Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Bittime Soroti Pelemahan Harga Bitcoin di Tengah Tekanan Pasar Global

Bittime Soroti Pelemahan Harga Bitcoin di Tengah Tekanan Pasar Global

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Jumat, 23 Okt 2026
  • visibility 3
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Harga Bitcoin melemah ke kisaran US$81.600 pada 23 Oktober 2026 di tengah tekanan pasar global, ketidakpastian makroekonomi, dan perubahan arus dana ETF. Bittime menyoroti level support US$80.000 dan resistance US$85.000 sebagai referensi analisis pasar. Melalui Bittime Futures, pengguna dapat mengambil posisi long maupun short untuk merespons pergerakan harga, dengan tetap memahami risiko leverage, margin, dan likuidasi.

Harga Bitcoin kembali melemah di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap pasar global. Bittime, Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menilai pergerakan ini perlu dicermati bersama sentimen pasar saham, arus dana ETF, dan perkembangan makroekonomi. Melalui ekosistem 3-in-1 yang mencakup Spot, Staking, dan Futures, Bittime menyediakan beragam pilihan layanan aset digital sesuai kebutuhan pengguna.

Bitcoin Melemah, Area US$80.000 Jadi Perhatian

Berdasarkan data CoinMarketCap yang dihimpun pada pagi 23 Oktober 2026, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$81.600, turun sekitar 2,3% dalam 24 jam. Harga sempat bergerak di rentang US$81.567 hingga US$84.840 dalam periode tersebut, mencerminkan tekanan jual yang masih membayangi pasar. Pelemahan ini terjadi setelah Bitcoin sempat naik mendekati US$85.000 pada 21 Oktober, sebelum kembali tertekan pada sesi berikutnya. 

Menurut laporan MarketWatch, penurunan saham teknologi dan meningkatnya sikap hati-hati investor turut menekan aset berisiko, termasuk Bitcoin. 

Dalam riset internal Bittime periode Oktober, analis Bittime mengidentifikasi US$80.000 sebagai area support bulanan dan US$85.000 sebagai area resistance untuk dicermati. Kedua level tersebut merupakan referensi analisis teknikal, bukan kepastian arah harga selanjutnya.

Direktur Operasional Bittime, Ryan Lymn, mengatakan, pelemahan Bitcoin menunjukkan bahwa sentimen pasar masih rentan terhadap perubahan kondisi ekonomi dan pergerakan aset global. 

“Investor perlu mencermati berbagai indikator untuk memahami konteks pergerakan harga, tanpa berasumsi bahwa tekanan saat ini akan berlanjut atau segera berbalik,” ujar Ryan.

Tekanan Pasar Global dan Faktor Makroekonomi

Pergerakan pasar saham, khususnya sektor teknologi, menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan ketika menilai sentimen terhadap aset berisiko. Ketidakpastian terkait valuasi perusahaan teknologi dan besarnya belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) dapat memengaruhi keputusan investor dalam mengatur alokasi aset.

Selain itu, ekspektasi suku bunga Federal Reserve, imbal hasil US Treasury, dan kekuatan dolar AS berpotensi memengaruhi minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto. 

Riset internal Bittime juga menyoroti inflasi AS sebesar 3,7% secara tahunan pada September 2026 serta kenaikan harga minyak Brent yang mencapai sekitar US$111 per barel pada 20 Oktober sebagai perkembangan yang perlu dipantau dalam konteks risiko inflasi dan kebijakan moneter.

Meski demikian, faktor-faktor tersebut tidak dapat dianggap sebagai penyebab tunggal pelemahan Bitcoin. Harga juga dipengaruhi likuiditas, aktivitas perdagangan spot dan derivatif, serta perubahan posisi investor.

“Ekspektasi suku bunga, perkembangan inflasi, dan kondisi pasar keuangan global dapat memengaruhi selera risiko investor. Namun, respons Bitcoin terhadap faktor-faktor tersebut tidak selalu sama. Karena itu, analisis sebaiknya mempertimbangkan berbagai indikator dan tidak hanya bertumpu pada satu perkembangan,” jelas Ryan.

Arus Dana ETF Bitcoin Tetap Perlu Dicermati

Arus dana spot Bitcoin exchange-traded fund (ETF) di Amerika Serikat merupakan salah satu indikator untuk mengamati minat investor institusional. Berdasarkan laporan Cointelegraph, ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sekitar US$ 526,7 juta pada 19 Oktober 2026. Angka tersebut kemudian melambat menjadi sekitar US$ 23,2 juta pada 20 Oktober 2026. 

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa arus dana ETF dapat berfluktuasi dari hari ke hari. Arus masuk berpotensi mendukung permintaan Bitcoin, tetapi tidak selalu langsung tercermin pada harga karena pengaruh likuiditas dan aktivitas perdagangan di pasar yang lebih luas.

Oleh karena itu, data ETF dari beberapa hari sebelumnya perlu dibaca bersama perkembangan harga terbaru. Arus dana ETF dapat membantu memberikan konteks mengenai partisipasi investor institusional, tetapi tidak dapat digunakan sebagai indikator tunggal untuk memastikan arah pasar.

Aktivitas Pasar Kripto Indonesia Tetap Dinamis

Di Indonesia, OJK mencatat nilai transaksi aset kripto mencapai Rp23,16 triliun pada Agustus 2026, meningkat 12,87% dibandingkan Juli yang tercatat sebesar Rp20,52 triliun. Jumlah akun konsumen pedagang aset keuangan digital mencapai 23,21 juta pada periode yang sama.

Data tersebut menunjukkan aktivitas perdagangan domestik yang tetap dinamis. Namun, peningkatan nilai transaksi tidak serta-merta menunjukkan arah harga aset kripto, karena aktivitas pasar dapat berubah mengikuti sentimen, likuiditas, dan kondisi ekonomi.

Bittime Futures di Tengah Perubahan Pasar

Di tengah volatilitas Bitcoin, Bittime Futures memungkinkan pengguna mengambil posisi long ketika memperkirakan harga akan naik atau short ketika memperkirakan harga akan turun. Fitur ini memberikan fleksibilitas untuk merespons berbagai skenario pasar, tetapi juga memiliki risiko kerugian dan likuidasi, terutama ketika menggunakan leverage.

Ryan menegaskan, “Bittime Futures memungkinkan pengguna mengambil posisi long maupun short berdasarkan analisis pasar. Namun, pengguna perlu memahami mekanisme leverage, margin, dan risiko likuidasi sebelum bertransaksi. Tidak ada strategi yang dapat menjamin keuntungan di tengah pergerakan harga yang tidak pasti.”

Bittime mengimbau pengguna untuk mengikuti perkembangan pasar melalui sumber tepercaya dan memahami karakteristik setiap produk sebelum bertransaksi. Harga aset kripto dapat berubah secara signifikan, sementara indikator teknikal, arus dana ETF, dan perkembangan makroekonomi tidak menjamin arah harga maupun hasil investasi pada masa mendatang.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Public

    Eksekusi Cepat hingga Perlindungan Dana, Ini Alasan HSB Investasi #JadiPilihan Aplikasi Trading Terbaik

    • calendar_month Rabu, 14 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Mulai dari eksekusi cepat hingga proteksi ekstra USD 1 Juta, cari tahu alasan HSB Investasi #JadiPilihan aplikasi trading terbaik berpredikat rating A+++ di Q1 2026 oleh BAPPEBTI. Perkembangan teknologi trading mobile menuntut platform investasi tidak hanya berkinerja cepat, tetapi juga memberikan perlindungan modal secara menyeluruh. Di tengah persaingan pasar finansial di Indonesia, HSB Investasi menetapkan […]

  • Public

    Kemendag dan Nestlé Indonesia Teken MoU Dorong Ekspor dari Hulu di TEI 2026

    • calendar_month Sabtu, 17 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 6
    • 0Komentar

    Kabupaten Tangerang, 15 Oktober 2026 – Menteri Perdagangan Budi Santoso hari ini, Kamis, (15/10) menyaksikan penandatanganan kesepakatan bersama (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Perdagangan dan PT Nestlé Indonesia. MoU tersebut ditandatangani Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, dan Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia, Georgios Badaro, sebagai salah satu rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) […]

  • KA Cikuray Jadi Kereta Favorit Pengguna Jasa dari Daop 2 Bandung Sedangkan Gambir dan Yogyakarta Masih Menjadi Tujuan Utama Selama Januari – Juni 2026

    KA Cikuray Jadi Kereta Favorit Pengguna Jasa dari Daop 2 Bandung Sedangkan Gambir dan Yogyakarta Masih Menjadi Tujuan Utama Selama Januari – Juni 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bandung Rabu, 22 Juli 2026 KA Cikuray Jadi Kereta Favorit Pengguna Jasa dari Daop 2 Bandung Sedangkan Gambir dan Yogyakarta Masih Menjadi Tujuan Utama Selama Januari – Juni 2026 Bandung (Jawa Barat), 22 Juli 2026 – Tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi kereta api selama Semester I Tahun 2026 (Januari–Juni) tercermin dari tingginya […]

  • Bukan Sekadar Patuh Regulasi, Dunia Usaha Didorong Jadikan Perlindungan Anak Strategi Bisnis

    Bukan Sekadar Patuh Regulasi, Dunia Usaha Didorong Jadikan Perlindungan Anak Strategi Bisnis

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Perlindungan anak perlu menjadi bagian dari tata kelola dan strategi bisnis, bukan sekadar kewajiban untuk memenuhi regulasi. Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan KPAI, BINUS Business School, IGCN, pemerintah, dan dunia usaha, para pemangku kepentingan mendorong penguatan kolaborasi untuk membangun ekosistem bisnis yang ramah anak dan bebas dari eksploitasi. Diskusi menekankan pentingnya integrasi prinsip […]

  • Public

    KAI Logistik Distribusikan 122 Ribu Unit Sepeda Motor hingga Triwulan III 2026

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 27
    • 0Komentar

    KAI Logistik Perusahaan yang bergerak di bidang layanan logistik terintegrasi, mencatatkan kinerja positif pada layanan angkutan sepeda motor melalui KALOG Express. Sepanjang Januari hingga September 2026, KAI Logistik telah mengangkut dan mendistribusikan sekitar 122 ribu unit sepeda motor dengan total volume mencapai sekitar 17.800 ton. Capaian ini menunjukkan peran KALOG Express dalam mendukung kebutuhan distribusi […]

  • Masih Bingung Melanjutkan Perjalanan? Petunjuk dan Layar Informasi LRT Jabodebek Bantu Pengguna Lanjutkan Perjalanan

    Masih Bingung Melanjutkan Perjalanan? Petunjuk dan Layar Informasi LRT Jabodebek Bantu Pengguna Lanjutkan Perjalanan

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Masyarakat semakin memanfaatkan LRT Jabodebek sebagai pilihan transportasi untuk beraktivitas sehari-hari. Hal tersebut tercermin dari jumlah pengguna pada Semester I 2026 yang mencapai 16.018.911 pengguna atau meningkat 23 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Setelah turun dari LRT Jabodebek, banyak pengguna melanjutkan perjalanan menggunakan moda transportasi lain, seperti KRL Commuter Line, Kereta Cepat Whoosh, […]

expand_less