Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Road to ENSIA 2026, SUCOFINDO Dorong Inovasi untuk Bisnis Berkelanjutan dan Masyarakat Tangguh

Road to ENSIA 2026, SUCOFINDO Dorong Inovasi untuk Bisnis Berkelanjutan dan Masyarakat Tangguh

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 24 Sep 2026
  • visibility 6
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Denpasar, (24/9) – PT SUCOFINDO (PERSERO) menyelenggarakan seminar bertajuk “Beyond Compliance: Innovation for Sustainable Business and Resilient Community” sebagai bagian dari rangkaian Road to Environmental and Social Innovation Award (ENSIA) 2026. Kegiatan yang berlangsung di Nusa Dua Bali ini menjadi wadah berbagi wawasan dan praktik terbaik bagi dunia usaha dalam menghadapi tantangan keberlanjutan sekaligus memperkuat daya saing melalui inovasi lingkungan dan sosial.

Seminar dibuka oleh Direktur Utama PT SUCOFINDO (PERSERO), Sandry Pasambuna, yang menegaskan bahwa keberlanjutan bisnis tidak dapat dibangun hanya melalui kepatuhan terhadap regulasi. Menurutnya, dunia usaha perlu menjadikan aspek lingkungan dan sosial sebagai bagian dari strategi bisnis yang mampu menciptakan nilai jangka panjang.

“Kinerja lingkungan dan sosial semestinya ditempatkan sebagai bagian dari strategi untuk membangun ketahanan dan menciptakan nilai jangka panjang. Compliance adalah titik awal, inovasi adalah langkah berikutnya, dan keberlanjutan adalah tujuan yang ingin kita capai bersama,” ujarnya.

Sandry Pasambuna menambahkan bahwa ENSIA terus dihadirkan sebagai ruang untuk berbagi pengetahuan, mempertemukan praktik baik, membangun kolaborasi, serta menginspirasi lahirnya inovasi baru yang mendukung terwujudnya bisnis berkelanjutan dan masyarakat yang tangguh. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Testing, Inspection, and Certification (TIC), PT SUCOFINDO (PERSERO) berkomitmen menjadi mitra strategis dunia usaha dalam memahami risiko, meningkatkan kinerja, mendorong inovasi, dan menciptakan nilai berkelanjutan.

Seminar ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, PT SUCOFINDO (PERSERO), serta akademisi yang memiliki kompetensi di bidang keberlanjutan. Berbagai materi yang disampaikan menyoroti perkembangan kebijakan lingkungan, implementasi Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan (PROPER), nilai ekonomi karbon, hingga praktik inovasi sosial yang mampu memperkuat ketahanan masyarakat dan daya saing perusahaan.

Narasumber dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Edward Nixon Pakpahan memaparkan perkembangan implementasi Permen LH/BPLH Nomor 7 Tahun 2025 yang menghadirkan sejumlah pembaruan dalam kriteria penilaian PROPER. Dalam paparannya, Edward Nixon Pakpahan menjelaskan bahwa PROPER terus berkembang sebagai instrumen yang mendorong perusahaan untuk melampaui kepatuhan lingkungan melalui penerapan eco-inovasi, inovasi sosial, nilai ekonomi karbon, green leadership, serta penguatan keterkaitan antara kinerja lingkungan dan pelaporan keberlanjutan perusahaan.

“PROPER terus berkembang sebagai instrumen yang mendorong transformasi kinerja lingkungan perusahaan. Melalui pembaruan kriteria yang lebih komprehensif, kami berharap dunia usaha dapat semakin inovatif dalam menciptakan dampak positif bagi lingkungan, masyarakat, dan pembangunan berkelanjutan. PROPER bukan hanya alat evaluasi kepatuhan, tetapi juga sarana untuk membangun daya saing dan nilai tambah melalui praktik bisnis yang berkelanjutan,” tuturnya.

Edward Nixon Pakpahan juga menyoroti pentingnya integrasi PROPER dengan implementasi ESG dan kewajiban pelaporan keberlanjutan bagi perusahaan publik sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas kinerja keberlanjutan perusahaan.

Selanjutnya, Pakar Manajemen Lingkungan, Sudharto P. Hadi, menekankan bahwa PROPER tidak lagi sekadar instrumen kepatuhan, melainkan katalis transformasi menuju bisnis berkelanjutan. Menurutnya, perusahaan perlu bergerak dari pendekatan reaktif menjadi proaktif, dari model ekonomi linier menuju ekonomi sirkular, serta mengintegrasikan inovasi lingkungan dan sosial ke dalam strategi bisnis untuk menciptakan nilai bersama bagi perusahaan dan masyarakat.

“Beyond compliance berarti perusahaan tidak berhenti pada pemenuhan regulasi. Perusahaan perlu menciptakan inovasi yang mampu menghasilkan nilai ekonomi sekaligus manfaat sosial dan lingkungan. Inilah esensi bisnis berkelanjutan yang akan menjadi fondasi daya saing perusahaan di masa depan,” jelasnya.

Dari sisi implementasi inovasi sosial, Project Manager Konsultansi PROPER PT SUCOFINDO (PERSERO), Retno Suryani membahas pentingnya integrasi inovasi sosial dalam implementasi PROPER, termasuk penguatan program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) sebagai bagian dari strategi pemberdayaan kelompok rentan. Materi ini menegaskan bahwa inovasi sosial perlu menjawab kebutuhan masyarakat, menciptakan perubahan sistemik, meningkatkan kapabilitas kelompok sasaran, serta mendukung keberlanjutan program melalui penguatan modal sosial dan ekonomi masyarakat.

“Inovasi sosial tidak lagi cukup dipandang sebagai program pendamping. Saat ini, inovasi sosial menjadi instrumen penting untuk menciptakan dampak yang terukur dan berkelanjutan. Ketika perusahaan mampu mengintegrasikan pemberdayaan masyarakat dengan kebutuhan kelompok rentan, maka manfaat yang dihasilkan tidak hanya dirasakan masyarakat, tetapi juga memperkuat keberlanjutan bisnis perusahaan,” paparnya.

Sementara itu, Head of the GHG Validation and Verification Operations Subdivision PT SUCOFINDO (PERSERO), Fajar Firstya Adam membahas peran Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dalam mendorong transformasi bisnis berkelanjutan. Menurutnya, mekanisme karbon memberikan insentif bagi pelaku usaha untuk melakukan pengurangan emisi secara terukur sekaligus membuka peluang investasi dan pengembangan teknologi rendah emisi.

“NEK memberikan peluang bagi perusahaan untuk mengubah kinerja lingkungan menjadi nilai ekonomi. Dengan mekanisme yang kredibel dan berintegritas, dunia usaha dapat mempercepat upaya dekarbonisasi, memperkuat implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG), sekaligus meningkatkan daya saing pada era ekonomi rendah karbon,” tutupnya.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aplikasi Investasi untuk Pemula: Apa Saja yang Harus Dimiliki?

    Aplikasi Investasi untuk Pemula: Apa Saja yang Harus Dimiliki?

    • calendar_month Jumat, 17 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Semakin banyak orang mulai menyadari pentingnya mengelola keuangan dan membangun aset sejak dini. Namun, tidak sedikit calon investor yang masih ragu untuk memulai karena menganggap investasi itu rumit, membutuhkan modal besar, atau hanya bisa dilakukan oleh mereka yang sudah berpengalaman. Kini, anggapan tersebut mulai […]

  • Public

    Strategi BP Tapera Mengejar 3 Bulan Terakhir di Tahun 2026

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Dalam pemaparannya, Heru menyampaikan bahwa untuk mengejar 3 bulan tersisa di tahun 2026 saat ini memang perlu difokuskan melalui dukungan berbagai pihak. Disampaikannya realisasi penyaluran FLPP saat ini mencapai 160.070 unit atau sebesar 45,73%, yang terdiri dari 160.053 unit rumah tapak dan 17 unit rumah susun. Jakarta, 28 September 2026 – BP Tapera menggelar evaluasi […]

  • Product Design Engineering: Jurusan Keren yang Gabungkan Desain & Teknik Sekaligus

    Product Design Engineering: Jurusan Keren yang Gabungkan Desain & Teknik Sekaligus

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 19
    • 0Komentar

    Kalau kamu sering penasaran bagaimana sebuah produk hebat bisa tercipta dari nol sampai jadi barang nyata, ada jurusan kuliah yang sangat pas untukmu, lho! Product Design Engineering (PDE) namanya, dan kamu bisa temukan program studi ini di BINUS ASO School of Engineering.   Di jurusan ini, kamu tidak hanya akan belajar cara membuat desain yang terlihat […]

  • Vietnam Wedding Week 2026 Resmi Menutup The Love City, Satukan Fashion Pengantin, Pengalaman, dan Ekosistem Pernikahan

    Vietnam Wedding Week 2026 Resmi Menutup The Love City, Satukan Fashion Pengantin, Pengalaman, dan Ekosistem Pernikahan

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Ho Chi Minh City, Agustus 2026 – Setelah berlangsung selama dua hari di White Palace Hoang Van Thu, Vietnam Wedding Week 2026 resmi menutup rangkaian The Love City. Acara ini mempertemukan fashion pengantin, berbagai brand pernikahan, para ahli, vendor, seniman, hingga pasangan dalam satu destinasi. Digelar melalui kolaborasi antara YEAH1 dan LIVEN Technology, Vietnam Wedding […]

  • Horison Hotels Group Perkuat Jaringan di Indonesia Timur melalui Horison Inn Artha Kencana Makassar

    Horison Hotels Group Perkuat Jaringan di Indonesia Timur melalui Horison Inn Artha Kencana Makassar

    • calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Rebranding Resmi Digelar 16 September 2026, Hadirkan Konsep Urban Stay dan Pengalaman Hospitality yang Lebih Segar Makassar, 16 September 2026 – Horison Inn Artha Kencana Makassar resmi memasuki babak baru melalui rebranding dan bergabungnya hotel ke dalam manajemen PT Metropolitan Golden Management (MGM). Langkah strategis ini menandai penguatan jaringan Horison Hotels Group di kawasan Indonesia […]

  • Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026

    Konsisten Jadi Penggerak Ekonomi Kerakyatan, BRI Bukukan Laba Rp31,2 Triliun pada Triwulan II 2026

    • calendar_month Senin, 31 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI membukukan kinerja positif hingga akhir Triwulan II 2026. Di tengah dinamika perekonomian dan industri perbankan, BRI mampu menjaga momentum pertumbuhan bisnis yang diiringi dengan penguatan fundamental, perbaikan kualitas aset, serta peningkatan profitabilitas. Hingga akhir Triwulan II 2026, laba bersih BRI Group mencapai Rp31,2 triliun, tumbuh […]

expand_less