Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Bisnis » NU Akui Bitcoin sebagai Aset, Babak Baru Kripto Indonesia?

NU Akui Bitcoin sebagai Aset, Babak Baru Kripto Indonesia?

  • account_circle vritimes
  • calendar_month Selasa, 1 Sep 2026
  • visibility 20
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 1 September 2026 – Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan Bitcoin dapat diakui sebagai aset dan digunakan dalam transaksi berdasarkan perspektif fikih. Meski demikian, Bitcoin tidak dapat digunakan sebagai mata uang atau alat pembayaran yang berlaku di Indonesia.

Keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan Komisi Bahtsul Masail Waqi’iyah yang dilaporkan dalam Sidang Pleno III Muktamar Ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Sabtu (29/8/2026). Dalam pembahasannya, Bitcoin dinilai memenuhi kriteria mal atau harta dan tsaman atau alat tukar dalam perspektif fikih.

Penilaian tersebut didasarkan pada karakteristik Bitcoin yang memiliki nilai dan manfaat yang diakui masyarakat, dapat dipindahtangankan, serta dapat ditukar dengan barang maupun aset lain. Fluktuasi harga Bitcoin juga dinilai tidak serta-merta menghilangkan kedudukannya sebagai aset bernilai secara ekonomi.

Ketua Lembaga Bahtsul Masail Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM PBNU), KH Mahbub Maafi, menjelaskan bahwa pembahasan tersebut secara spesifik menempatkan Bitcoin dalam perspektif fikih dan tidak mengategorikannya sebagai mata uang yang berlaku di Indonesia.

Komisi Bahtsul Masail kemudian menyimpulkan bahwa transaksi Bitcoin ketika diposisikan sebagai aset digital dinilai sah dan diperbolehkan. Namun, penggunaannya sebagai mata uang di Indonesia tetap tidak diperbolehkan karena bertentangan dengan ketentuan hukum nasional.

Industri: Bisa Buka Ruang Literasi yang Lebih Luas

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai keputusan Muktamar NU menjadi perkembangan penting bagi ekosistem aset digital Indonesia, terutama karena persoalan mengenai status kripto dari perspektif agama masih menjadi salah satu pertanyaan yang kerap muncul di tengah masyarakat.

“Keputusan ini penting karena memberikan tambahan perspektif terhadap salah satu pertanyaan yang selama ini cukup sering muncul di masyarakat, yaitu bagaimana Bitcoin dan aset kripto dilihat dari sisi fikih. Bagi industri, ini bukan sekadar mengenai penerimaan Bitcoin, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat literasi mengenai apa sebenarnya fungsi dan posisi aset kripto di Indonesia,” ujar Yudho.

Menurutnya, keputusan tersebut juga dapat membantu masyarakat membedakan penggunaan Bitcoin sebagai aset digital untuk investasi atau perdagangan dengan penggunaannya sebagai alat pembayaran.

Hal ini penting mengingat Indonesia telah memiliki pemisahan yang jelas antara kedua fungsi tersebut. Perdagangan aset keuangan digital termasuk aset kripto berada dalam kerangka pengaturan dan pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara itu, Rupiah tetap menjadi alat pembayaran yang sah dan wajib digunakan dalam transaksi pembayaran di wilayah Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.

“Perlu dipahami masyarakat adalah pengakuan Bitcoin sebagai aset tidak berarti Bitcoin kemudian bisa digunakan untuk menggantikan Rupiah dalam transaksi sehari-hari. Di Indonesia posisinya jelas, kripto merupakan aset keuangan digital yang dapat diperdagangkan dalam ekosistem yang diatur, sedangkan fungsi pembayaran tetap menggunakan Rupiah,” jelas Yudho.

Dorong Adopsi yang Lebih Sehat

Yudho melihat semakin luasnya diskusi mengenai Bitcoin dari perspektif agama, regulasi, hingga ekonomi dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan industri yang lebih matang. Namun, peningkatan penerimaan terhadap aset kripto menurutnya tetap harus berjalan beriringan dengan peningkatan pemahaman mengenai risiko.

“Adopsi yang sehat bukan hanya diukur dari semakin banyaknya orang yang memiliki aset kripto. Yang lebih penting adalah apakah masyarakat memahami aset yang mereka beli, risikonya, bagaimana mekanismenya, serta aturan yang melindungi aktivitas tersebut,” katanya.

Karena itu, keputusan Muktamar NU dinilai dapat menjadi pintu masuk bagi edukasi yang lebih luas kepada kelompok masyarakat yang sebelumnya masih memiliki keraguan terhadap kedudukan aset kripto.

Menurut Yudho, masyarakat tetap perlu memahami karakter aset kripto yang memiliki volatilitas tinggi dan memastikan setiap keputusan investasi didasarkan pada pengetahuan, profil risiko, serta tujuan keuangan masing-masing.

“Semakin jelas pemahaman masyarakat dari sisi fikih maupun regulasi, semakin besar peluang industri berkembang secara lebih bertanggung jawab. Industri juga memiliki tanggung jawab untuk tidak berhenti pada narasi adopsi, tetapi terus mendorong edukasi, transparansi, dan pemahaman risiko,” tambahnya.

Regulasi Aset Kripto Terus Diperkuat

Keputusan NU tersebut muncul ketika kerangka pengawasan aset keuangan digital Indonesia juga terus berkembang. Sejak Januari 2026, OJK dan Bappebti telah mengakhiri masa transisi peralihan pengaturan dan pengawasan aset keuangan digital termasuk aset kripto kepada OJK.

Pada 1 September 2026, Peraturan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor 3 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Aset Keuangan Digital termasuk Aset Kripto juga resmi mulai berlaku. Aturan tersebut antara lain memperkuat ketentuan pelaksanaan terkait evaluasi aset keuangan digital, pelaporan penyelenggara, hingga mekanisme pengawasan dalam ekosistem perdagangan aset digital.

Sementara dari sisi sistem pembayaran, Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang tetap mewajibkan penggunaan Rupiah untuk transaksi yang memiliki tujuan pembayaran di wilayah Indonesia, dengan sejumlah pengecualian sebagaimana diatur dalam undang-undang. Bank Indonesia juga menegaskan bahwa Bitcoin bukan merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia.

Press Release ini sudah tayang di VRITIMES

  • Penulis: vritimes

Rekomendasi Untuk Anda

  • Public

    Rapat dan Penandatanganan MoU Terkait Rencana Kerjasama PTPN III dan PT RNI/PT PPI

    • calendar_month Senin, 19 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 9
    • 0Komentar

    JAKARTA – PT Perkebunan Nusantara III (Persero) atau PTPN III memperkuat sinergi dengan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD serta PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) melalui rencana kerja sama yang berfokus pada penguatan pemasaran, distribusi, dan penyerapan produk perkebunan. Kolaborasi ini diharapkan dapat menghubungkan kapasitas produksi dan hilirisasi Perkebunan Nusantara dengan jaringan […]

  • KAI Daop 2 Bandung, Percantik Stasiun dan KA dengan Ornamen Kemerdekaan

    KAI Daop 2 Bandung, Percantik Stasiun dan KA dengan Ornamen Kemerdekaan

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 25
    • 0Komentar

    Info Daop 2 Bd Rabu, 12 Agustus 2026 KAI Daop 2 Bandung, Percantik Stasiun dan KA dengan Ornamen Kemerdekaan Bandung (Jawa Barat), 12 Agustus 2026 – Menyambut hari kemerdekaan RI ke 81, KAI Daop 2 Bandung menghadirkan berbagai pernak pernik, ornamen dan hiasan bertema kemerdekaan yang dipasang di seluruh stasiun yang ada di Daop 2 […]

  • FLOQ Dukung Robinhood Chain, Akses Onchain Kini Lebih Mudah bagi Pengguna Indonesia

    FLOQ Dukung Robinhood Chain, Akses Onchain Kini Lebih Mudah bagi Pengguna Indonesia

    • calendar_month Rabu, 22 Jul 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 26
    • 0Komentar

    Jakarta, 22 Juli 2026 – Perkembangan teknologi blockchain membuat semakin banyak layanan keuangan dan aset dunia nyata tersedia secara onchain. Namun, bagi banyak pengguna kripto, memindahkan aset dari satu platform ke jaringan blockchain masih dapat terasa rumit. Pengguna bukan hanya perlu memilih aset. Mereka juga harus memastikan bahwa alamat wallet dan jaringan yang digunakan di […]

  • Public

    Menteri PKP Apresiasi Kinerja Tiga Kedeputian BP Tapera, Realisasi FLPP Capai 178.211 Unit

    • calendar_month Senin, 12 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Melalui rapat evaluasi ini, Kementerian PKP dan BP Tapera mendorong seluruh ekosistem perumahan memperkuat koordinasi dan memastikan setiap kendala ditindaklanjuti dengan solusi yang konkret serta terukur. Dengan dukungan perbankan, pengembang, dan asosiasi, percepatan realisasi FLPP diharapkan semakin optimal hingga akhir 2026, sekaligus memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Jakarta, 9 […]

  • HUT ke-81 RI Makin Semarak, LRT Jabodebek Meriahkan bersama Pengguna

    HUT ke-81 RI Makin Semarak, LRT Jabodebek Meriahkan bersama Pengguna

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 21
    • 0Komentar

    Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia turut terasa di LRT Jabodebek melalui berbagai kegiatan interaktif bersama pengguna pada Senin (17/8). LRT Jabodebek mengajak pengguna dengan permainan seru dan interaktif di 3 stasiun yakni : Dukuh Atas Bank Syariah Indonesia, Jatimulya, dan Harjamukti. LRT Jabodebek menghadirkan berbagai permainan interaktif yakni puzzle dan kuis seputar LRT Jabodebek. […]

  • Public

    Di Bali Tech Week, Tokocrypto Tegaskan Komitmen Dukung Industri Aset Digital Indonesia

    • calendar_month Rabu, 21 Okt 2026
    • account_circle vritimes
    • visibility 66
    • 0Komentar

    BALI, 20 OKTOBER 2026 – Tokocrypto menegaskan komitmennya di pasar Indonesia lewat Tokocrypto Digital Summit 2026 di Bali Beach Convention Center, Senin (19/10), yang digelar sebagai bagian dari Bali Tech Week 2026. Forum ini diikuti sekitar 600 peserta dari kalangan regulator, pelaku industri global, dan ekosistem blockchain. Summit dibuka dengan fireside chat bersama Menteri Komunikasi […]

expand_less