Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Budaya Organisasi Jadi Faktor Kunci Penguatan E-Government di BSKDN, Temuan Riset Fahsul Falah

Budaya Organisasi Jadi Faktor Kunci Penguatan E-Government di BSKDN, Temuan Riset Fahsul Falah

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 6 Juli 2026 – Transformasi digital
pemerintahan tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh
kualitas sumber daya manusia dan budaya kerja di dalam organisasi. Hal tersebut
menjadi temuan utama dalam penelitian Dr. T.R. Fahsul Falah, S.Sos., M.Si. yang
mengkaji pengaruh learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya
organisasi terhadap e-government serta implikasinya pada efektivitas Sistem
Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) di BSKDN Kemendagri.

Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan digitalisasi
birokrasi membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif, tidak hanya berbasis
infrastruktur teknologi, tetapi juga pada aspek kelembagaan dan perilaku
organisasi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel
utama—learning organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi—secara
simultan memberikan kontribusi sebesar 61 persen terhadap penguatan
e-government di lingkungan organisasi yang diteliti.

Dari ketiga variabel tersebut, budaya organisasi menjadi
faktor dengan pengaruh paling besar, yakni 22,22 persen
, disusul learning
organization sebesar 21,33 persen dan kompetensi pegawai sebesar 19,58 persen.

Temuan ini menunjukkan bahwa perubahan digital di sektor
pemerintahan sangat dipengaruhi oleh pola pikir, nilai, dan kebiasaan kerja
aparatur, selain kemampuan teknis dan sistem pembelajaran organisasi.

“Transformasi digital tidak bisa dipahami hanya sebagai
pengadaan sistem atau aplikasi. Yang lebih penting adalah bagaimana organisasi
membangun budaya kerja yang adaptif, kolaboratif, dan terbuka terhadap
perubahan,” ujar Fahsul Falah.

E-Government sebagai Penghubung Transformasi SPBE

Penelitian ini juga menempatkan e-government sebagai
variabel mediasi yang menjembatani hubungan antara faktor internal organisasi
dengan efektivitas SPBE. Hasil analisis menunjukkan seluruh hubungan
antarvariabel bersifat positif, yang berarti peningkatan pada learning
organization, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi akan memperkuat
implementasi e-government, yang pada akhirnya berdampak pada efektivitas SPBE.

Model ini memperlihatkan bahwa e-government memiliki peran
strategis sebagai penghubung antara kapasitas organisasi dengan keberhasilan
transformasi digital pemerintahan.

“SPBE yang efektif membutuhkan keselarasan antara teknologi,
manusia, dan budaya organisasi. Tanpa itu, digitalisasi hanya berhenti pada
penggunaan sistem, bukan perubahan tata kelola,” tambahnya.

Urutan Transformasi Organisasi

Dalam analisis konseptualnya, penelitian ini juga menegaskan
bahwa transformasi birokrasi paling realistis dilakukan melalui tiga tahap
berurutan: penguatan kompetensi pegawai, pembentukan budaya organisasi adaptif,
dan pengembangan learning organization.

Tahap pertama dimulai dari peningkatan kompetensi ASN
sebagai fondasi utama. Tahap ini mencakup kompetensi teknis, manajerial,
digital, dan sosial-kultural.

Tahap kedua adalah membangun budaya organisasi yang
mendukung kolaborasi, inovasi, dan keterbukaan terhadap perubahan. Peran
kepemimpinan menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang
kondusif bagi transformasi.

Tahap ketiga adalah membangun organisasi pembelajar yang
mampu menginstitusionalisasikan proses pembelajaran melalui berbagi
pengetahuan, mentoring, evaluasi pengalaman, dan pengelolaan pengetahuan secara
berkelanjutan.

Relevansi bagi Pemerintah Daerah

Penelitian ini juga menyoroti implementasi pada pemerintah
daerah yang memiliki keterbatasan anggaran, infrastruktur, dan kompetensi
pegawai. Dalam konteks tersebut, mekanisme learning organization tidak selalu
harus berbasis teknologi tinggi, tetapi dapat dilakukan melalui pendekatan
sederhana seperti coaching, mentoring, komunitas praktik, dan evaluasi rutin.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam kondisi
keterbatasan, budaya organisasi adaptif justru menjadi faktor yang semakin
menentukan keberhasilan transformasi digital.

“Daerah dengan sumber daya terbatas tetap dapat mendorong
transformasi jika mampu membangun budaya kerja yang adaptif dan memaksimalkan
pembelajaran berbasis pengalaman,” jelas Fahsul.

Metodologi dan Validasi

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan
metode sensus terhadap seluruh ASN di BSKDN. Analisis data dilakukan
menggunakan path analysis untuk menguji hubungan antarvariabel.

Instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel, dengan
nilai Cronbach Alpha di atas 0,7. Hasil kuantitatif juga diperkuat melalui
expert judgement dari akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan.

Menurut Fahsul, hasil penelitian ini diharapkan dapat
menjadi kontribusi akademik sekaligus rujukan praktis dalam memperkuat
implementasi SPBE di Indonesia.

“Intinya, keberhasilan transformasi digital
bukan hanya soal sistem, tetapi soal bagaimana organisasi belajar, beradaptasi,
dan membangun budaya kerja yang tepat,” tutupnya.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wifi Terbaik Depok untuk Rumah, Kos, dan Usaha yang Selalu Online

    Wifi Terbaik Depok untuk Rumah, Kos, dan Usaha yang Selalu Online

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Jakarta, 29 Juni 2026 – Mencari WiFi terbaik Depok tidak bisa hanya dilihat dari harga paket atau angka kecepatan. Depok punya ritme digital yang cukup khas sebagai kota hunian, kota pendidikan, sekaligus kawasan penyangga Jakarta. Dalam satu hari, koneksi internet di kota ini bisa dipakai untuk kerja hybrid, kuliah online, hiburan keluarga, bisnis rumahan, sampai […]

  • BRI KK Metro Tanah Abang Hadir Dukung Aktivitas Perdagangan dan Permudah Akses Layanan Perbankan

    BRI KK Metro Tanah Abang Hadir Dukung Aktivitas Perdagangan dan Permudah Akses Layanan Perbankan

    • calendar_month Rabu, 29 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 20
    • 0Komentar

    BRI Kantor Kas (KK) Metro Tanah Abang hadir untuk memberikan kemudahan layanan perbankan bagi tenant, pengunjung, dan masyarakat umum yang beraktivitas di kawasan Pusat Grosir Metro Tanah Abang. Kehadiran kantor kas ini merupakan bagian dari komitmen BRI dalam mendukung aktivitas perdagangan sekaligus memperluas akses layanan keuangan di salah satu pusat bisnis dan perdagangan terbesar di […]

  • BP BUMN Tinjau Operasional Pelindo Gresik, Perkuat Layanan Logistik Nasional

    BP BUMN Tinjau Operasional Pelindo Gresik, Perkuat Layanan Logistik Nasional

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Gresik, Juli 2026 – Penguatan kinerja operasional dan keandalan layanan logistik menjadi perhatian dalam kunjungan kerja Wakil Kepala I Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) Aminuddin Ma’ruf ke Pelabuhan Gresik yang dikelola PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo pada Kamis (9/7). Direktur Operasi Pelindo, Prasetyadi menyampaikan bahwa Pelindo sebagai operator pelabuhan memegang peran strategis sebagai simpul […]

  • Perempuan Bukan Sekadar Berpartisipasi, Tetapi Ikut Menentukan Arah Industri Kripto Indonesia

    Perempuan Bukan Sekadar Berpartisipasi, Tetapi Ikut Menentukan Arah Industri Kripto Indonesia

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Panel IDBW 2026 menyoroti keputusan, akses kepemimpinan, dan langkah konkret untuk memperluas peran perempuan sebagai pengambil keputusan Jakarta, 13 Agustus 2026 – Indonesia Blockchain Week (IDBW) edisi keenam yang berlangsung 12 & 13 Agustus 2026 telah sukses terselenggara. Konferensi yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan di industri blockchain dan Web3, mulai dari pelaku aset digital, perusahaan […]

  • Perjalanan Kereta Api Kembali Normal, KAI Daop 2 Bandung Pastikan Tidak Ada Kerusakan Prasarana maupun Infrastruktur Operasional Pasca Gempa Pangandaran

    Perjalanan Kereta Api Kembali Normal, KAI Daop 2 Bandung Pastikan Tidak Ada Kerusakan Prasarana maupun Infrastruktur Operasional Pasca Gempa Pangandaran

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Update Info Daop 2 Bd Kamis, 6 Agustus 2026 Perjalanan Kereta Api Kembali Normal, KAI Daop 2 Bandung Pastikan Tidak Ada Kerusakan Prasarana maupun Infrastruktur Operasional Pasca Gempa Pangandaran Bandung (Jawa Barat), 6 Agustus 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 2 Bandung memastikan seluruh perjalanan kereta api di wilayah operasional Daop 2 […]

  • Breakout vs Reversal: Cara Membedakan Penembusan Harga Valid dan Pembalikan Arah

    Breakout vs Reversal: Cara Membedakan Penembusan Harga Valid dan Pembalikan Arah

    • calendar_month Selasa, 14 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Di dalam ruang analisis teknikal pasar keuangan global, salah satu seni tersulit yang harus dikuasai oleh seorang trader adalah membaca momentum di sekitar area batasan penting atau level psikologis. Ketika grafik harga bergerak mendekati zona hambatan (resistance) atau zona dukungan (support), pasar biasanya akan menghadapkan kita pada dua skenario utama: harga akan menembus batas tersebut […]

expand_less