Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » Indonesia Resmi Menjadi Official Partner Country INNOPROM 2026, Perkuat Kemitraan Industri Strategis dengan Rusia dan Kawasan Eurasia

Indonesia Resmi Menjadi Official Partner Country INNOPROM 2026, Perkuat Kemitraan Industri Strategis dengan Rusia dan Kawasan Eurasia

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
  • visibility 23
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

50 Delegasi Industri Nasional Siap Tampil di Pameran Industri Terbesar Eurasia, INNOPROM, 6–9 Juli 2026

Indonesia resmi ditetapkan sebagai Official Partner Country pada INNOPROM 2026, pameran industri internasional terbesar di kawasan Eurasia yang akan berlangsung pada 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Didukung oleh 50 delegasi industri nasional, keikutsertaan ini menjadi langkah konkret Indonesia untuk memperkuat kemitraan industri antara Indonesia dengan Rusia dan negara-negara di kawasan Eurasia, sekaligus membuka peluang investasi, kerja sama manufaktur, dan perluasan pasar ekspor produk industri nasional.

“Hubungan Indonesia dan Rusia di bidang industri memiliki pondasi yang kuat. Yang kami lakukan sekarang adalah memastikan fondasi itu berkembang menjadi kemitraan yang konkret dan berkelanjutan. INNOPROM 2026 menjadi kesempatan penting untuk mempertemukan pelaku industri kedua negara secara langsung, mendorong investasi, serta membuka peluang kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi kedua pihak.” ujar Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan persnya di Jakarta (12/6).

Sebagai Official Partner Country, Indonesia akan menghadirkan paviliun nasional seluas lebih dari 1.500 meter persegi, menjadikannya salah satu paviliun terbesar di INNOPROM 2026. Mengusung tema “Navigating Industrial Futures”, paviliun Indonesia akan menampilkan lima sektor unggulan, yaitu industri agro dan pengolahan pangan, industri kimia dan farmasi, manufaktur khusus dan barang konsumsi, manufaktur lanjutan dan rekayasa, serta kawasan industri dan investasi. Paviliun ini akan menjadi pusat penyelenggaraan business matching, forum bisnis bilateral, hingga pertemuan tingkat tinggi antara delegasi setingkat menteri dari kedua negara.

Keikutsertaan Indonesia di INNOPROM 2026 didukung oleh semakin kuatnya hubungan ekonomi antara Indonesia dan Rusia. Pada tahun 2025, nilai perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD 1,876,370 ribu, sementara realisasi investasi Rusia di Indonesia tercatat sebesar USD 262,8 juta.Keikutsertaan Indonesia di INNOPROM 2026 juga didukung oleh semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Rusia dalam beberapa tahun terakhir. Setelah pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin pada 10 Desember 2025 yang menghasilkan berbagai kesepahaman strategis di bidang ekonomi dan industri, kedua pemimpin kembali bertemu di Istana Kremlin, Moskow, pada April 2026 untuk memperkuat kerja sama di sektor energi, investasi, teknologi, hilirisasi, dan pengembangan industri. Momentum tersebut menunjukkan komitmen kedua negara untuk mendorong hubungan yang tidak hanya berbasis perdagangan, tetapi juga kolaborasi industri yang lebih mendalam dan bernilai tambah.

Momentum tersebut diperkuat dengan penandatanganan Indonesia–Eurasian Economic Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EAEU CEPA) pada 21 Desember 2025 di St. Petersburg. Perjanjian ini membuka akses yang lebih luas bagi produk Indonesia ke pasar negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU), dengan 90,5 persen pos tarif mendapatkan fasilitas preferensi. Serta dan menjadi landasan baru bagi peningkatan kerja sama industri, perdagangan, serta investasi antara Indonesia dan kawasan Eurasia. Dampak positif dari penguatan hubungan tersebut mulai membuahkan hasil ketika kegiatan St. Petersburg Business Forum, April 2026. PT PAL Indonesia dan Rosatom menandatangani Letter of Intent (LoI) untuk kerja sama pembangkit listrik tenaga nuklir terapung, sementara Pupuk Indonesia dan Uralchem memulai penjajakan kerja sama di sektor pupuk dan bahan kimia pertanian.

Indonesia hadir di INNOPROM 2026 dengan modal sebagai negara manufaktur terbesar di Asia Tenggara. Nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia telah mencapai USD 265 miliar dan menempatkan Indonesia pada peringkat ke-13 dunia. Sementara itu, ekspor manufaktur nonmigas mencapai USD 147,9 miliar atau hampir 80 persen dari total ekspor nasional. Di sisi lain, total perdagangan Indonesia dengan kawasan EAEU tercatat sebesar USD 4,4 miliar sepanjang Januari–Oktober 2025 dan diproyeksikan teru meningkat seiring implementasi I-EAEU CEPA. INNOPROM sendiri merupakan salah satu pameran dan forum industri paling berpengaruh di dunia. Pada penyelenggaraan tahun sebelumnya, acara ini dihadiri lebih dari 48.000 pengunjung dari lebih dari 60 negara serta menghadirkan lebih dari 700 perusahaan dan delegasi internasional. Status Indonesia sebagai Official Partner Country memberikan kesempatan yang lebih besar untuk memperkenalkan kemampuan industri nasional kepada komunitas bisnis global sekaligus memperluas jejaring kemitraan strategis di kawasan Eurasia.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian, Tri Supondy menyampaikan, “Kami tidak datang ke Ekaterinburg hanyauntuk memperkenalkan diri. Ekosistem industri Indonesia sudah cukup matang, dan momentum bilateral yang terbangun sejak akhir 2025 memberikan kami landasan yang kuat. Yang kami targetkan dari INNOPROM 2026 adalah lahirnya kesepakatan kemitraan industri konkret yang menjadi titik awal kerja sama jangka panjang antara Indonesia dan mitra Eurasia”.

Partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 diharapkan dapat membuka peluang investasi industri baru, mendorong kolaborasi ko-produksi dan joint manufacturing, memperlua akses pasar produk manufaktur Indonesia ke kawasan Eurasia, serta semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri strategis bagi Rusia dan negara-negara anggota EAEU. Indonesia mengikuti jejak Uni Emirat Arab (2024) dan Arab Saudi (2025) yang sebelumnya dipercaya menjadi Official Partner Country, sekaligus menegaskan peran Indonesia yang semakin penting dalam ekosistem industri global.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Transformasi Digital Retail dan Manufaktur Semakin Cepat Berkat ERP Terintegrasi

    Transformasi Digital Retail dan Manufaktur Semakin Cepat Berkat ERP Terintegrasi

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Transformasi digital retail dan manufaktur membutuhkan sistem yang mampu menyatukan operasional, stok, penjualan, dan keuangan dalam satu platform terintegrasi. Dengan ERP yang tepat, bisnis dapat mengambil keputusan lebih cepat, meningkatkan efisiensi, dan mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan. Pemilik toko retail dan pabrik manufaktur di Indonesia kerap menghadapi masalah yang sama. Data stok di gudang tidak sinkron […]

  • Kebijakan Act East 2026: Strategi India Menata Ulang Indo-Pasifik di Tengah Gejolak Global

    Kebijakan Act East 2026: Strategi India Menata Ulang Indo-Pasifik di Tengah Gejolak Global

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 18
    • 0Komentar

    Oleh Gurjit Singh* Jakarta — Pertemuan tahunan antara Perdana Menteri India Narendra Modi dan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di New Delhi pada 1 Juli mendatang tidak seharusnya dipandang sebagai agenda bilateral semata. Pertemuan tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari rangkaian kunjungan strategis Narendra Modi ke Indonesia, Australia, serta kunjungan bersejarah ke Selandia Baru, yang […]

  • Hari Anak Nasional 2026, KAI Bandara Ajak Anak Mengenal Dunia Perkeretaapian dan Hadirkan Perjalanan yang Ramah Anak

    Hari Anak Nasional 2026, KAI Bandara Ajak Anak Mengenal Dunia Perkeretaapian dan Hadirkan Perjalanan yang Ramah Anak

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 17
    • 0Komentar

    Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 yang mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, KAI Bandara menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan interaktif di wilayah operasional Medan dan Yogyakarta sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung tumbuh kembang anak melalui pengalaman belajar yang menyenangkan serta menciptakan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah […]

  • KAI BANDARA CATAT 1,56 JUTA PENUMPANG KA BANDARA YIA HINGGA JULI 2026

    KAI BANDARA CATAT 1,56 JUTA PENUMPANG KA BANDARA YIA HINGGA JULI 2026

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 11
    • 0Komentar

    PT Railink atau KAI Bandara mencatat kinerja positif layanan KA Bandara YIA sepanjang Januari hingga Juli 2026. Dalam periode tersebut, sebanyak 1,56 juta penumpang telah menggunakan layanan KA Bandara YIA untuk mendukung mobilitas masyarakat dari dan menuju Bandara Internasional Yogyakarta (YIA). Dari total tersebut, sebanyak 1 juta penumpang merupakan pengguna layanan KA Bandara YIA PSO, […]

  • Sistem Pembayaran Nontunai di Pintu Masuk Pelabuhan Parepare Dapat Respons Positif

    Sistem Pembayaran Nontunai di Pintu Masuk Pelabuhan Parepare Dapat Respons Positif

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Parepare, Juli 2026 – PT Pelindo Multi Terminal, anak usaha PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang pengelolaan terminal nonpetikemas, terus memperkuat transformasi digital melalui penerapan sistem pembayaran nontunai di pintu masuk Pelabuhan Nusantara Parepare yang sudah diterapkan sejak Februari lalu. Implementasi ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan kepelabuhanan yang lebih […]

  • KAI Bandara Dukung Mobilitas Masyarakat Wates melalui Layanan KA Bandara YIA Berbasis PSO Yogyakarta, 29 Juni 2026 – KAI Bandara terus berkomitmen menghadirkan layanan tr

    KAI Bandara Dukung Mobilitas Masyarakat Wates melalui Layanan KA Bandara YIA Berbasis PSO Yogyakarta, 29 Juni 2026 – KAI Bandara terus berkomitmen menghadirkan layanan tr

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KAI Bandara terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau guna meningkatkan konektivitas masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui layanan KA Bandara YIA dengan dukungan skema Public Service Obligation (PSO) dari Pemerintah, masyarakat di wilayah Wates kini semakin mudah mengakses pusat Kota Yogyakarta maupun Bandara Yogyakarta International Airport (YIA). Tingginya minat masyarakat […]

expand_less