukung Distribusi Unit Kendaraan Balap ke Mandalika Festival of Speed 2026

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Lombok, 19 Oktober 2026 – PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) turut mendukung perkembangan dunia otomotif nasional melalui kolaborasi bersama Honda Racing Indonesia (HRI) Team Management dalam ajang Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026 yang berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, pada 17–18 Oktober 2026. Melalui kolaborasi tersebut, IPCC turut mendukung keikutsertaan HRI Team […]

  • CEO FLOQ: Bitcoin Naik 6%, Tapi Pasar Kripto Masih Belum Keluar dari Zona Waspada

    CEO FLOQ: Bitcoin Naik 6%, Tapi Pasar Kripto Masih Belum Keluar dari Zona Waspada

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Market Outlook W2 Juli 2026: Bitcoin Sempat Bangkit, Namun Ketidakpastian Global Masih Membayangi Pasar Kripto Jakarta, 13 Juli 2026 – Pasar aset kripto kembali menunjukkan volatilitas tinggi pada pekan kedua Juli 2026. Setelah sempat menguat lebih dari 6% pada awal bulan akibat meningkatnya ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter Amerika Serikat, Bitcoin kembali terkoreksi seiring meningkatnya tensi […]

  • Public

    Komitmen Terapkan K3, PT Railink dan Sudin Damkar Jaktim Gelar Diklat Pemadam Kebakaran

    • calendar_month Kamis, 15 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    PT Railink atau KAI Bandara tak hanya berkomitmen dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi yang aman, nyaman kepada masyarakat, namun juga terus memperkuat tanggung jawab terhadap penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Terbaru, upaya yang dilakukan KAI Bandara yakni dengan menggelar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Pemadam Kebakaran (Damkar) kolaborasi dengan Suku Dinas (Sudin) Penanggulangan Kebakaran dan […]

  • Public

    USDJPY Masih Bullish, NFP AS Jadi Katalis Pergerakan Pekan Depan

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Pergerakan USDJPY pada pekan depan berpotensi kembali menjadi perhatian pasar setelah pasangan mata uang tersebut berada di area 158 yen per dolar menjelang rilis data Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat pada Jumat (2/10/2026). NFP menjadi salah satu katalis penting yang dapat menentukan arah USDJPY karena data tenaga kerja AS berpengaruh terhadap ekspektasi kebijakan suku bunga […]

expand_less