Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Harga Emas Hari Ini Berpotensi Uji Resistance Baru, Simak Analisis Dupoin Futures

Harga Emas Hari Ini Berpotensi Uji Resistance Baru, Simak Analisis Dupoin Futures

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 21 Jul 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Harga emas diperkirakan masih memiliki ruang untuk melanjutkan penguatan pada perdagangan hari Selasa, (21/7). Meski tren utama dalam jangka menengah masih berada dalam fase bearish, analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menilai momentum kenaikan jangka pendek masih cukup solid. Berdasarkan analisis terbaru Dupoin Futures, pergerakan harga emas menunjukkan sejumlah sinyal teknikal yang mengindikasikan dominasi pembeli mulai menguat sehingga membuka peluang bagi Gold untuk menguji level resistance berikutnya.

Menurut analis Dupoin Futures, salah satu faktor utama yang mendukung prospek penguatan harga emas adalah keberhasilan Gold bertahan di atas area support penting pada level 3.992. Area tersebut dinilai menjadi fondasi yang cukup kuat bagi pergerakan harga dalam jangka pendek. Selama harga masih mampu diperdagangkan di atas level tersebut dan tidak mengalami penutupan di bawah support, peluang kenaikan masih tetap terjaga.

Dalam analisis teknikal Dupoin Futures, Geraldo Kofit memproyeksikan target kenaikan pertama berada di kisaran 4.040. Apabila momentum beli terus meningkat dan harga berhasil menembus area resistance tersebut, Gold berpotensi melanjutkan penguatan menuju target berikutnya di level 4.074. Kedua level tersebut menjadi area penting yang akan menentukan apakah tren kenaikan mampu berlanjut atau justru memicu aksi ambil untung dari para pelaku pasar.

Dupoin Futures juga menilai bahwa struktur teknikal saat ini semakin menarik setelah muncul pola candlestick Bullish Engulfing pada grafik H4. Pola tersebut umumnya dipandang sebagai sinyal meningkatnya dominasi buyer setelah sebelumnya pasar mengalami tekanan jual. Kehadiran pola ini memberikan indikasi bahwa sentimen pasar mulai berubah ke arah yang lebih positif sehingga peluang kenaikan harga menjadi lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Selain pola candlestick, indikator teknikal lainnya juga memberikan dukungan terhadap prospek bullish. Berdasarkan analisis Dupoin Futures, indikator Stochastic Oscillator masih bergerak naik menuju area overbought. Meski posisi tersebut menandakan harga mulai memasuki area jenuh beli, indikator tersebut belum memperlihatkan sinyal pelemahan ataupun pembalikan arah yang berarti. Kondisi ini menunjukkan momentum beli masih cukup kuat sehingga peluang Gold untuk melanjutkan kenaikan masih terbuka dalam waktu dekat.

Meskipun demikian, Dupoin Futures tetap mengingatkan investor dan trader agar tidak mengabaikan potensi koreksi teknikal. Ketika harga mendekati area resistance 4.040 hingga 4.074, peluang munculnya aksi profit taking akan semakin besar. Koreksi seperti ini merupakan hal yang wajar dalam sebuah tren naik dan tidak selalu mengubah arah utama pergerakan harga. Oleh sebab itu, trader disarankan menunggu konfirmasi tambahan sebelum mengambil keputusan transaksi.

Tidak hanya dari sisi teknikal, Dupoin Futures juga melihat bahwa kondisi fundamental masih memberikan dukungan terhadap pergerakan harga emas. Ketidakpastian ekonomi global yang belum sepenuhnya mereda membuat permintaan terhadap aset safe haven tetap tinggi. Dalam situasi ketika risiko meningkat, investor cenderung mencari instrumen investasi yang dianggap lebih aman, dan emas masih menjadi salah satu pilihan utama.

Analis Dupoin Futures, Geraldo Kofit, menjelaskan bahwa perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah masih menjadi perhatian serius pelaku pasar global. Ketegangan yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda membuat sebagian investor mempertahankan kepemilikan emas sebagai langkah mitigasi risiko. Permintaan terhadap aset safe haven inilah yang menjadi salah satu faktor penopang harga Gold dalam beberapa waktu terakhir.

Selain faktor geopolitik, Dupoin Futures juga mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Selama Dolar AS belum mengalami penguatan yang signifikan dan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat atau US Treasury Yield tetap bergerak stabil, tekanan terhadap harga emas diperkirakan masih relatif terbatas. Situasi tersebut memberikan ruang bagi Gold untuk mempertahankan momentum kenaikan dalam jangka pendek.

Dupoin Futures menilai perhatian pasar saat ini juga tertuju pada berbagai data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam waktu dekat. Data-data tersebut diperkirakan akan memberikan gambaran mengenai kondisi ekonomi AS sekaligus memengaruhi ekspektasi terhadap langkah kebijakan Federal Reserve pada pertemuan berikutnya. Apabila data ekonomi menunjukkan perlambatan sehingga memperkuat peluang pelonggaran kebijakan moneter, maka sentimen positif terhadap emas berpotensi semakin meningkat.

Di sisi lain, pembelian emas oleh sejumlah bank sentral dunia juga masih menjadi faktor yang mendukung harga logam mulia. Diversifikasi cadangan devisa yang dilakukan berbagai negara membantu menjaga permintaan emas tetap tinggi, sekaligus memperkuat prospek harga dalam jangka menengah. Menurut Dupoin Futures, kombinasi antara permintaan bank sentral, meningkatnya minat terhadap aset safe haven, serta ekspektasi kebijakan moneter yang lebih longgar menjadi fondasi yang cukup kuat bagi pergerakan Gold.

Secara keseluruhan, Dupoin Futures memandang prospek harga emas hari ini masih cukup konstruktif. Selama harga tetap bertahan di atas area support 3.992, peluang kenaikan menuju resistance 4.040 hingga 4.074 dinilai masih terbuka. Dukungan pola Bullish Engulfing, penguatan indikator Stochastic, serta sentimen fundamental berupa meningkatnya permintaan safe haven menjadi kombinasi yang memperkuat peluang tersebut. Meski demikian, Dupoin Futures tetap mengimbau investor untuk disiplin menerapkan manajemen risiko dan terus memantau perkembangan geopolitik maupun rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi memengaruhi arah pergerakan harga emas secara signifikan.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026

    Lewat AIcosystem, Telkom Perkuat Kolaborasi AI Nasional di InnoVibes 2026

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle Net
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) tidak hanya ditentukan oleh inovasi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi dalam membangun ekosistem yang mampu mempercepat adopsi teknologi sekaligus menciptakan manfaat nyata bagi masyarakat. Berangkat dari hal tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berpartisipasi dalam InnoVibes 2026, forum inovasi yang diinisiasi oleh DKST ITB sebagai wadah kolaborasi antara […]

  • Isu Dumping Crane di Eropa Jadi Peringatan bagi Industri Indonesia

    Isu Dumping Crane di Eropa Jadi Peringatan bagi Industri Indonesia

    • calendar_month Jumat, 4 Sep 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Dalam konteks perdagangan internasional, dumping umumnya merujuk pada praktik penjualan produk ekspor dengan harga sangat rendah sehingga dapat merugikan industri lokal di negara tujuan. Namun, bagi pengguna crane industri, isu dumping memberi pesan yang lebih luas: harga murah tidak boleh menjadi satu-satunya dasar pengambilan keputusan. Isu dumping crane di Eropa menunjukkan bahwa transparansi asal produk, […]

  • Jasa Marga Perkuat Transformasi Customer Experience melalui Expert Sharing Session Bersama Akademisi dan Praktisi

    Jasa Marga Perkuat Transformasi Customer Experience melalui Expert Sharing Session Bersama Akademisi dan Praktisi

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Jakarta (02/07), Dalam memperkuat transformasi layanan yang berorientasi pada pelanggan, PT Jasa Marga (Persero) Tbk semakin menunjukkan komitmen melayani sepenuh hati melalui strategi peningkatan customer experience. Upaya menghadirkan layanan jalan tol yang semakin adaptif terhadap kebutuhan masyarakat ini salah satunya diwujudkan melalui penyelenggaraan Expert Sharing Session di Jasamarga Tollroad Command Center (JMTC), Bekasi, pada Rabu […]

  • Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 5 Minggu, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka

    Bitcoin Sentuh Level Tertinggi 5 Minggu, FLOQ Lihat Momentum Positif Masih Terbuka

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 23
    • 0Komentar

    Jakarta, 26 Juli 2026 — Harga Bitcoin bergerak fluktuatif setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam lima minggu di kisaran US$66.400–US$66.500 pada 21 Juli 2026. Namun, penguatan tersebut tertahan setelah BTC terkoreksi ke area US$65.600–US$65.700 pada 22 Juli 2026.  Koreksi terjadi seiring lonjakan harga minyak dunia, dengan WTI menembus US$85 per barel dan Brent mendekati US$90 per barel. Kondisi ini kembali memicu kekhawatiran pasar terhadaptekanan inflasi global dan arah kebijakan suku bunga The Fed.  CEO dan Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai koreksi Bitcoin tidak serta-merta menghapus peluang penguatan, tetapi pasar membutuhkan konfirmasi yang lebih kuat dari faktor makro dan arus dana institusional.  “Koreksi setelah Bitcoin menyentuh level tertinggi lima minggu adalah hal yang wajar, terutama ketika pasar menghadapi tekanan dari harga minyak dan geopolitik. Peluang penguatan tetap terbuka, tetapi pasar membutuhkan dukungan yang lebih solid, baik dari stabilisasi makro, meredanya risiko energi, maupun keberlanjutan inflow institusional,” ujar Yudho.  Menurut Yudho, harga minyak kini menjadi salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar dalam membaca arah Bitcoin jangka pendek. Selama tekanan energi dan eskalasigeopolitik masih berlangsung, volatilitas pasar kripto berpotensi tetap tinggi.  “Dalam kondisi saat ini, harga minyak menjadi variabel yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika kenaikan harga energi berlanjut dan kembali mendorong kekhawatiran inflasi, ekspektasiterhadap arah suku bunga The Fed juga bisa berubah. Dampaknya dapat langsung terasa pada aset berisiko seperti Bitcoin,” jelasnya.  Menurut data riset Market Outlook FLOQ, level US$66.500 menjadi resistance jangka pendek Bitcoin setelah dua kali gagal ditembus sepanjang bulan ini. Sementara itu, area US$64.000 menjadisupport penting yang perlu diperhatikan pelaku pasar.  Harga Minyak dan Geopolitik Jadi Fokus  Data FLOQ mencatat eskalasi konflik AS-Iran menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan harga minyak. Selama tekanan geopolitik dan risiko pasokan energi belum mereda, hargaminyak diperkirakan tetap menjadi variabel penting yang memengaruhi pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek.  “Dalam kondisi saat ini, harga minyak menjadi indikator penting untuk membaca arah Bitcoin. […]

  • Dupoin Futures Gandeng WeWork Dorong Pekerja Swasta Kenali Peluang Side Income Melalui Futures Trading

    Dupoin Futures Gandeng WeWork Dorong Pekerja Swasta Kenali Peluang Side Income Melalui Futures Trading

    • calendar_month Minggu, 16 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 13
    • 0Komentar

    Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk memiliki sumber pendapatan tambahan di luar gaji utama, PT Dupoin Futures Indonesia berkolaborasi dengan WeWork Indonesia menggelar program edukasi Dupoin Goes to Office di WeWork, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/8/2026). Mengusung tema “Futures Trading as Your Side Income”. Kegiatan ini membekali pekerja swasta dengan pemahaman mengenai perdagangan derivatif […]

  • Indonesia Open Network (ION) Percepat Pembangunan Infrastruktur Publik Digital Generasi Baru Indonesia dengan Dukungan Google.org

    Indonesia Open Network (ION) Percepat Pembangunan Infrastruktur Publik Digital Generasi Baru Indonesia dengan Dukungan Google.org

    • calendar_month Kamis, 9 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta, 9 Juli 2026 – Indonesia mengambil langkah besar dalam mempercepat transformasi ekonomi digital melalui Indonesia Open Network (ION), sebuah inisiatif Digital Public Infrastructure (DPI) nasional yang membangun ekosistem perdagangan digital terbuka dan interoperabel. Melalui inisiatif ini, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), petani, koperasi, serta pelaku usaha lokal dapat berpartisipasi secara lebih kompetitif […]

expand_less