Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Investasi Emas dan Perak Bisa Kena Pajak hingga 35%, Bagaimana dengan Versi Kriptonya?

Investasi Emas dan Perak Bisa Kena Pajak hingga 35%, Bagaimana dengan Versi Kriptonya?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Kamis, 5 Nov 2026
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 5 November 2026 – Investasi emas dan perak kini menjadi sorotan karena menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk menjaga nilai aset dalam jangka panjang. Namun, sebelum berinvestasi, masyarakat perlu memahami bahwa setiap instrumen memiliki karakteristik, biaya, dan perlakuan pajak yang berbeda.

CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai pemahaman terhadap aspek perpajakan menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan investasi, terutama seiring berkembangnya instrumen digital yang memberikan eksposur terhadap harga logam mulia.

“Investor perlu memahami bahwa investasi emas dan perak fisik memiliki karakteristik yang berbeda dengan aset digital berbasis tokenisasi. Perbedaan tersebut juga dapat memengaruhi perlakuan pajak, biaya transaksi, serta cara menghitung potensi hasil investasi,” kata Yudho.

Memahami pajak investasi logam mulia fisik

Keuntungan dari penjualan emas dan perak fisik dapat menjadi bagian dari penghasilan kena pajak sesuai ketentuan perpajakan yang berlaku.

Bagi wajib pajak orang pribadi, penghasilan kena pajak dikenakan tarif PPh progresif sesuai lapisan penghasilan. Tarif tertinggi yang berlaku saat ini mencapai 35%.

Namun, pengenaan pajak tersebut tidak berarti setiap transaksi pembelian atau penjualan logam mulia secara otomatis dikenakan PPh progresif sebesar 35%.

Perlakuan pajak bergantung pada kondisi dan status perpajakan wajib pajak, serta ketentuan yang berlaku atas penghasilan yang diperoleh. Karena itu, investor perlu membedakan antara pajak atas transaksi dan pajak atas penghasilan yang diperoleh dari investasi.

Selain aspek perpajakan, pembelian logam mulia fisik juga perlu mempertimbangkan harga produk, ukuran pembelian, serta biaya lain yang mungkin timbul.

Tokenisasi membuka alternatif akses terhadap logam mulia

Perkembangan tokenisasi aset menghadirkan alternatif bagi masyarakat untuk memperoleh eksposur terhadap harga logam mulia melalui instrumen digital.

Di FLOQ, masyarakat dapat mengakses XAUT dan SLVON, dua aset digital yang memiliki karakteristik berbeda dari kepemilikan emas dan perak fisik.

XAUT merupakan token yang merepresentasikan emas fisik, dengan setiap satu XAUT setara dengan satu troy ounce emas. Sementara itu, SLVON merupakan aset tokenisasi yang memberikan eksposur terhadap harga perak. Keduanya tersedia di FLOQ dan dapat dibeli mulai dari Rp1.000.

Menurut Yudho, kehadiran instrumen digital tersebut memberikan alternatif bagi masyarakat untuk mengakses aset berbasis logam mulia dengan nominal yang lebih fleksibel.

“Tokenisasi memungkinkan masyarakat mengakses eksposur terhadap aset seperti emas dan perak melalui instrumen digital. Namun, investor tetap perlu memahami mekanisme produk, termasuk aset yang mendasarinya, biaya transaksi, dan risiko yang menyertainya,” ujar Yudho.

Perbedaan perlakuan pajak pada aset fisik dan digital

Selain perbedaan bentuk kepemilikan, investasi logam mulia fisik dan aset digital berbasis tokenisasi juga memiliki perlakuan pajak yang berbeda.

Keuntungan dari penjualan emas dan perak fisik dapat menjadi bagian dari penghasilan kena pajak dan mengikuti ketentuan PPh progresif sesuai kondisi wajib pajak.

Sementara itu, transaksi aset keuangan digital, termasuk aset kripto, memiliki ketentuan perpajakan tersendiri. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, transaksi penjualan aset kripto dapat dikenakan PPh final sebesar 0,21% dari nilai transaksi.

Dengan demikian, dasar pengenaan pajak pada kedua instrumen tersebut berbeda. Pada logam mulia fisik, penghasilan yang diperoleh dapat menjadi bagian dari penghasilan kena pajak. Adapun pada transaksi aset kripto, pajak final dihitung berdasarkan nilai transaksi sesuai ketentuan yang berlaku.

Perbedaan ini menjadi salah satu aspek yang perlu dipahami investor ketika membandingkan kedua instrumen. Meski demikian, besaran pajak bukan satu-satunya faktor yang menentukan hasil investasi.

“Investor sebaiknya tidak hanya membandingkan tarif pajak, tetapi juga memperhitungkan biaya transaksi, selisih harga beli dan jual, serta risiko masing-masing instrumen. Dengan memahami seluruh komponen tersebut, masyarakat dapat membuat keputusan investasi yang lebih terukur,” ujar Yudho.

Memahami modal awal dan biaya investasi

Kepemilikan emas dan perak fisik umumnya memerlukan modal yang menyesuaikan harga dan ukuran produk yang dibeli.

Sebagai gambaran, berdasarkan data harga per 4 November 2026, pembelian emas fisik dengan ukuran minimum 0,5 gram membutuhkan dana sekitar Rp1.321.796. Sementara itu, pembelian perak fisik dengan ukuran minimum 250 gram membutuhkan dana sekitar Rp10.074.915.

Berbeda dengan pembelian fisik, XAUT dan SLVON di FLOQ dapat diakses mulai dari Rp1.000. Perbedaan nominal awal ini memberikan fleksibilitas bagi masyarakat yang ingin memulai investasi dengan dana lebih kecil.

Namun, nominal pembelian awal yang lebih rendah tidak secara otomatis membuat suatu instrumen lebih menguntungkan. Investor tetap perlu memperhitungkan biaya transaksi, spread harga, serta risiko yang melekat pada produk.

Yudho menambahkan bahwa pemahaman terhadap karakteristik instrumen dan perencanaan investasi menjadi bagian penting dari edukasi keuangan masyarakat.

“Setiap instrumen memiliki kelebihan dan risiko masing-masing. Masyarakat perlu menyesuaikan pilihan investasi dengan tujuan keuangan, kebutuhan likuiditas, dan profil risikonya,” tutup Yudho.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Public

    Dari Potensi ke Profesi, Telkom AI Connect Papua Ajak Pemuda Manfaatkan AI untuk Persiapan Karir

    • calendar_month Kamis, 5 Nov 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 1
    • 0Komentar

    Telkom AI Connect Papua berkolaborasi dengan pemuda Papua menghadirkan kelas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung persiapan karier. Melalui praktik penyusunan CV dan portofolio berbasis AI, peserta dibekali keterampilan digital untuk mengenali potensi diri, mempresentasikan pengalaman secara profesional, serta meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja. Jayapura, 5 November 2026 – Telkom AI Connect (AIC) Papua berkolaborasi […]

  • Tekanan Bearish Belum Usai, Harga Emas Diprediksi Bergerak Lebih Rendah

    Tekanan Bearish Belum Usai, Harga Emas Diprediksi Bergerak Lebih Rendah

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Harga emas diperkirakan masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan hari Selasa (30/6). Berdasarkan analisis Dupoin Futures yang disampaikan oleh analis Geraldo Kofit, arah pergerakan logam mulia masih cenderung bearish karena tekanan jual belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Meskipun harga telah mencapai area support penting, peluang penurunan dinilai masih terbuka selama belum ada sinyal teknikal maupun sentimen […]

  • Public

    Perdagangan Internasional Tumbuh Pesat, Arus Peti Kemas Pelindo Naik 5,8%

    • calendar_month Rabu, 4 Nov 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Arus peti kemas PT Pelindo Terminal Petikemas sepanjang Januari-September 2026 tumbuh 5,80% dipicu pertumbuhan perdagangan internasional. JAKARTA — Arus peti kemas PT Pelindo Terminal Petikemas sepanjang Januari-September 2026 mencapai 10,31 juta TEUs, atau tumbuh 5,80% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan perdagangan internasional menjadi salah satu pendorong, dengan kenaikan arus peti kemas mencapai 10,34%, […]

  • Public

    Laba BRI Finance Tumbuh 89%, Diversifikasi Portofolio Jadi Fokus Strategi Bisnis

    • calendar_month Rabu, 4 Nov 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 3
    • 0Komentar

    Jakarta, 29 September 2026 – PT BRI Multifinance Indonesia (BRI Finance) mencatatkan pertumbuhan laba sebesar 89% secara tahunan (year-on-year/YoY) hingga Juli 2026. Kinerja tersebut didukung oleh penguatan portofolio pembiayaan serta optimalisasi sinergi dalam ekosistem BRI Group. Pertumbuhan laba tersebut menjadi bagian dari strategi BRI Finance dalam menjaga momentum bisnis melalui pertumbuhan yang selektif, diversifikasi portofolio, […]

  • Rekomendasi Motor Matic untuk Harian, Pilihan Stylish dengan Fitur Modern Mulai Rp20 Jutaan

    Rekomendasi Motor Matic untuk Harian, Pilihan Stylish dengan Fitur Modern Mulai Rp20 Jutaan

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 24
    • 0Komentar

    Jakarta – Memilih motor matic untuk penggunaan sehari-hari kini tidak hanya soal harga. Banyak pengguna juga mempertimbangkan konsumsi bahan bakar, kenyamanan berkendara, kapasitas bagasi, hingga fitur yang dapat menunjang mobilitas. Tak heran jika motor matic dengan desain menarik sekaligus teknologi modern semakin diminati, baik untuk bekerja, kuliah, maupun aktivitas harian lainnya. Di segmen harga mulai […]

  • Bank Sentral Didorong Perkuat Cadangan Emas, RI Punya 3.600 Ton

    Bank Sentral Didorong Perkuat Cadangan Emas, RI Punya 3.600 Ton

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 22
    • 0Komentar

    JAKARTA — Indonesia memiliki cadangan emas sekitar 3.600 ton dan menempati posisi keempat dunia sebagai negara dengan cadangan terbesar. Namun, emas yang tercatat sebagai cadangan moneter Bank Indonesia (BI) baru mencapai 87,1 ton, atau sekitar 7,7% dari total cadangan. Dengan kepemilikan tersebut, Indonesia berada di posisi ke-44 dunia dalam hal cadangan emas bank sentral. Angka […]

expand_less