Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Ikatan Indonesia–India yang Tak Terpisahkan

Ikatan Indonesia–India yang Tak Terpisahkan

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Sabtu, 4 Jul 2026
  • visibility 12
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh Ashish Bharadwaj* dan Manjeet Kripalani**

Jakarta — India dan Indonesia dipisahkan oleh Samudra Hindia, tetapi dipersatukan oleh sejarah, budaya, perdagangan, dan nilai-nilai yang sama. Hubungan kedua negara tidak pernah semata-mata dibangun melalui perdagangan atau perjanjian diplomatik, melainkan tumbuh dari penghormatan terhadap keberagaman, toleransi, dan persahabatan yang telah terjalin selama berabad-abad. Kini, ada satu dimensi baru yang perlu mendapat perhatian lebih besar, yakni pendidikan tinggi dan riset sebagai jembatan strategis yang akan memperkuat hubungan kedua negara di masa depan.

Hal ini menjadi semakin penting di tengah perubahan geopolitik dan pesatnya perkembangan teknologi. India dan Indonesia merupakan dua negara berkembang yang tengah bertransformasi menjadi kekuatan menengah (middle powers) dengan potensi besar untuk memainkan peran yang lebih menentukan dalam tatanan global. Agar mampu memanfaatkan momentum tersebut, keduanya perlu berinvestasi bukan hanya pada infrastruktur fisik dan ekonomi, tetapi juga pada ilmu pengetahuan, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Perjalanan pembangunan India dan Indonesia memiliki banyak kesamaan. Rata-rata usia penduduk India sekitar 29 tahun, sementara Indonesia 31 tahun. Secara bersama-sama, kedua negara mewakili hampir seperlima populasi dunia. Keduanya juga termasuk masyarakat yang sangat terkoneksi secara digital. Kawasan Asia-Pasifik merupakan pengguna media sosial terbesar di dunia, dengan India dan Indonesia menjadi dua negara yang paling aktif memanfaatkan berbagai platform seperti Facebook, WhatsApp, X, dan YouTube, baik untuk kebutuhan sehari-hari maupun dalam situasi darurat. Bonus demografi yang besar ini menghadirkan peluang sekaligus tantangan, yakni bagaimana memastikan generasi mudanya memperoleh pendidikan yang lebih baik, kesempatan ekonomi yang lebih luas, dan kualitas hidup yang semakin tinggi sebelum momentum tersebut berlalu.

Selama bertahun-tahun, kedua negara mengandalkan sistem pendidikan tinggi dan model penelitian yang banyak mengacu pada Barat. Namun, model tersebut kini menghadapi berbagai keterbatasan, baik dari sisi pendanaan maupun relevansinya terhadap tantangan masa depan. Seiring semakin memudarnya warisan kolonial dan hadirnya generasi baru yang tumbuh bersama teknologi, menjadi wajar apabila pemerintah India dan Indonesia mulai memberikan perhatian yang jauh lebih besar pada pembangunan kapasitas riset dan inovasi di bidang-bidang yang mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Indonesia telah mengambil langkah penting melalui pembentukan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada 2010 dengan dana abadi sekitar 10 miliar dolar AS untuk mendukung pendidikan tinggi, penelitian, dan beasiswa. Pada 2023, lebih dari 35.500 penerima manfaat memperoleh dukungan dari program tersebut. Di sisi lain, India melalui National Education Policy 2020 membentuk National Research Foundation (Anusandhan) yang mulai beroperasi pada 2023 dengan dana sekitar 14,5 miliar dolar AS untuk memperkuat riset dan inovasi di berbagai perguruan tinggi.

Salah satu mekanisme kerja sama yang telah terbukti efektif sepanjang sejarah adalah kemitraan antar lembaga pendidikan dan riset. Ilmu pengetahuan berkembang melalui kolaborasi, bukan kompetisi. Karena itu, hubungan akademik antara India dan Indonesia seharusnya menjadi salah satu prioritas utama dalam memperkuat kemitraan strategis kedua negara.

Sayangnya, kondisi saat ini masih jauh dari ideal. India mengalokasikan sekitar 56 miliar dolar AS untuk pendidikan tinggi pada 2025, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Indonesia sendiri menganggarkan sekitar 43 miliar dolar AS untuk sektor pendidikan, dengan sekitar 11 persen dialokasikan bagi program beasiswa, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Namun, keterhubungan kedua sistem pendidikan masih sangat terbatas. Australia, Amerika Serikat, Jepang, dan Jerman masih menjadi tujuan utama mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi ke luar negeri. India bahkan belum menjadi salah satu destinasi pilihan. Pada 2022, hanya sekitar 115 mahasiswa Indonesia yang belajar di India, sementara jumlah mahasiswa India yang menempuh pendidikan tinggi maupun riset di Indonesia bahkan kurang dari sepuluh orang.

Padahal, dari sudut pandang ekonomi, kerja sama pendidikan memberikan manfaat jangka panjang yang sangat besar. Investasi di bidang pendidikan menghasilkan peningkatan produktivitas, mendorong pertumbuhan pendapatan, memperbaiki distribusi kesejahteraan, serta menciptakan lingkungan sosial ekonomi yang lebih baik bagi kedua negara.

Apabila abad ke-21 benar-benar akan menjadi Abad Asia, maka dua demokrasi terbesar di kawasan ini harus memperbanyak kemitraan akademik, membangun lebih banyak jembatan riset, dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi mahasiswa serta peneliti untuk belajar dan berinovasi bersama.

India dan Indonesia pernah menjadi pelopor Konferensi Asia-Afrika di Bandung pada 1955. Pada masa itu, kedua negara berupaya mencari model pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan dan karakter negara-negara yang baru merdeka. Saat itu, keduanya masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi, politik, dan sosial. Kini, kondisinya telah jauh berbeda. India dan Indonesia telah berkembang menjadi negara dengan pengaruh ekonomi dan politik yang jauh lebih besar serta mulai memainkan peran aktif dalam membentuk tatanan geopolitik dan ekonomi internasional yang baru.

Untuk menjalankan peran tersebut, kedua negara perlu memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi, lembaga riset, serta sektor swasta. Pemerintah India dan Indonesia telah menempatkan banyak tokoh terbaiknya untuk memimpin transformasi di bidang pendidikan dan penelitian. Momentum tersebut perlu dimanfaatkan melalui berbagai bentuk kolaborasi yang lebih konkret.

Universitas-universitas swasta terkemuka di India seperti BITS Pilani, yang dikenal memiliki keunggulan di bidang teknik, riset mutakhir, inovasi teknologi, dan kewirausahaan, dapat menjadi pelopor berbagai proyek penelitian bersama dengan perguruan tinggi di Indonesia. Kerja sama tersebut dapat diwujudkan melalui pertukaran mahasiswa, penyelenggaraan konferensi ilmiah, pengembangan kurikulum baru, hingga penelitian bersama mengenai berbagai isu yang menjadi kepentingan kedua negara.

Peluang kerja sama riset juga sangat luas. Keberhasilan Indonesia dalam menurunkan angka kemiskinan secara drastis selama empat dekade terakhir dapat menjadi bahan pembelajaran penting bagi para ekonom pembangunan dan pembuat kebijakan di negara-negara Global South. Empat puluh tahun lalu, sekitar 74 persen penduduk Indonesia hidup dalam kemiskinan ekstrem. Kini angkanya telah turun menjadi kurang dari dua persen.

Sebaliknya, India memiliki berbagai pengalaman yang dapat dibagikan kepada Indonesia. Industri farmasi India menjadikannya dikenal sebagai “apotek dunia”, sementara infrastruktur digitalnya yang digunakan lebih dari satu miliar orang setiap hari menjadi salah satu sistem digital publik terbesar dan paling canggih yang pernah dibangun. India juga termasuk kelompok kecil negara yang berhasil mengembangkan program antariksa dengan berbagai pencapaian penting.

Karena itu, bidang-bidang seperti farmasi, kesehatan masyarakat, pengentasan kemiskinan, transfer teknologi berbasis kekayaan intelektual, riset antariksa, telekomunikasi, rekayasa semikonduktor, komputasi kuantum, oseanografi, deep technology, perusahaan rintisan berbasis teknologi, hingga kemaritiman seharusnya menjadi bagian dari agenda riset bersama antara India dan Indonesia.

Kerja sama di bidang pendidikan tinggi merupakan awal yang sangat baik untuk mempererat hubungan kedua negara. Ketika perguruan tinggi, mahasiswa, peneliti, dan ilmuwan bekerja bersama pada bidang-bidang yang menjadi kepentingan bersama, hubungan India dan Indonesia akan berkembang jauh melampaui diplomasi dan perdagangan.

Visi baru kerja sama pendidikan dan riset kedua negara dapat dirangkum dalam konsep IND, yaitu Integration, Nimbleness, and Decisiveness atau integrasi, kelincahan, dan ketegasan. IND bukan sekadar singkatan dari India dan Indonesia. Lebih dari itu, IND menandai dimulainya babak baru hubungan kedua negara, ketika pendidikan, penelitian, dan inovasi menjadi fondasi utama bagi kemitraan strategis Indonesia dan India pada masa depan.

*Ashish Bharadwaj adalah Distinguished Fellow for Law and Education di Gateway House.

**Manjeet Kripalani adalah Executive Director Gateway House.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ekosistem EV Semakin Berkembang, BRI Finance Perkuat Solusi Pembiayaan Kendaraan Listrik

    Ekosistem EV Semakin Berkembang, BRI Finance Perkuat Solusi Pembiayaan Kendaraan Listrik

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 4
    • 0Komentar

    Jakarta, 22 Juli 2026 – Perkembangan industri kendaraan listrik di Indonesia diperkirakan akan terus berlanjut seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi biaya operasional dan mobilitas yang lebih ramah lingkungan. Berbagai faktor, termasuk potensi perubahan harga bahan bakar minyak (BBM), dinilai dapat menjadi salah satu pendorong meningkatnya minat masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik. Corporate Secretary […]

  • Tim Mini Soccer BRI Region 6 Raih Juara 1 Geothermal League 2026, Manajer Tim Ungkap Rasa Bangga dan Kebahagiaan.

    Tim Mini Soccer BRI Region 6 Raih Juara 1 Geothermal League 2026, Manajer Tim Ungkap Rasa Bangga dan Kebahagiaan.

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Tim Mini Soccer BRI Region 6 dengan berhasil meraih gelar Juara 1 pada ajang Geothermal League 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa semangat, disiplin, dan kerja sama tim mampu menghasilkan […]

  • Bukan Sekadar Patuh Regulasi, Dunia Usaha Didorong Jadikan Perlindungan Anak Strategi Bisnis

    Bukan Sekadar Patuh Regulasi, Dunia Usaha Didorong Jadikan Perlindungan Anak Strategi Bisnis

    • calendar_month Minggu, 19 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Perlindungan anak perlu menjadi bagian dari tata kelola dan strategi bisnis, bukan sekadar kewajiban untuk memenuhi regulasi. Melalui Focus Group Discussion (FGD) yang mempertemukan KPAI, BINUS Business School, IGCN, pemerintah, dan dunia usaha, para pemangku kepentingan mendorong penguatan kolaborasi untuk membangun ekosistem bisnis yang ramah anak dan bebas dari eksploitasi. Diskusi menekankan pentingnya integrasi prinsip […]

  • BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Hadirkan Edukasi Proteksi di Event “UMKM Fun Run 5K”

    BRI Life Dukung Kegiatan Kementerian UMKM Hadirkan Edukasi Proteksi di Event “UMKM Fun Run 5K”

    • calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    PT Asuransi Jiwa BRI Life (BRI Life) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) nasional, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui partisipasi BRI Life dalam penyelenggaraan UMKM Fun Run 5K yang berlangsung di Jakarta pada 21 Juni 2026 sebagai bagian dari upaya mendorong gaya hidup sehat […]

  • Bank Neo Commerce Gandeng HIMMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung Adakan Literasi Keuangan, Ajak Mahasiswa Waspada Terhadap Penipuan Digital

    Bank Neo Commerce Gandeng HIMMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung Adakan Literasi Keuangan, Ajak Mahasiswa Waspada Terhadap Penipuan Digital

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Bandung, 26 Juni 2026 – PT Bank Neo Commerce Tbk (“Bank Neo Commerce”, “Bank”, “BNC”, “Perseroan”), sebagai salah satu pelaku jasa keuangan di Indonesia, menggelar kegiatan literasi keuangan pada Jumat (26/6) dengan menggandeng Himpunan Mahasiswa Hubungan Masyarakat (HIMMAS) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung. Pada kegiatan literasi keuangan yang menyasar mahasiswa dan dilakukan […]

  • Hari Anak Nasional, LRT Jabodebek Jadikan Transportasi Publik sebagai Ruang Belajar bagi Anak Penyandang Disabilitas

    Hari Anak Nasional, LRT Jabodebek Jadikan Transportasi Publik sebagai Ruang Belajar bagi Anak Penyandang Disabilitas

    • calendar_month Kamis, 23 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 bertema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui LRT Jabodebek mengajak 50 murid penyandang disabilitas dari empat Sekolah Luar Biasa (SLB) mengikuti perjalanan edukasi menggunakan LRT Jabodebek dari Stasiun Halim menuju Stasiun Jatimulya pada Kamis (23/7). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan transportasi publik […]

expand_less